
"TIDAAAAAAAK" teriak Lilly
Mendengar teriakan dari Lilly, Grace dan Mia yang sedang ada di dorm berlari masuk ke kamar Lilly yang memang mereka larang untuk di kunci. Sky dan Bloom masih ada pekerjaan di luar jadi mereka tidak ada di asrama.
"Lilly...." Seru Grace dan Mia
"KAKAAAAK" Lilly langsung memeluk kedua orang itu.
Mia pun langsung menepuk pelan punggung Lilly, sedangkan Grace memberikan air di nakas yang berada tepat di samping ranjang Lilly. Mereka berdua saling bertukar pandangan, dan sepakat secepatnya Lilly harus dibawa ke dokter.
Keesokan paginya, mereka semua bersiap. Dan kali ini mereka di make up di dorm, sejak pagi beberapa kameramen sudah datang ke dorm mereka yang berada di Jepang.
Mereka bercanda dan tertawa seperti biasanya, tak ada yang dibuat-buat karena setiap pagi memang kondisi dorm mereka pasti berisik, apalagi kalau bukan karena si happy virus Mia dan Grace. Lilly yang paling akhir di make up, karena sejak pagi ia menyiapkan sarapan untuk semua orang di bantu oleh Sky.
"Apa yang kamu masak?" tanya salah satu cameramen yang mengikutinya.
"Ini? Uhm mau coba?" sebut Lilly sambil tersenyum.
Jelas saja ini membuat kameramen yang masih muda itu tersipu malu dan mengangguk, Lilly memang calon pasangan idaman, dan sudah banyak yang setuju akan hal itu.
"ini..." Lilly menyuapi kameramen itu dengan kimbap yang ia buat. Semua orang yang ada disana langsung berkomentar bahwa episode kali ini pasti sukses besar membuat fans Lilly cemburu.
"Kameramen san, hati hati saat pulang nanti, kau tau fans Lilly itu posesif" seru Mia sambil tertawa.
Lilly juga hanya tertawa, sedangkan kameramen yang tadi disuapi oleh Lilly tertawa dan tersipu malu, ia terus menatap wajah polos tanpa make up itu. Menyadari hal itu gadis itu tersenyum kembali ke arah Kamera.
Banyak artis yang cantik, sangat cantik. Tapi dari semua artis yang pernah para staff tv temui baru Lilly saja yang secara jujur membuat mereka terpesona. Apalagi pembawaan Lilly yang lembut dan anggun. Di grup sendiri Lilly memang merupakan salah satu member yang paling banyak menarik fans. Itulah mengapa Fullmoon disebut sebagai harta karun agensi Music Star.
Kepergian mereka cukup lama ke Jepang ini juga karena gagasan dari Sky, yang ingin juniornya mendapatkan spot yang sama dengan Fullmoon. Karena baru 1 bulan lalu agensi mereka mendebutkan girl grup baru dengan konsep yang berbeda dengan Fullmoon, tapi popularitas mereka sangat berbeda dengan ketika Fullmoon debut karenanya Sky ingin agensi mengepush girl grup New World untuk setidaknya mengejar ketinggalan mereka.
Persiapan mereka pun akhirnya rampung, Lilly juga sudah mendapatkan make up dan hair do, bahkan telah mengganti kostumnya.
Hari ini adalah shooting pertama reality show tentang keseharian fullmoon mereka akan mendatangi tempat-tempat bersejarah, tempat yang sedang viral dan memainkan games.
Semua member saat ini sudah ada stasiun dan banyak sekali fans yang sudah menunggu disana. Para fans berteriak sangat kencang, memanggil nama para member, dan seperti biasa para member sangat ramah, mereka menerima surat dan beberapa hadiah.
Karena terlalu berdesak-desakan ada salah seorang fans yang terjatuh di depan Sky, dengan sigap Sky langsung membantu fans itu berdiri dan membersihkan roknya yang kotor karena terjatuh.
Sikap Sky ini malah semakin membuat fans histeris, hingga akhirnya body guard dan para staff memanggil keamanan. Bloom langsung meminta semua fans untuk tenang, sedangkan Mia asik berbincang dengan fansnya dan meminta mereka untuk mempromosikan acara ini.
__ADS_1
Dengan sedikit perjuangan akhirnya mereka semua sudah ada di shinkansen saat ini, untuk bertolak ke Kyoto, tempat shooting pertama mereka. Sedangkan beberapa kameramen lainnya menunggu kereta kedua sambil mengambil kesempatan dan mewawancarai para fans.
Didalam shinkansen mereka tidak banyak bicara, karena takut mengganggu penumpang yang lain, namun ada beberapa orang yang menyadari bahwa mereka sedang duduk satu gerbong dengan Fullmoon.
"Bagaimana perasaan kalian tadi saat di stasiun?" tanya salah satu staff dengan pelan
"Sangat senang, rasanya tadi aku ingin mengadakan fans sign disana, hahaha" seru Grace
"Tadi anda keren sekali Sky san, rasanya kalau anda laki-laki dan berkarir di boy grup, pasti anda akan lebih terkenal dari sekarang"
"Oh...bukankah aku sudah cukup tampan?" seru Sky sambil menaruh tangannya di dagu.
Kameramen itu tertawa, dan mengangguk "sepertinya anda bisa mengalahkan saya saat mencari jodoh" seru kameramen itu.
"Mungkin juga, anda pasti kalah dengan saya Hahahaa bercanda, dulu Lilly sering sekali terjatuh, jadi aku sensitive melihat hal seperti itu, bisa dibilang itu seperti kebiasaan" sambil mencubit pipi Lilly.
Lilly hanya tersenyum saja, ia memang tidak banyak bicara, kepalanya sakit sekali, entah kenapa ini semua tidak terlihat baik. Semakin dekat dengan tujuan kepala Lilly justru semakin nyeri. Beberapa kali ia menutup matanya, dan terdengar suara para pria yang berteriak sambil menunggangi kuda. Entah apa yang terjadi, tapi yang pasti Lilly benar-benar terganggu dengan semua ini.
"Uhm permisi aku mau ke toilet dulu" seru Lilly setelah 2 jam berlalu
"Kamu baik-baik saja kan ?" tanya Sky
Baru berjalan sebentar, Lilly mengucek-ngucek matanya. Sekelilingnya kini bukan lagi kereta, tapi hamparan rumput dengan sungai disampingnya. Perlahan Lilly terus berjalan, apa yang ia lihat persis seperti adegan film Hollywood Tomorrow land, ia panik dan berusaha tenang.
'Aku pasti kecapean, ini tidak mungkin jelas-jelas aku masih di Shinkansen' Lilly berputar beberapa kali, ia melihat sekelilingnya, tidak ada orang satu pun, hingga ia mencubiti pipinya.
Baru saja ia ingin berteriak, ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya.
"Lilly kamu gak apa-apa? Muka mu pucat"
"Ka Bloom"
"Hei ada apa...."
"Kakak...aku aku...." Lilly mengenggam tangan Bloom dengan sangat erat, tangannya sangat dingin, sehingga Bloom sadar memang ada yang tidak beres dengan membernya ini.
"Lilly tenang dulu...ayo kembali ketempat dudukmu" seru Bloom menarik ke tempat duduknya dengan Sky dan Lilly.
"Ada apa?" tanya Sky kaget.
__ADS_1
"Sepertinya serangan panik, bagaimana ini ka?" tanya Bloom
"Ada apa? Tanya Mia yang berada di kursi depan.
"Mia tolong bilang pada ka Hana, minta tas obat yang aku bawa tadi"
"Baiklah" jawab Mia segera bergegas ke bangku belakang
"Tidak tidak, aku baik-baik saja ka, tadi aku lihat itu, seperti semua yang ada dimimpi ku...benar-benar sangat nyata, rerumputannya dan sungainya itu. Ka apa yang harus aku lakukan?"
"Kamu melihatnya?" tanya Bloom heran
"Lilly kamu pasti kelelahan, tadi malam kamu sama sekali gak bisa tidur kan?" jawab Sky
"Tidak ka...aku...aku yakin ka tadi itu nyata..." seru Lilly sambil menangis pelan.
"Ini...ini obatnya, Lilly gpp???"tanya Mia khawatir
"Gpp, udah duduk lagi sana" seru Bloom
"Ok, kalau ada apa-apa aku di depan ya..." seru Mia yang di tanggapi dengan anggukan saja oleh Sky dan Bloom.
Waktu terus berjalan, sedangkan Lilly sudah lebih tenang setelah minum obat, ia bahkan sudah merasa lebih baik saat ini. Karena sudah hampir sampai para kameramen kembali bersiap-siap lagi dengan equipmentnya, mereka akan mulai menshoot kembali.
15 menit kemudian, akhirnya mereka sampai, seperti saat di Tokyo di Kyoto juga mereka sudah disambut oleh para fans, tapi karena waktunya mepet untuk bersiap shooting kembali, para member hanya bisa melambaikan tangan saja.
"Baiklah kita take disini" seru salah satu staff.
"Ok" mereka dengan cepat meretouch make upnya. Dan berbaris sambil bersiap memperkenalkan grup mereka.
"When the Sky goes dark we will be always with you, the one and only one, your fullmoon. Hello everyone we are fullmoon, nice to know you all" perkenalan mereka di depan stasiun Kyoto itu di sambut tepukan tangan dan teriakan para fans.
Dari jauh seorang pria memakai hoodie hitam dan masker hitam, memandang kearah Lilly yang sedang tersenyum.
'Kita lihat apa yang akan terjadi kepadamu selanjutnya, nona manis..." seru laki-laki itu yang tak lama menghilang tanpa jejak.
__ADS_1