
Setelah beberapa menit, aku pun berjalan menuju kamar mandi, para pelayan memandikan dan menggosok tubuhku.
"Nona anda ingin menggunakan wewangian apa untuk dicampurkan kebak mandi ?"
Tanya salah seorang pelayan yang sedang berdiri di samping ku.
hmm..aku menyukai aroma lemon,tapi
di dunia fantasi yang seperti Mesir ini mempunyai buah yang sama dengan yang ada di Duniaku.
aku coba tanya kan saja terlebih dahulu..
"Emm, apakah kau tahu buah Lemon?"
tanyaku ragu-ragu.
Pelayan tersebut mengangguk pelan ke arah ku.
"Kalau begitu aku akan menggunakannya,"
Jawabku yang akhirnya dapat bernafas lega, karena setidaknya di dunia seperti ini ada buah semacam Lemon.
"Baik nona."
Pelayan tersebut pergi untuk mengambil minyak wewangian yang akan dicampurkan kedalam air bak mandi.
Aku memperhatikan para pelayan lainnya yang sedang memndikanku dan kalau diamati.semua orang yang di dunia fantasi ini rata-rata berkulit gelap.
\=\=\=\=\=\=
Setelah selesai mandi para pelayan juga membantuku berpakaian,
"Nona pakaian mana yang ingin anda kenakan?"
ucap salah satu pelayan di samping ku,
"Terserah kalian saja"
ya! seperti itu lah Jawaban yang paling cocok,
lagi pula aku tidak mengerti cara memakai pakaian mereka.
"Baiklah nona,bagai mana kalau yang warna putih?"
"ya,warna putih juga bagus"
ucapku dengan sedikit ketidak mengertian.
para pelayan mulai mendandaniku,dengan sangat teliti,ahh ini benar-benar canggung aku merasa seperti patung. tak bisa bergerak sedikit pun.aku harus memulai pembicaraan agar tidak ada suasana canggung,tapi apa yang harus aku tanyakan...
aghkk otak ku tidak berfungsi..
"Nona ?"
"Ah..iya"
__ADS_1
syukurlah dia memulai percakapan duluan hehe..hampir saja aku mati dalam keadaan otak membeku.
"Nona berasal dari negara mana,soal nya kulit anda sangat putih,bahkan lebih putih dari kulit-kulit orang selatan"
"Eh..apa orang berkulit putih itu sulit dicari?"
Ucapku sambil sedikit binggung,.
"Iya nona,orang yang berkulit putih itu sangat jarang,bahkan sekarang orang-orang berkulit putih sudah tidak pernah terlihat lagi"
"Eh..kemana mereka pergi ?"
"Orang-orang yang berkulit putih akan di jual di Haram"
"Haram ??"
"Ya Nona,bahkan yang sudah tidak dibutuhkan lagi akan di jual sebagai budak"
haram? budak???...
apa itu sebuah rumah bordir, ya tuhan dunia novel ini benar-benar kejam.
"Nona sudah selesai"
" Uh..ya !!"
"Nona anda terlihat seperti Dewi"
ketika aku menatap diriku di cermin,hanya 1 kata yang aku pikirkan, ya aku terlihat seperti DEWI ,apa ini benar-benar aku.aku jauh berbeda dari diri ku didunia nyata.aku yang dulu hanya menggunakan seragam sekolah dan kaos oblong setiap berada dirumah.berbeda dengan diriku yang sekarang...
eh..tapi pakaian ini sangat terbuka..
"Nona Odelia apa anda sudah siap?"
Tanya Aldaf yang berada diluar ruangan.
"Ya aku segera kesana"
Aku berlari pelan kearah pintu,dan berlahan membuka pintu. Aldaf persis berada didepan ku yang sedang berdiri sambil menatap ku,raut wajah nya terlihat kaget.
"Ahh..apa penampilan ku berlebihan?"
ucap ku sedikit malu sambil menatap kearah lorong ruangan,
"Tidak Nona anda terlihat anggun"
Jawab Aldaf sambil tersenyum dan menyipitkan matanya.
Up,setelah mendengar jawaban Aldaf entah apa yang terjadi padaku,wajah ku tiba-tiba panas dan prasaan malu keluar sendiri dari raut wajah ku.ekspresi wajah ku tak bisa disembunyikan,dan Aldaf yang masi berdiri didepan ku terlihat menahan tawa nya.
ya ampun,ini sungguh-sungguh memalukan ucap ku dalam hati.
"Baiklah nona obelia mari saya antar ke bawah"
"Ba..baik lah !"
__ADS_1
jawabku gagap sambil menatap lorong ruangan.
Aldaf sedikit menundukkan kepalanya dan mulai melangkah.aku menatap Aldaf dan berpikir Kalau saja Aldaf dan Azlam berada di duniaku,sudah pasti mereka akan menjadi artis, dengan kulit nya yang gelap mugkin mereka akan mendapatkan peran sebagai raja Mesir atau boy band terhot di sepanjang massa hehe..
sementara itu ketika aku memikirkan hal-hal aneh,Aldaf yang berada disampingku terlihat sedang tersenyum kecil.
"Nona Odelia,tuan Azlam sudah menunggu anda"
"Ahh... ya,biklah"
tanpa sadar sepanjang jalan aku memikirkan hal-hal yang tidak penting,sampai ke ruangan bawah ini.
Aku kemudian membuka pintu dan masuk keruangan Azlam ,terlihat sesosok orang berjubah hitam sedang duduk di kursi,tepat nya kursi didepan diri ku.
"Kemari..dan duduk lah"
Ucap sosok pria yang sedang duduk didepanku.
ya itu Azlam yang selalu mengenakan jubah hitam,aku tidak tahu apa alasan nya menggunakan jubah hitam,karena dinovel tidak dijelaskan alasan Azlam.
"Baik"
eh.. kenapa dia mengenakan topeng...
"Hm..apa aku masi terlihat seram ?"
Ucap Azlam sambil menatap ku.
Aku tercengang,kenapa dia menanyakan hal itu...
apa yang kemarin itu membuat dia benar-benar salah paham dengan ku?...
"Aku sudah menggunakan topeng"
"Eh.!!?"
ya tuhan jadi itu alasannya dia mengenakan topeng hanya untuk tidak membuat ku ketakutan...
bukankah ini terlihat sangat manis,tapi hati ku sedikit geli mendengarkan nya,jadi aku langsung melepas tawaku didepan nya.
"Pufff...Hahaha tidak kok,kau tidak seram sama sekali,tapi kau adalah orang sangat tampan yang pernah ku temui "
Ucap ku sambil menggodanya..
"........!!!"
Aldaf seketika membisu dengan wajah merah,
dia terlihat terkejut mendengar perkataan ku karena telah menggoda nya.
Ya ampun ini sangat menyenangkan hehe.. ucapku dalam hati.
siapa sangka godaan ku tadi membuat seisi ruangan menjadi canggung,bahkan Azlam nya duduk didepan ku tanpa sepatah katapun.
ughh ini suasana mencekam, kalau diingat-ingat Azlam memang type orang, yang kalau tidak memilikinya topik pembicaraan,dia akan tetap membisu seperti mengangap tidak ada orang di hadapan nya.
__ADS_1