Fire Dragon In Strawhat Crew

Fire Dragon In Strawhat Crew
Chapter 3


__ADS_3

"Itu melelahkan" Terlihat Natsu yang terengah-engah.


"Hah..hah..hah.. Kita berlari dengan kencang tanpa henti selama 10 menit." Ucap Sandersonia pun yang juga terengah-engah.


"Hah…hah…hah… Tapi yang terpenting kita bisa meloloskan diri." Ucap Marigold.


"Tapi kita masih belum selesai. Kita harus turun dari Red Line dan baru kita akan seutuhnya bebas." Ucap Hancock.


Mereka berempat kini berdiri ujung tebing Red Line dan jika mereka berempat melihat kebawah, mereka dapat melihat bahwa ada lautan luas yang sudah menunggu mereka.


"Wow ini sungguh keren!" Ucap Natsu


Hancock yang mendengar itu pun langsung mengarahkan pandangannya kearah kanan dan ia melihat sebuah katrol besar yang membawa sebuah kapsul besar dan sepertinya itu adalah elevator yang digunakan oleh para tenryuubito untuk pergi ke bawah.


"Ikuti aku!" Ucap Hancock yang lalu beralir kearah elevator tersebut.


Natsu, Sandersonia dan Marigold pun langsung berlari mengikuti Hancock dan mereka akhirnya sampai di depan elevator tersebut.


"Apa ini?" Tanya Natsu.


"Elevator?" Tanya Marigold.


"Sebaiknya kita cepat masuk ke elevator ini sebelum ada yang melihat kita!" Ucap Hancock.


Mereka berempat pun tanpa berlama-lama lagi langsung memasuki elevator tersebut.


SREET!


Sesaat mereka memasuki elevator tersebut, elevator itu pun langsung bergerak menuju kebawah dengan sendirinya.


"Ki-Kita berhasil?" Tanya Marigold.


"A-apa kita akhirnya bebas?" Tanya Sandersonia.


Hancock yang mendengar pertanyaan dari dua adiknya itu pun hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Ah! Akhirnya kita bisa kembali ke rumah kita."


""UAAAAAAAAA!""


Mari, Soni dan Hancock pun langsung berpelukan dan menangis sejadi-jadinya. Pada akhirnya, hari yang mereka tunggu-tunggu telah tiba dan mereka telah bebas.


Seluruh rantai dan belenggu telah terlepas dan mereka kini bisa menjadi manusia yang bergerak sesuai keiinginan mereka sendiri.

__ADS_1


Disisi lain, melihat 3 wanita itu berpelukan Natsu hanya tersenyun dan ia merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan Eternal poss yang dibuat kakeknya


"Akhirnya aku bisa berlatih dengan kakek." Gumam Natsu.


TRENG!


Elevator pun berhenti dan mereka pun langsung keluar dari elevator tersebut. Terlihat sebuah pelabuhan yang cukup sepi karena saat ini tengah malam dan tidak ada aktivitas di pelabuhan tersebut.


"Ane-Sama! Lihat! Ada kapal kosong disana! Sebaiknya kita ambil kapal itu dan pergi dari sini secepatnya!" Ucap Sandersonia.


"Soni benar! Kita masih berada di wilayah Marijois dan sangat berbahaya bagi kita bila terus berekeliaran disini." Ucap Marigold.


Hancock pun menghiraukan kedua saudarinya itu dan tatapanya terfokus kepada Natsu yang sedang berdiri menatap lautan lepas yang ada didepannya.


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Apa ada tempat yang ingin kau tuju?" Tanya Hancock kepada Natsu.


"Kakekku sedang menungguku untuk berlatih ditempatnya jadi aku akan berlatih disana dan setelahnya aku hanya mengikuti arus." Ucap Natsu


"Aku ingin mengelilingi dunia ini!" Ucap Natsu dengan seringainya.


"Lalu apa kau ingin menjadi bajak laut?" Tanya Hancock.


"entahlah, berkeliling dunia tidak harus menjadi bajak laut, tapi jika berkeliling dunia dan melawan orang orang kuat pasti aku menjadi bajak laut!" Ucap Natsu sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Natsu Dragneel, kalau begitu dimasa depan, kau akan menjadi milikku" Ucap Hancock sambil tersenyum dan mencium pipinya, natsu yang mendengar hanya bingung


"Hmm? Apa maksudmu? Aku tidak paham" ucap Natsu.


"Nanti kau akan tau sendiri, dan punya lebih dari 1 aku mengijinkannya." Ucap Hancock, Natsu yang mendengar itu pun hanya sweetdrop.


“Yah aku tidak tau tapi yaudah aku akan jadi milikmu!" Ucap Natsu dengan polos


"Hahahahah, kutunggu saat kau sudah 17 tahun!" Ucap Hancock sambil memeluk Natsu.


Hancock lalu berdiri dan kembali tersenyum kepada Natsu. "Kalau ada waktu temui kami"


"Oke Hancock!" Ucap Natsu sambil tersenyum.


Hancock yang mendengar itu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Berhati-hatilah. Ingat, jadilah pria yang baik terutama pada wanita dan perlakukan mereka dengan baik! Jangan menjadi pria yang brengsek dan jadilah pria yang sopan. Jangan meminum alcohol sampai kau berusia 17!"


Natsu yang mendengar itu pun memiringkan kepalanya karena kebingungan dengan ucapan Hancock.


"Kenapa kau cerewet sekali? Bahkan kakek tidak secerewet sepertimu." Ucap Natsu.

__ADS_1


"Itu adalah nasihat dari pasanganmu dan sebagai ucapan terima kasihku karena kau telah menyelamatkanku." Ucap Hancock sambil tersenyum.


Hancock pun langsung membalikan badannya dan perlahan ia beserta kedua saudarinya itu pun pergi meninggalkan Natsu.


"saat kau sudah menjadi pria yang hebat, datanglah ke Amazon Lili. Aku menunggumu disana, ‘Anata’" Ucap Hancock sambil berjalan.


Natsu yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan ia melambaikan tangannya dan memberi salam perpisahan kepada. "Sampai bertemu, Hancock!"


TIME SKIP 3 HARI


Setelah pertemuannya dengan Hancock dan kedua saudaranya, Natsu melanjutkan perjalanannya dan kini ia sampai disebuah pulau misterius dan tidak berpenghuni. Natsu, memutuskan untuk singgah di pulau ini dan makan sebelum pergi ke kakeknya, Sebenarnya Natsu telah sampai di pulau ini satu hari yang lalu namun karena lelah, ia memutuskan untuk tidur di pulau tersebut.


Kini ia telah terbangun dan ia harus mencari sesuatu untuk dimakan karena jika tidak, ia akan mati konyol kelaparan.


"Sial! Jika aku tidak ditangkap oleh kedua orang itu, pasti aku sudah makan daging dengan kakek!" Natsu menggerutu sambil berjalan untuk mencari makanan.


Sudah sekitar 10 menit ia berjalan dan ia tidak menemukan buah, hewan atau apapun untuk dimakan sampai matanya sedikit mengecil karena ia melihat sesuatu yang cukup unik.


"Apa itu? Kotoran hewan?" Tanya Natsu.


Natsu melihat sebuah benda berwarna merah, Namun yang menjadi menarik adalah benda itu terlihat seperti buah dan memiliki corak aneh.


Natsu pun berjalan mendekati benda yang berbentuk seperti buah itu dan mengambilnya.


"Apa ini? Buah?" Natsu menatap buah itu sekitar dua menit dan ia berpikir haruskah ia memakan buah itu karena ia takut buah itu beracun dan ia akan mati konyol.


"Ah! Masa bodo! Walaupun ini beracun, aku tidak akan mati!" Ucap Natsu.


Natsu pun lalu memakan buah itu sekaligus dan mulai mengunyahnya.


HOOOEEEEKK! CUUUUHHH!


Seketika wajah Natsu pun pucat dan wajah Natsu pun memutih. Ia mencoba memutahkan buah yang ia telan karena rasanya sangat pahit.


"Buah macam apa ini!? Ini bukan makanan!!" Ucap Natsu.


Namun seketika Natsu merasakan sakit diseluruh tubuhnya dan perlahan tubuh Natsu diselimuti aura berwarna merah berapi api.


DUAAAAAAAAAR!


Tercipta sebuah ledakan yang sangat besar dan menghancurkan sebagian kecil dari pulau tersebut.


Sebuah sisik pun muncul di bawah kedua mata Natsu dan kukunya berubah menjadi sebuah cakar yang tajam seperti naga. Taring di giginya tumbuh dan membuatnya terlihat seperi seekor binatang buas, matanya pun berubah dan mirip seperti mata naga, semua indra nya meningkat pesat terutama indra penciumannya

__ADS_1


Karena barusan, ia baru saja memakan buah iblis yang sangat langka. Mhytical Zoan: Ryu Ryu no Mi: Model: Fire Dragon


__ADS_2