
Mengganti pakaian pun berlalu,
Aku dan Kaiya segera menuju keAula makan malam.
Setelah sesampainya di Aula makan malam,
"Semoga makan malam anda berjalan lancar nona" Sebut Kaiya sambil tersenyum ceria kepadaku.
"Ah..ya" Balasku dengan senyum Terimakasih.
Tak lama setelah Kaiya pergi,aku pun mulai membuka pintu aula.
Aku disambut dengan Aldaf yang sedang berdiri sambil tersenyum di dekat meja makan,tepat nya di samping Alzam yang sedang duduk menunggu kehadiran ku.
Aku sedikit terkejut,karena Alzam terlihat sedikit berbeda,ah..maksudku Alzam berbeda karena sedang mengenakan jubah berwarna biru,yah setidaknya dia sudah mengganti warna nya.
"Ah..maaf telah menunggu" Ucap ku sedikit menundukkan kepala.
"Ya tak apa" Sambut Azlam sambil mengangguk.
Makan malam pun dimulai,Aldaf terlihat seperti terus menatap ku.aku tak tau pasti apa alasan nya terus menatap ku sampai tak berkedip sekalipun.
Aku berlahan mengelap bibirku dengan kain yang disediakan disamping piring. ugh..tatapan Aldaf membuat ku terganggu jadi aku tak dapat menghabiskan seluruh makanan dimeja hiks-hiks.
Setelah makan aku meletakkan kain yang sudah kugunakan tersebut dan mulai berdiri dari meja.
"Azlam..aku sudah selesai, terimakasih" Tanya ku dengan wajah senyum.
"Ya,kau boleh kembali" Jawab nya dengan mengganguk kepala.
Saat aku mulai berpaling dari meja, tiba-tiba Azlam mencegahku dengan suara nya yang menyuruh ku berhenti.
"Tunggu Obelia,biar Aldaf yang mengantar mu"
"Eh...apakah tidak merepotkan untuk tuan Aldaf"
__ADS_1
Hehe akhirnya kena kau panda,.
"Tidak sama sekali,Aldaf segera antar Obelia sampai kekamarnya"
Aldaf terlihat sedikit kaget dengan jawaban Azlam,
Sayang sekali tak ada alasan Aldaf untuk menolak suruhan Azlam kan.
Aldaf tepat berada disampingku,ia tak mengatakan sepatah katapun.
Wajahnya terlihat canggung,mungkin dia tahu kesalahan nya kepadaku.
"Aldaf..apa kau tadi menatap ku" Tanya ku sambil melirik kearah nya.
"Eh...ti..tidak" Jawab Aldaf dengan gugup.
Hmm..dari sini terlihat jelas,kalau dia berbohong.
"Kau menatapku !" Tanya ku lagi.
Hmmm.. kecurigaan ku semakin meningkat.
"Kau menatapku !"
"Ti..tidak"
"Kau menatapku !"
"Tidak Nona"
"Apa alasan nya !"
"A..alasan apa nona ?" Jawab Aldaf dengan wajah binggung.
"Alasan kau menatapku !?" Tanya ku dengan lirikan maut.
__ADS_1
"Saya ti..tidak..".
Seketika aku memotong jawaban Aldaf yang selalu berbohong.padahal aku melihat jelas kearah nya,tak mungkin dia menatap makananku tadi kan.
"Apa kau menyukaiku?" Tanya ku sambil menghadang jalan nya dan menatap mata nya dengan sangat dekat.
Aldaf terlihat mematung didepan ku,tak lama wajah nya mulai memerah,bahkan sangat merah seperti kepiting rebus.
Ia memaling kan wajah nya kearah dinding,
Haihh pandaku imut sekali...
"Jadi kau..,haha..aku tak menyangka didunia yang aku tak kenal,aku mendapat kan seseorang yang menyukaiku,haha..didunia ku dulu tak ada seorang pun yang pernah menyukaiku huh menyebalkan" Jawabku dengan blak-blakan.
Aldaf terlihat terkejut dengan jawaban ku,
Aku juga tak sadar telah mengatakan yang barusan,jadi aku tak mengkublis keterkejutan Aldaf.
Kemudian aku segera masuk kedalam kamar ku.
"Terimakasih sudah mengantar ku Aldaf," Ucapku dengan wajah ceria.
"Ya sama-sama" Jawab nya sambil tersenyum.
\=\=\=\=\=\=
Flash back Aldaf:
A..apa yang tadi dikatakan nona obelia,"Diduniaku" apa..dia benar-benar bukan dari sini.
Ka..kalau begitu,nona obelia Dewi yang telah diramalkan itu,aku harus segera memberi tahu kan masalah penting ini ke raja Az sesegeramungkin.
\=\=\=\=\=\=
Raja Az panggilan Aldaf secar pribadi ke Azlam.
__ADS_1
\=\=\=\=\=