FLOW CHANGER

FLOW CHANGER
Chapter 02


__ADS_3

novel itu Masi ada dipelukan ku.air mata ku terus menetes,suara ku semakin serak,perasaan ku kacau balau,mataku sembab,bahkan air mata sudah tidak bisa keluar lagi.aku tidak bisa menerima akhir yang hanya menguntungkan tokoh utama wanita itu.


"Ka..kalau saja.. aku ada disana,aku pasti akan menghentikan... Azlam untuk ikut berperang hiks..hiks"


ya,aku hanya bisa menanggis dan meratapi kesedihan ku ini seorang diri.


aku terus menanggis tanpa henti walau mata ku sudah sembab tanpa aku sadari


berlahan keluar setetes air dari mataku,dan terjatuh di atas novel. seketika buku itu mengeluarkan cahaya biru yang begitu terang,bahkan cahaya nya dapat menembus selah-selah jendela kamar ku.


Seketika......


\=\=\=\=\=\=\=


"Hah."


Aku menghela nafas lelah,baru bangun tidur dan...


"Di..dimana ini ?!"


seketika aku tersentak.entah bagai mana ini bisa terjadi tapi yang jelas aku sudah tidak berada di kasur ku lagi.ini bukan rumah ku, tempat ini besar dan banyak perabotan antik.


seperti ada disurga,bahkan kasur nya lembut seperti benang sutra..tu..tunggu..!! apa ini mimpi..?


aku mencubit pipiku dengan keras,dan rasa nya sakit.itu bearti ini bukan mimpi...!!!


"BAGAIMANA BISAAAA...!!!"


aku menjerit dengan keras dan mulai memukul-mukul wajah ku.


"Apa yang kau lakukan?"


tiba-tiba ada suara pria,aku langsung menatap kearah suara itu muncul dan aku melihat seorang peria tinggi berjubah hitam sedang menatapi diriku yang masih berpose memukul pipi.


aku menatapi diri nya dengan serius.


tanpa aku sadari wajah ku sudah ada di depan wajah nya.yap,aku berjalan sendiri mendekati pria tersebut tanpa sadar.


mata ku seketika berlinang dan wajah ku memerah,aku tidak menyangka kalau aku bisa bertemu karakter yang aku sukai.aku ingin menanggis tapi entah kenapa air mata ku tidak bisa keluar.yah mungkin itu karena kemarin aku menanggis terlalu kencang.


"Apa ada yang salah?"


Azlam menatap wajahku dengan sangat dekat,hampir mengenai bibirku.


seketika aku menanggis tanpa air mata,ah..aku tidak bisa menahan kebahagiaan ini.


"Eh..kenapa tiba-tiba menanggis !!?"


Azlam panik,mungkin dia berfikir aku takut dengan wajah nya.


"ALDAF!!"


tak lama setelah Azlam memanggil Aldaf datang lah seorang pria berambut perak menghampiri Azlam dan menunduk kan badan.


"Ya yang mulia,ada yang bisa saya bantu?"


Ucap Aldaf dengan tangan di dada.

__ADS_1


"Kau jaga wanita ini dan tanyakan apa wajahku seseram itu !!"


setelah Azlam bicara seperti itu dia langsung pergi dengan tampang kesal.


Ughk..dia benar-benar salah paham dengan ku. tapi wajah kesal nya terlihat lucu.


"Selamat pagi nona,silahkan membersihkan wajah anda dulu dan akan saya ambil kan sarapan"


ucap Aldaf dengan sopan.


"Umh..yah"


kalau dilihat-lihat secara teliti Azlam dan Aldaf memang orang yang tampan, walaupun mereka memiliki kulit yang gelap.


"Em..Aldaf !?"


ucap ku sambil tersenyum ceria.


Aldaf sedikit terkejut menatap ku,namun berlahan raut wajah nya kembali seperti semula.mungkin dia sedikit kaget mendengar perkataan ku yang langsung menyebut nama nya.


"Ma..maaf aku sudah tidak so..."


Aldaf tiba-tiba memotong pembicaraan ku dan berkata...


"Tidak apa nona,apa ada yang anda butuhkan?"


"Tidak kok..emm.. apa aku boleh memanggil mu Aldaf ?"


ya! walau aku sedikit canggung,setidak nya aku sudah mengatakan nya hehe...


"Ah...tentu saja Nona"


Aldaf sudah mau pergi menuju keluar pintu,sebelum terlambat aku memnggil nya..


"ALDAF...!! apa kau bisa memanggil ku Obelia?"


Aldaf memalingkan kepalanya dan menatap ku. dia tersenyum dan mengangguk kan kepalanya sedikit.


Ah..aku tidak ditolak aku benar-benar senang, walaupun ini pertemuan pertama kali nya.suatu hari nanti kami pasti akan akrab hehe.


kalau dipikir-pikir kenapa aku bisa memahami bahasa mereka,bahkan aku berbicara menggunakan bahasa mereka juga.ah lupakan itu yang terpenting sekarang bagaimana caranya aku mencegah Azlam


agar tidak jatuh cinta dengan tokoh utama wanita yang licik itu.


"Tok tok"


"Nona Obelia saya membawa sarapan Anda"


itu Aldaf sudah datang,baiklah ini saat nya memulai interogasi. karena aku tidak tau aku masuk di bab novel yang mana.


"Ah masuk lah Aldaf"


Aldaf masuk dan meletak kan sarapan nya di meja luar balkon.


"Selamat menikmati sarapannya Nona Obelia"


ketika Aldaf berbalik untuk pergi dari kamar aku langsung menarik tangan nya.

__ADS_1


"Tu..tunggu Aldaf...ayo sarapan bersama ku"


"Saya sudah sarapan Nona Obellia"


agar Aldaf tidak pergi aku langsung memaksa nya duduk di depan ku.


"Em..baiklah kalau begitu tetap lah disini "


"Tapi Nona Obelia,saya.."


wajah Aldaf terlihat seperti panda,bahkan dia sampai berkeringattan.


"Kumohon Aldaf"


hehe.. panda kecil tetap lah bersama ku. aku hanya ingin mengetahui kondisi kalian saja kok.


"Baiklah Nona Obelia,tapi saya tidak bisa lama-lama disini,karena Masi banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan"


"ya ini tidak akan lama,aku hanya mau tanya tanggal dan bulan berapa ini ?"


"tanggal 19 bulan 8 Nona"


itu berarti 1 bulan lagi atau tepat nya ketika acara jamuan di istana Nillq tokoh utama wanita akan datang.


Untung nya Masi banyak waktu untuk menjauh kan Azlam dari tokoh utama wanita nya.


"Yap,Aldaf aku sudah selesai sarapan nya"


"Ah..Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu Nona Obelia.semoga hari anda indah"


"Aldaf..."


"Ya Nona Odelia?"


"Apa kau akan terus memanggilku Nona Odelia?"


"Ah itu ..."


"Baiklah tak apa tuan Aldaf,kau bisa memanggilku seperti itu kok"


Aldaf apa dia type orang yang tidak banyak bicara?tapi di Novel dia orang yang selalu berusaha keras untuk membuat Azlam


merasakan Cinta,bahkan sampai dia di usir.


Hmm..apa karena aku orang baru jadi dia tidak mau terlalu akrab dengan ku ya.. ah lupa kan yang penting dia selalu tersenyum didepan ku.


Aldaf sudah keluar dari kamar 3 menit yang lalu.dan sekarang apa yang harus aku lakukan?..


tak lama tiba-tiba ada 6 pelayan yang datang menghampiri ku..


"Selamat pagi Nona"


"Pa..pagi ada apa ya ?"


"Nona,tuan Azlam mengirim kami untuk membantu anda mandi"


"Ma..mandi !!?"

__ADS_1


Siapa sangka mandi juga harus dibantu.uhh... ini benar-benar memalukan..


__ADS_2