Fans Number One

Fans Number One
Lamaran dadakan


__ADS_3

Angela masih terlelap dikamarnya. Hari ini hari Sabtu, Angela tidak berangkat ke kantor dan berleha-leha dikamarnya yang sangat nyaman dan sangat dirindukannya.


Tok...Tok...Tok..


Bunyi ketukan pintu membangunkan Angela dari mimpi indahnya.


"Kenapa Ma.?" Tanya Angela setelah membuka pintu dan melihat Citra yang mengetuk kamarnya.


"Angela, sedari tadi ada orang datang dan mulai menghias rumah kita. Mereka juga memasang dekorasi dikolam renang. Banyak sekali bunga Mawar dan Melati yang mereka pasang. Katanya ini semua Rendra yang buat. Emangnya ada acara apa sayang.?" Tanya Citra yang bingung dengan semua yang tiba-tiba dilakukan Rendra pada rumahnya.


Angela hanya mengkerutkan keningnya tidak mengerti.


"Tidak tahu ma, Angela hubungi Rendra dulu ma yah" Angela mengambil ponselnya dan cepat-cepat menghubungi Rendra kekasih sekaligus idola yang membuatnya tergila-gila.


"Sayang, kamu lagi buat apa dirumah aku.?" Tanya Angela lembut pada kekasihnya.


"Oh, itu. Malam nanti kan aku akan datang kerumah buat acara lamaran kita" Ucap Rendra santai dan tanpa beban.


"Sayang, kamu gak pernah ngomong sama aku sebelumnya" Angela berdecak kesal dengan kelakuan kekasihnya yang menganggap lamaran seperti hal sepele baginya.


"Sudah sayang, waktu di Mansion kan Oma sudah bilang, Mau nyiapin lamaran buat kamu" Rendra menjawab dengan lembut dan menenangkan Angela.


"Sayang, kamu tu yah. Bener-bener gak mirip sama novel yang sering aku baca. Biasanya kekasihnya sebelum melamar membawa cincin dan bunga dan mengajaknya makan romantis dipantai" Ucap Angela yang mengharap Rendra melakukan hal seperti itu dulu sebelum mengadakan acara seperti ini.


"Sudah pernah sayang, kamu lupa yah.? Aku pernah kasih kamu bunga 1001 Mawar Merah dan Cincin" Jawab Rendra mengingatkan Angela. Bahkan kini Cincin itu terus melingkar di jari manis Angela.


"Sayang, kamu sudah inget" Angela terkejut karena itu cerita sebelum Rendra mengalami kecelakaan yang membuat Rendra lupa ingatan sebagian.


Penyakit yang Angela pikir sangat aneh.


Angela tidak bisa menutupi wajah bahagianya ketika mengetahui Rendra yang mengingat kejadian tersebut.


"Aku sudah ingat semua tentang kamu sayang, Semua kegilaan kamu. Semua manjanya kamu, aku ingat semua. Aku bahkan sangat mengingat kalau aku tidak bisa hidup tanpa kamu" Rendra menjelaskan tentang penyakitnya yang sekarang telah pulih karena selalu rutin melakukan terapi.

__ADS_1


"Sayang, Aku juga gak bisa hidup tanpa kamu" Jawab Angela manja.


"Siap-siap malam ini sayang, Aku akan menjadikan kamu wanita paling bahagia di dunia ini. Aku akan buat semua wanita iri padamu. Aku juga akan membuat semua sainganku patah hati karena tlah mendapatkanmu" Ucap Rendra tegas tak terbantahkan.


Malam ini, Rendra sudah mengatur untuk melamar Angela secara resmi. Meminta Angela untuk menemani hidupnya. Menemani sepanjang perjalanan bersamanya. Rendra sudah sangat yakin dengan pilihannya. Hanya Angela yang mampu membuat Rendra sosok yang dingin pada wanita merasa sangat bahagia.


Bahkan setiap detik dan rangkaian lamaran, Rendra sudah merancangnya. Angela tidak perlu banyak berpikir. Rendra hanya ingin Angela menerimanya.


"Aku sudah tidak sabar lagi menunggu malam sayang" Ucap Angela dengan binar kebahagiannya "Aku sangat beruntung mempunyai kamu yang sangat mencintai aku" Lanjut Angela.


"Aku yang beruntung, punya kamu. Sebelum ada kamu hidup aku sepi sayang. Kamu membuat hidup aku penuh warna dengan kegilaan kamu. Entah kenapa aku sangat suka dengan tingkahmu yang aneh." Rendra berbicara yang dia rasakan. Namun Angela yang mendengarnya sudah memanyunkan mulutnya.


"Kamu itu lagi muji aku atau menghina aku sih yang." Ucap Angela manja.


"Bahkan ketika semua orang menghina kamu. Akulah satu-satunya yang akan setia memuji kamu sayang." Rayu Rendra kembali.


"Ahh. Kamu bisa aja sih yang, Sweet banget sih. Pengen gigit." Ucap Angela manja.


Rendra hanya terkekeh mendengar Angela dengan sifat manjanya.


Angela masih menggenggam ponselnya yang sekarang diletakkan didadanya sembari tersenyum sendirian tidak jelas.


"Baby, ini apaan sih. Kok rumah kita rame kayak gini. Ada acara apa.?" Tanya Kirana yang penasaran. Kirana terbangun dari tidurnya karena mendengar suara brisik seperti suara keramaian orang dan benar saja rumahnya sudah dihias bunga-bunga warna warni.


"Itu si Rendra be, mau melamar aku malam nanti. So sweet banget yah.?" Ucap Angela nyengir kuda melihat Kirana.


"Dadakan banget baby.? Reno gak aku kasih tahu loh. Nanti dia marah lagi." Ucap Kirana sembari cepat pergi kekamarnya menghubungi Reno tunangannya.


"Honey, Angela hari ini dilamar. Kamu bisa pulang.?" Tanya Kirana yang takut-takut. Kirana tahu Reno pasti marah karena dikasih tahu mendadak seperti ini.


"Aku sudah sampai di Jakarta Honey, Aku sudah dihubungi Rendra langsung semalam." Jawab Reno dengan lembut.


"Apa kamu di Jakarta sekarang. Aku jemput kamu yah. Kamu tunggu di bandara." Ucap Kirana cepat.

__ADS_1


"Gak perlu Honey, kamu keluar rumah sekarang. Aku diluar." Reno memberi kejutan pada Kirana.


"Ya ampun, bukan cuma Rendra yang Sweet kamu juga honey. Love you.." Ucap Kirana sembari turun dari kamarnya menuju keluar rumah.


Reno sudah sampai dengan membawa sebuket bunga Mawar merah yang mekar sama dengan cintanya.


"Love you too.." Ucap Reno sembari mencium kening Kirana.


Kirana pun tersenyum dan memeluk kekasih yang dirindukannya.


"Kamu kok gak bilang sih Honey, mau ke Jakarta." Ucap Kirana bergelayut manja ditangan Reno.


"Aku mau kasih kejutan buat kamu Honey." Reno membelai rambut kekasihnya.


"Angela dadakan banget honey lamaran, Aku kira dia bakal dengan Erwin tadinya." Tanya Reno yang juga penasaran dengan lamaran dadakan Rendra.


"Honey, bukan cuma kamu yang terkejut. Bahkan baby yang mau di lamar aja dia tidak tahu." Ucap Kirana tertawa. Renopun ikut tertawa dan menggelengkan kepalanya. Pasangan yang aneh namun penuh cinta.


Tidak lama seseorang datang membawa kotak kado besar.


"Maaf mbak, Nona Angela ada.?" Tanya Supir yang membawa kotak kado tersebut.


"Bentar pak yah.?" Kirana masuk kedalam dan menggeret Angela untuk ikut bersamanya. Angela terkejut yang melihat Reno yang sudah duduk dengan cantik diruang tamunya.


"Apaan sih be.?" Tanya Angela yang tidak mengerti kenapa tangannya ditarik-tarik.


"Ini lihat sendiri." Kirana menunjuk Supir yang mencarinya.


"Nona ini ada hadiah dari Tuan Rendra. Pesan tuan Rendra mohon dipakai untuk acara malam nanti." Ucap Supir tersebut memberikan kotak kado tersebut dan berpamitan untuk pulang.


Karena rasa penasarannya. Angelapun membukanya dan terlihatlah Gaun malam yang sangat cantik. Gaun berwarna putih dengan leher yang terbuka. Gaun yang dipenuhi dengan perhiasan bling-bling. Entah itu terbuat dari apa pikir Angela. Yang jelas gaun ini terlihat mewah dan mahal.


"Ya ampun My idol. Sayangku, kamu terus saja membuat aku terkejut. Gaun ini cantik banget." Ucap Angela yang masih mengagumi Gaun yang akan dipakainya malam nanti.

__ADS_1


To Be Continued...


__ADS_2