Fire Dragon In Strawhat Crew

Fire Dragon In Strawhat Crew
Chapter 1


__ADS_3

Terdapat seorang anak kecil laki laki berambut Sakura sedang latihan fisik seperti push up sit up dan lain lain


Setelah dia berlatih, dia melatih pukulannya terus menerus dengan cara memukul pohon yang ada di depannya berkali kali


Dia terus menerus memukulnya untuk menjadi lebih kuat dan berharap pukulannya sekuat naga, alasan dia ingin menjadi sekuat naga karena beberapa bulan yang lalu, Kakeknya menceritakan tentang Naga yang sangat kuat, tapi di era sekarang, Naga sudah tidak ada


Walaupun Naga sudah tidak ada, dia tetap ingin sekuat naga bahkan melampauinya, Nama anak kecil ini adalah Natsu Dragneel, dia memakai baju merah, celana pendek


Setelah selesai berlatih fisik, Natsu pergi ke tempat Kakeknya untuk menagih janjinya, sudah 3 bulan Natsu menjalani latihan fisik dan beberapa trik yang diajarkan kakeknya, kakeknya berjanji jika natsu sudah menjalani latihan fisik yang keras maka dia akan di antarkan ke pulau terdekat dan mulai berlatih sendiri, kakeknya setelah mengantar natsu akan pergi ke pulau kosong yang isinya hanya binatang buas, dia akan menggunakan waktunya untuk menunggu natsu untuk sampai ke sana


“KAKEKKK!!!!” Teriak Natsu saat menendang pintu rumahnya, orang yang ada di dalamnya hanya tersedak minumannya dan langsung mengelapnya dengan tangannya


“Dasar bocah nakal, sudah berapa kali kubilang untuk membuka pintu tanpa mendobraknya atau menendangnya” ucap Kakek yang sedikit kesal karena cucunya terbiasa masuk ke barnya dengan menendang pintu barnya, kakeknya berpakaian baju celana dan topi badutnya berwarna orange, Dia adalah Makarov, pensiunan Angkatan laut


“Janjimu kakek! Ini sudah 3 bulan!!, ayo sekarang aku sudah tidak sabar!!” Ucap Natsu sambil menggoyang goyangkan kakeknya yang sedang minum Bir


“Aku tau dan berhenti mengguncangku dasar bocah nakal!” Ucap Makarov dengan tanda centang karena Natsu terus menggoyangkan tubuhnya


Setelah itu mereka berdua langsung bersiap siap, Makarov menyerahkan barnya kepada cucunya yang satu lagi, dia berambut putih dengan kuncir khasnya menggunakan dress merah tapi dia tidak tertarik dengan laki laki, setiap laki laki yang menggodanya pasti akan berakhir dirumah sakit


Setelah beberapa saat Natsu diturunkan dan Kakeknya menunggu di Pulau Kosong


Sebuah pulau yang sangat menyeramkan dan hanya terlihat tumpukan sampah yang menjulang tinggi seperti sebuah gedung.


"Pulau macam apa ini?" Gumam Natsu.


Natsu lalu melompat turun dari perahunya dan ia berjalan-jalan di pulau tersebut sambil memperhatikan sekelilingnya.


Makin lama Natsu berjalan dia mulai merasa tidak nyaman di pulau ini karena bau sampah yang sangat menyengat dan juga terlihat banyak sekali bangkai binatang yang bergelatakan. Banyak burung gagak yang hinggap di bangkai tersebut sehingga membuta suasana pulau semakin mencekam.


"OI BOCAH!"


Natsu pun membalikan badannya dan melihat seseorang yang meneriakinya, atau lebih tepatnya segerombolan orang yang sedang menatapnya sambil menyeringai.


Natsu yang melihat mereka menyeringai pun sedikit curiga karena tatapan mereka sangat mencurigakan


"Berhenti menatapku seperti itu!" Ucap Natsu.


"HAAAH!? Siapa yang kau panggil!?"


"Boss! Kita bunuh saja bocah ini dan kita ambil semua hartanya!"


Natsu yang mendengar itu pun menyeringai karena ia sangat senang. Akhirnya ia bisa menemukan pertarungan pertamanya.


SRENG!


Natsu langsung mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya pada orang-orang tersebut. "Begini begini aku bisa membela diri!"


"HEEEH! COBA SAJA BOCAH!"

__ADS_1


"KAU TIDAK MUNGKIN BISA MENGALAHKAN KAMI!"


"KAMI ADALAH BAJAK LAUT BLUEJAM!"


Gerombolan penyamu itu pun mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan berlari untuk menyerang Natsu.


Natsu yang melihat mereka mulai menyerang pun hanya tersenyum dan memejamkan matanya. Ia menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


SRINGG!


SUEEEENG!


DUAAAAR!


""UAAAAAGHHHHHHH!""


Natsu pun akhirnya berhasil langsung menebas komplotan penyamun yang mengaku sebagai bagian dari bajak laut Bluejam. Orang-orang tersebut pun langsung jatuh ke tanah dengan luka sayatan yang cukup lebar di tubuh mereka sehingga mereka tak sadarkan diri akibat kehilangan banyak darah. karena Natsu dulu diajari cara berpedang untuk setidaknya bisa membela diri, natsu bisa memenagkan pertarungan


"Cih! Dasar berandalan. Mereka pikir mereka bisa mengalahkan Natsu Dragneel semudah itu hah?" Ucap Natsu sambil tersenyum bangga.


Natsu lalu menyarungkan kembali pedangnya dan kembali berjalan menyusuri pulau tersebut. Namun, tiba-tiba Natsu teringat perkataan dari para penyamun tersebut.


"Bajak laut Bluejam? Bajak laut macam apa itu? Kenapa bajak laut mempunyai orang-orang yang lemah seperti mereka?" Ucap Natsu pada dirinya sendiri.


-X-


Hampir satu jam Natsu berjalan dan ia kini sampai disebuah perkotaan yang cukup mewah. Terlihat sebuah bangunan-bangunan klasik yang berada di kota tersebut dan banyak sekali orang lalu lalang dan nampak terlihat bahagia.


"Liat bocah itu."


"Dia pasti dari Grey Terminal."


"Lihat saja pakaiannya yang kotor itu."


"Nak, jangan dekati anak kecil itu. Kau bisa tertular penyakit yang mematikan."


Natsu pun langsung mengerutkan dahinya saat mendengar bisikan-bisikan dari warga sekitar. Semua mata tertuju pada Natsu dan bisa Natsu simpulkan bahwa mereka semua terlihat jijik melihat Natsu.


Natsu pun langsung melihat pakaiannya sendiri dan memastikan bahwa pakiannya tidaklah kusut atau pun robek.


"Tidak ada yang salah dengan pakaianku. Rambutku juga rapih. Kenapa mereka semua beraksi seperti itu saat melihatku?" Ucap Natsu dengan pelan.


"OOIII BOCAH!"


Natsu pun menengok kebelakang dan melihat ada dua orang yang mendekatinya. "Kau memanggilku?"


"Ah! Apa kau baru menginjakan kaki di kota ini?" Tanya orang tersebut.


"Hn." Jawab Natsu sambil menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau pasti tidak punya tempat tinggal bukan?" Tanya orang tersebut sambil menyeringai.


"Hn." Natsu pun menganggukan kepalanya lagi.


Kedua orang tersebut pun tiba-tiba tertawa dan menyeringai kepada Natsu. Natsu yang melihat itu pun sedikit risih dengan senyuman mereka.


"Kalau begitu ikut. Aku akan memberimu tempat tinggal." Ucap Orang tersebut.


"Benarkah O-San!?" Ucap Natsu yang sangat senang.


"Tentu saja! Kami ini dari organisasi pecinta anak kecil! Tujuan kami adalah melindungi semua anak kecil yang kehilangan orang tua mereka dan memberikan mereka kehidupan yang layak!" Jawab Orang tersebut sambil tersenyum.


"Terima kasih O-San! Kau rupanya pria yang baik." Ucap Natsu.


"Hahahaha kau tidak perlu berterima kasih seperti itu bocah! Cepatlah ikut denganku." Ucap orang tersebut.


"Baiklah!" Natsu pun langsung berjalan dan mengikuti keuda orang tersebut.


Natsu mengikuti kedua orang tersebut tanpa rasa curiga sedikit pun dan dengan polosnya ia mempercayai semua perkataan mereka.


Hampir 20 menit mereka berjalan, kini Natsu dan kedua orang tersebut tiba dipelabuhan. Natsu membelalakan matanya karena ia tidak pernah melihat pelabuhan sebesar ini sebelumnya. Selama di Kokoyashi, Natsu hanya melihat pelabuhan kecil dan kapal-kapal kecil dan sekarang ia melihat sebuah kapal yang ukurannya sangat besar dan bahkan bisa mengangkut kapal lainnya.


"Sugee! Aku ingin memiliki kapal sebesar itu!" Ucap Natsu.


"Hahahaha kau tidak perlu khawatir bocah! Sebentar lagi kau akan menaiki kapal besar itu." Ucap Orang tersebut.


"Benarkah!? Apa kita akan benar-benar menaiki kapal besar itu!?" Tanya Natsu.


Orang tersebut yang mendengar pertanyaan Natsu pun hanya tertawa dan menyeringai. "Kita? Tidak! Kau saja yang akan menaiki kapal itu!"


BUAGH!


Tiba-tiba, tenguk Natsu di pukul oleh seseorang dan membuatnya pingsan tak sadarkan diri. Kedua orang tersebut pun langsung menyeringai dan berjongkok disebelah Natsu.


"Hahahaha kita akan mendapatkan uang yang banyak."


"Kau benar! Para Tenryuubito itu ingin mendapatkan budak yang usianya di bawah 15 tahun dan aku tidak menyangka bisa menipu bocah ini dengan sangat mudah."


"OI!"


Kedua orang tersebut pun langsung membalikan tubuh mereka dan membelalakan mata mereka saat melihat ada seorang Tenryuubito dihadapan mereka. Mereka berdua pun langsung mengubah posisi mereka dan berlutut dihadapan Tenryuubito tersebut.


"Selamat Siang, Charlos-Sama." Ucap orang tersebut.


"Jangan banyak basa basi. Apa kau mendapatkan budaknya?" Tanya Charlos.


"Tentu saja. Seperti yang kau minta, seseorang yang usianya di bawah 15 tahun." Ucap Orang tersebut sambil menunjuk Natsu.


Charlos pun langsung mengarahkan pandangannya pada Natsu yang sedang tergelatak di sebelah kedua orang tersebut dan Charlos pun langsung tersenyum.

__ADS_1


"Baguslah! Budak-budakku berhasil akan bertambah lagi. Kalian berdua cepat angkut bocah itu ke kapal dan aku akan membayar kalian semua di kapal." Ucap Charlos yang lalu pergi meninggalkan mereka.


"BAIK!"


__ADS_2