
Namaku Angela Bilbila Sari, Aku hanya anak yatim piatu yang diadopsi oleh Keluarga Sahabatku Kirana Larasati Adipati, ayahnya bernama Adipati Permana merupakan Pengusaha Kertas di Indonesia yang cukup terkenal. Ibunya bernama Citra Kumala yang memiliki butik lumayan besar di Jakarta.
Kirana sendiri adalah sahabatku dari sekolah SMA Tunas Bangsa, aku mendapatkan beasiswa sekolah disana. SMA tunas bangsa adalah sekolah elit yang semua Muridnya memiliki latar belakang kaya raya.
Hanya aku saja disana yang miskin. Disanalah aku betemu dengan Kirana yang selalu menolong aku ketika teman teman yang lain mengejek dan merendahkan aku.
"Heiii..kampung kamu bener gak tau malu yah, kamu itu merusak nama baik sekolah kita tau gak, Dasar miskin, Seharusnya kamu tu sadar diri. Kami tu gak pantes berada disini" Siska salah satu temanku yang selalu mengejek dan merendahkan aku.
Siska teriak kepadaku. Aku kira kejadian seperti ini hanya ada di film korea yang aku tonton saja ternyata nyata padaku.
Aku berusaha tidak menjalin komunikasi dengan siska dengan tidak menjawabnya.
Siska anak orang kaya. Orang tuanya merupakan pengusaha kayu di Jakarta. sebenarnya ayah Siska dan Kirana adalah teman baik. Tetapi anaknya justru sebaliknya mereka sama sekali tidak pernah bertegur sapa. malah menjadi musuh bebuyutan.
" Kenapa kalau dia miskin, Apa Karna kamu kaya Siska.? sehinga pantas kamu berlaku seperti itu" Jawab Kirana kesal.
Dari pembelaan Kirana diawal pertemuan kami. Disanalah kami dekat dan sekarang malah menjadi saudara. Kirana sendiri merupakan gadis yang berparas cantik dengan rambut ikal bergelombang dengan wajah tirus keturunan Turki.
Kirana yang melihat aku terus dibully akhirnya meminta papa nya untuk mengadopsi aku sebagai anaknya. Orang tua Kirana juga yang tau dengan sifatku langsung menyetujui permintaan anak kesayangannya itu.
Tak terasa sudah 2 tahun berlalu. Hari ini ada acara pesta kolega papa. Kami semua diharap hadir diacara tersebut. Kirana sendiri adalah anak satu-satunya keluarga Adipati.
"Huuh.. Sebenernya aku malas datang kepesta itu. Tetapi kata papa tadi ini acara Rendra Diningrat. ahh ..punyaku..punyaku..punyaku"
Aku cengengesan sendiri ketika tahu kalau hari ini adalah acara keluarga idolaku.
Saat ini kami tengah menikmati sarapan pagi bersama. Mereka semua tidak menyadari kalau aku tersenyum senyum sendiri.
Yahh. Aku adalah Fans Number One dari Rendra Diningrat. Dia adalah Pengusaha No 1 di Asia. Rendra keturunan Indonesia Turki.
Wajahnya sangat sangat tampan. dia bukan Artis tapi sering sekali masuk infotaiment karna dia dari keluarga kaya di indonesia dan Asia.
Perusahaannya ada dimana mana dari perhotelan, pertambangan, Supermarket, Minyak, Developer, Tempat Hiburan, kertas, bahkan Mall terbesar di Indonesiapun itu punya keluarganya.
Rendra tidak bisa didekati wanita wanita seperti ku. Itu hanya mimpi, jangan berharap dia akan menoleh untuk wanita sepertiku.
Tetapi aku suka dengannya cukup melihat dia dari jauh saja sudah cukup buatku.
__ADS_1
Setelah sampai dipesta perusahaan Rendra, Aku sudah bisa melihat Rendra dari jauh yang sedang berbicara dengan teman bisnisnya.
"OMG !! Gantengnya Rendra, Aku padamu." gumamku dalam hati.
Aku melihat kearah Rendra yang datang dengan pakaian formalnya setelan jas 3 potong berwarna hitam yang pas sekali ditubuhnya.
Aku sendiri mengenakan dress diatas lutut berwarna Peach dengan leher terbuka yang kelihatan sexy dimata kaum lelaki.
Malam ini Rendra berjakan dengan tatapan datar dan dinginnya. Walaupun dia jarang tersenyum, sombong dan Arogant. Itulah daya tariknya. Aku menyukai semua didalam dirinya. Rendra mempunyai pesonanya sendiri walaupun dia diam sekalipun.
Sebenarnya, Aku cantik, Aku seharusnya diumur saat ini sudah memiliki kekasih. Namun aku takut, Aku wanita biasa tidak pantas dengan lelaki kaya. Sedangkan perkumpulan temanku semua adalah orang berada.
Kirana sahabatku selalu bilang. kalau aku ini sangat cantik. Rambut panjang hitam alami lurus dan lembut. Mata coklat dan hidung mancung serta bentuk muka seperti orang Turki. Sebenarnya dulu pada saat kami SMA. banyak yang mendekatiku tapi aku sadar.
Aku hanya anak panti asuhan dan mereka semua bahkan dari keluarga kaya raya. Jadi aku merasa tidak pantas untuk dicintai.
Rendra sepertinya menyadari aku yang selalu memperhatikannya. Akupun sungguh seperti seorang fans yang benar tergila-gila dan malu-malu sendiri ditatap seperti itu.
"Kirana.. akkhh lihat.. Rendra melihatku, aku malu Kirana" gumamku pada Kirana sambil memegang lengan Kirana.
Kirana menjelaskan padaku sambil tertawa dan menepuk pipiku.
"Hmmm. Kirana, bahkan kalau ini mimpipun aku sudah sangat bahagia. Hanya dalam mimpi aku bisa bersamanya Kirana"
Sambil beteriak aku berkata gemas ke Kirana. Kirana sepertinya menghela nafasnya panjang dan menatapku malas. Akupun memanyunkan bibirku. uhhh tidak pengertian.
Aku melihat dari jauh semua wanita menatap Rendra dengan penuh puja bagaimana tidak. Rendra sangat sangat tampan. Tetapi dia tidak tersentuh. Itu hanya mimpi.
Rumor mengatakan Rendra tidak bisa disentuh wanita seperti kami. Dia akan merasa jijik jika berdekatan dengan wanita.
TBC... disana. Aku berharap kerja kali ini sambil bisa menikmati Liburan dipantai.
Khusus untuk kali ini aku meminta kepada Billy untuk menyiapkan Villa di Seminyak Bali.
Yaa tentu saja The Diningrat Villa. Aku tidak mau tinggal dihotel. Kali ini Aku mau Liburanku benar-benar untuk menyegarkan pikiranku sendiri. Aku sudah duduk dimeja makan untuk menyantap sarapan pagiku sebelum pergi ke Bali.
Aku memang sudah terbiasa sebelum bekerja untuk menyempatkan sarapan dirumah yang sudah disiapkan oleh Koki andalah keluarga Diningrat. Miris rasanya, Karna hanya aku sendiri yang menikmati makanan yang dibuat oleh koki tersebut. Tidak lama Billy sudah datang ke Mansionku. Dia berdiri cukup jauh sambil menungguku selesai sarapan Pagi.
__ADS_1
"Maaf Tuan, Pesawat kita sudah siap di Halaman depan. Jika Tuan telah selesai sarapan kita bisa pergi langsung menuju Seminyak Bali, Pertemuan akan diadakan jam 9.30 dihotel Luxury" Gumam Billy sambil membacakan jadwal kerjaku hari ini. Aku adalah Pria Workaholic.
Aku sangat mencintai bekerja dan sangat bersemangat untuk bekerja karna kalau aku tidak bersemangat aku harus berfikir bagaimana nasib karyawan ku yang mencapai ratusan ribu.
Mereka semua harus digaji dan mereka menggantungkan hidupnya padaku. Aku tidak Punya siapa-siapa lagi didunia ini. Aku Yatim Piatu jadi tidak ada yang membantuku dalam bekerja. Untung aku mempunyai Asisten Seperti Billy yang Tanggap dan Cekatan.
"Baiklah, Siapkan semuanya. Aku siap 5 menit Lagi" Aku menjawab sambil melihat jam ditanganku. Jam Rolex Limited Edition yang khusus dibuat untukku dengan harga yang bagiku tidak seberapa hanya 5 Milyar.
"Baik Tuan" Billy menjawab sambil membungkukan badannya. Kemudian berlalu kembali ke halaman rumah yang sudah disiapkan Jet pribadiku tadi.
Setelah 5 menit aku keluar rumah dan tidak menunggu waktu lebih lama lagi untuk langsung berangkat ke Bali. Dengan rutinitasku yang padat. Aku tidak mungkin berangkat dengan menggunakan Pesawat Biasanya. Belum lagi harus menunggu Delay.. Okh, Tidak ! Aku tidak akan sabar menghadapi itu semua.
Tepat jam 9.00 aku sudah sampai dihotel Luxury Bali untuk bertemu dengan Clientku dari Prancis dan Italia. Mr. George dan Mrs Lisbeth. Sebagai keturunan Diningrat aku bisa 7 bahasa yang mengharuskan aku untuk mengetahui bahasa itu karna perusahaan Diningrat yang memiliki cabang bukan hanya di Indonesia tapi di luar negeri juga. Perusahaanku no 1 di Asia. sehingga sering kali aku menerima wawancara dari berbagai negara. Aku bisa bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Arab, Perancis, Korea dan Mandarin.
Aku berjalan di Lobby hotel dengan ditemani Asisten Pribadiku Billy Rahardika dan 6 bodyguardku. Kami memasuki Ruangan yang sudah disiapkan untuk Pertemuan kali ini.
Pertemuan kali ini berlangsung sedikit lebih lama dari dugaanku. Aku keluar Tepat jam 12.00. Aku memberikan perintah kepada Billy untuk menemani Mr. George dan Mrs. Lisbeth untuk menikmati Lunch dan Jalan-Jalan disekitaran Bali.
Mr. George dan Mrs. Lisbeth bukan orang sembarangan Mereka mempunyai perusahaan terbesar di New York dan Belanda karna itu aku sendirilah yang datang menemani mereka liburan dan sambil Bekerja tentunya. Mereka tidak mau pertemuan diadakan di Jakarta, Karna mereka Ingin Sambil menikmati Liburan dibali.
Tunggu dulu, Siapa wanita itu. Sepertinya sangat Familiar. Wanita yang duduk sambil melihat ponselnya. Yaa..Itu wanita gila itu !
Ya ampun kenapa dia juga di Bali. Aku harus cepat-cepat nanti dia bisa menoleh ke arahku bisa hancur liburanku kali ini. Kenapa juga dia ada dihotel ini. Ya tuhan apa dosaku..
"Hi. Mr. Rendra.. Apa kabar?" Mr. Tanaka menyapaku.
Hancur sudah liburanku, Aku sekilas melirik ke wanita itu dan benar saja dia menoleh ke arahku dengan senyum cantiknya.
Okh tidak sempat-sempatnya aku memuji senyumnya.
" Okh. Hi. Mr.Tanaka. Baik. Saya sedang ada pertemuan dengan Client disini"
Jawabku seadanya, Aku ingin cepat-cepat pergi rasanya wanita gila itu sudah mendekat kesini. Aku lihat Mr.Tanaka tersenyum dan mengajakku berjabat tangan.
" Semoga sukses Mr. Rendra. Kalau sepeti itu. Saya Permisi" Gumam Mr. Tanaka sambil berlalu dan aku menjawab dengan tersenyum dan anggukan. Sepertinya aku harus berjalan agak cepat supaya tidak bertemu dengan wanita itu.
To Be Continued...
__ADS_1