
Sky dan Grace saat ini berjalan di depan dan memandu acara. Tak lama mereka sampai di tujuan, yaitu sebuah kuil yang sangat besar. Kuil ini sangat bersejarah sehingga di sakralkan, karenanya hari ini mereka akan menerima tantangan dari pengurus kuil untuk menjadi gadis Miko selama 2 hari, dan diakhir hari mereka akan diajari tarian khas gadis Miko di kuil tersebut.
Yang terpilih dalam tantangan itu adalah Sky dan Lilly, jadi ketiga orang lainnya hanya akan membantu pekerjaan para staff di kuil tersebut. Saat ini mereka sedang berganti baju dan di bantu oleh para staff dari kuil tersebut.
“WAAAAAH Sky dan Lilly cantik sekali” teriak para staff kuil juga para staff produksi.
“Sky bagaimana, apa kau nyaman dengan baju ini?”
“Hahaha, ini pengalaman baru bagiku, pakaiana ini nyaman, aku suka” seru Sky pada kameramen.
“Lilly kau benar-benar mirip gadis Miko sungguhan, benar-benar seperti dewi yang menjelma jadi manusia, cantik sekali hahaha”seru para gadis Miko yang sesungguhnya.
“Tidak kakak-kakak disini lebih cantik daripada diriku” jawab Lilly dengan wajah super memerah.
Bloom, Grace dan Mia saat ini sudah di pusat pembelajaan, mereka membeli beberapa bahan makanan untuk games kecil nanti malam, berbagai cemilan dan minuman mereka borong semua, hingga para staff produksi kebingungan.
“Apa yang kalian lakukan?” tanya kameramen
“Belanja?! Hahahahaha” jawab Mia sambil tertawa, ia sangat senang karena bisa belanja dengan puas.
“Setelah ini kami pasti akan di maki-maki Direktur Kang, hahaha” seru Grace.
“Maafkan kami direktur, terimakasih black cardnya, biarkan kami belanja dengan puas” tukas Mia
“Itu credit card siapa?” tanya Kameramen
“Ini??? Hahaha ini punya perusahaan. CEO kami menitipkannya pada pak Kang” jawab Bloom sambil masih mencari cemilan yang lain.
Ketiga gadis itu membeli oleh-oleh juga untuk Sky dan Lilly. Mereka terus tertawa saat melihat betapa banyaknya belanjaan mereka.
“Kenapa kalian terus tertawa” tanya salah satu staff produksi.
“Saat melihat ini ka Sky pasti akan menghukum kami, hahahaha” seru Grace.
“Apa Sky seketat itu?” tanya salah satu staff kembali.
“Iya karena ka Sky yang selalu mengurus keuangan kami selama di dorm, ka Sky yang mengontrol apa yang penting dan tidak bagi kami, dia memang benar-benar seperti ibu, bahkan ia memaksa kami untuk investasi” seru Bloom.
“Iya ku rasa itu baik” seru Mia.
Ketiga gadis itu tiba-tiba terdiam, wajah mereka tiba-tiba memerah. Mereka tersenyum dan segera membayar belanjaan mereka, ternyata lagu debut mereka sedang di putar saat ini di swalayan itu.
“AAAAAA aku malu….” Seru Mia yang membuat kasir tertawa.
Sepertinya semua yang ada disana memang menyadari kedatangan member Fullmoon, sehingga sengaja memutarkan lagu debut mereka.
Pada akhirnya mereka bergegas menyelesaikan shootingnya, dan tiba juga waktu istirahat. Seperti yang sudah di prediksi, Sky memarahi para membernya, dan membuat mereka berjanji untuk tidak begitu lagi.
Sedangkan Lilly yang sudah selesai take dan tidak kena omel Sky, langsung bergegas keluar ruangan, ia ijin mau keluar sebentar untuk mencari udara segar, ia pun di ijinkan berjalan-jalan hanya di dalam area kuil saja.
Lilly pun mengiyakan, ia mulai menyusuri jalan tapak demi setapak, karena kuil ini sangat besar, jadi banyak sekali tempat yang tidak terlalu di ekspos atau bahkan terlarang untuk dimasuki.
Saat ini sedang berjalan-jalan di sekitaran kuil merasakan ada hal yang aneh. Ia yang sudah tidak menggunakan hakama dan atasan kimono yang biasa di gunakan oleh para gadis kuil, malah menarik pandangan orang-orang yang ada disana. Mereka mengagumi wajah kecil dengan mata bulat milik gadis itu, di tambah bulu matanya yang lentik juga kulit putihnya yang mulus, bibirnya yang mungil berwarna pink itu membuat semakin banyak orang yang jatuh cinta pada kecantikannya, hingga ia mendapatkan julukan idol tercantik di generasi saat ini.
__ADS_1
Lilly menggunakan dress putih selutut dengan rambut coklatnya, karena sudah lewat masa debut ia mengganti warna rambutnya kembali seperti sedia kala.
Beberapa orang menyadari keberadaan Lilly dan meminta untuk selfie bersama, tapi kondisinya tidak sechaos di luar, karena bagaimanapun ini adalah kuil yang sakral, jadi para pengunjung pun menghormatinya
“Lilly….boleh foto?” tanya segerombolan anak-anak SMA dengan baju seragamnya.
“Boleh…” seru Lilly ramah.
“Kyaaaa kamu cantik sekali, lebih cantik dari di tv…” seru para gadis remaja tersebut.
“Terima kasih…” jawab Lilly malu-malu
Karena melihat ekspresi Lilly, para remaja itu makin gemas. Mereka yakin ini bukan pertama kalinya gadis ini di bilang cantik, tapi ekspresinya yang malu-malu hingga membuat pipinya semakin memerah itu setiap kali di bilang cantik itu sangat berharga, jadi banyak sekali fans Lilly yang menyukainya karena gadis ini sangat polos.
“Sedang apa disini ? apa ada shooting?” tanya seorag gadis sambil menyerahkan bukunya untuk di tanda tangani, karena Lilly menawarkan untuk menandatangani buku mereka.
“Ah iya, kami sedang shooting program baru, mohon dukungan kalian ya, jangan lupa beritahu pada teman-teman yang lainnya” jawab Lilly sambil terus menandatanganni buku para remaja tersebut.
“Tentu saja…” seru mereka bersama-sama.
“Nah ini, terima kasih atas dukungannya”
Itu buku terakhir yang harus ia tulisi, sambil tersenyum Lilly memberikan buku itu pada fansnya, ada dari mereka yang menangis karena bisa bertemu dengan idol ini secara langsung. Melihatnya Lilly pun langsung memeluk remaja itu. Setelah selesai mereka undur diri, dan menyalami gadis ini secara bergantian, bahkan ada yang juga meminta di peluk.
“Bye bye Lilly, aku mencintaimu…” seru salah satu gadis itu sambil menangis.
“Aku juga mencintai kalian semua…” jawab Lilly sambil tersenyum manis.
Setelah para fans itu berlalu, Lilly beranjak dari tempatnya. Ia membiarkan pikirannya di bawa oleh angin yang sejak tadi cukup berhembus kencang. Entah kenapa kakinya membawanya berjalan semakin jauh dari keramaian.
Ia berjalan kebelakang kuil dan sampai di depan sebuah pohon yang besar, di depan pohon tersebut ada sebuah tulisan yang tidak terlalu terbaca. Lilly pun berjongkok dan perlahan menyentuh papan tersebut.
“Ketika angin... membawa masa lalu dan menghempaskan masa depan..., yang tertidur akan terbangun, dan yang terbangun akan tertidur...”
Angin yang berhembus semakin kencang, ia sampai harus menutup matanya karena takut debu masuk, sedangkan tangannya yang satu lagi memegang ujung dressnya yang tertiup.
Lilly yang merasa tidak nyaman karena angin terus berhembus kencang akhirnya memilih pergi, ditambah kebingungannya, dengan apa maksud tulisan itu. Ia sama sekali tidak mengerti. Gadis ini pun akhirnya berdiri kembali, dan melihat kearah depan bermaksud bergabung dengan teman-temannya.
Saat berjalan kearah luar, dari area tersebut ia mendengar ada suara ribut di ujung kuil. Karena penasaran ia pun terus berjalan mendekati sumber suara tersebut.
‘Apa yang terjadi ya? Apa ada orang yang berkelahi? Tapi sepertinya tidak mungkin, disini kan kuil. Uhm apa lebih baik aku berputar saja ya, daripada nanti masalah’ gumam gadis itu, rasa penasarannya tidak akan sebanding dengan masalah yang harus dia hadapi kalau sampai terlibat dalam perkelahian.
Saat berjalan kearah sebaliknya, dari samping ada tangan seorang pria yang menarik tubuhnya.
“OWWWWW….Siapa kamu, lepaskan…”
“Diam, kalau masih mau hidup lebih baik jangan bersuara”
‘Masih mau hidup? Apa-apaan orang gila ini…’ ia pun langsung melihat kearah belakang.
Pria itu juga kini menatapnya dengan wajah kaget, ia bahkan tidak berkedip karena mengagumi paras gadis yang tengah ia peluk. Debaran jantung keduanya saat ini benar-benar terdengar oleh kedua orang itu. Hingga keheningan itu pecah oleh teriakan seseorang.
“TUAN .....TUAAAAAAN, ANDA DIMANA?!”
__ADS_1
“Tch, apa sudah selesai?, kau tetap disini, jangan pergi kemana-mana dengar!!!”
Lilly terdiam, betapa terkejutnya dia melihat pria yang ada didepannya memakai kimono ala para samurai jaman dahulu, dan dari pakaiannya dia tahu pria ini sepertinya adalah bangsawan.
‘Tunggu dulu apa ada shooting drama kolosal disini, kenapa aku tidak tahu ya…’ tanpa menunggu lagi gadis itu keluar dan berlari ke arah sumber suara tadi melewati pria yang menariknya itu.
“HEI, APA YANG KAU LAKUKAN” pria itu mengejar Lilly tapi apa yang dia lakukan sepertinya sia-sia, gadis itu sudah dekat ke sumber suara yang terdengar seperti ada keributan itu. Seketika Lilly berhenti, ia menutup mulut dengan kedua tangannya.
“A…a…aapaaa ini.…”
Di depan Lilly saat ini banyak sekali mayat manusia, dengan darah yang bersimbah dimana-mana, ia bahkan masih bisa mencium bau hanyir dari parah korban, sedangkan didepannya beberapa orang masih memegang pedang yang bersimbah darah.
“SIAPA KAU” Seru salah satu orang yang memegang pedang.
Dalam waktu sekejap, orang itu kini sudah berada beberapa inchi di depan wajah Lilly. Saat ini Lilly benar-benar ketakutan, ia bahkan tak bisa bicara apapun.
“Siapa kau…” Pria itu melihat Lilly dari atas kebawah dan kebalikkannya.
“Pakaian mu…kau ini ninja perempuan ya?” seru Pria itu, seraya menarik tangan Lilly, pria itu melihat wajah Lilly dengan seksama.
“Kau cantik sekali…” seru pria itu
Pria yang memakai kimono yang memeluk Lilly diawal tadi akhirnya datang, ia merenggangkan pegangannya.
“ASAHI LEPASKAN GADIS ITU!”
Segera setelah pria bernama Asahi itu melepaskan genggamannya, angin berhempus, perlahan tapi pasti semakin kencang hingga mereka semua melihat rambut panjang Lilly terbang karena angin, mereka sempat terpesona, tapi sesaat kemudian angin semakin kencang hingga debu bertebangan dan membuat mereka semua menutup mata, termasuk Lilly.
Saat angin berhenti berhembus, mereka semua membuka mata. Para pria tersebut kaget, gadis cantik yang ada didepan mereka kini sudah tak ada lagi. Menghilang di bawa angin.
“KEMANA GADIS ITU !!!” Seru pria bangsawan tadi.
“Saya tidak tahu…”
Pria bangsawan tadi itu pun melihat kearah bawah, ia menemukan sebuah anting berbentuk bunga. Dengan perlahan ia mengambil anting tersebut, hingga melihat kearah para bawahannya dengan wajah serius.
“CARI GADIS TADI SAMPAI DAPAT, DENGAN CARA APAPUN DIA HARUS DI TEMUKAN!”
“BAIK TUAN HANZO…”
Semua orang yang ada disana menunduk dengan rasa hormat.
Di sisi lain Lilly membuka matanya, dan langsung tersungkur di tanah. Ia kembali tepat di depan pohon tadi.
“Apa-apaan tadi itu?” seru Lilly sambil menangis, ia melihat gaun putihnya ada ceceran darah.
“Ini…” ia kembali mengingat saat pria bernama Asahi itu menahannya ia mengibaskan katananya tadi, lalu darah yang ada di pedang itu menyiprat ke dress yang di kenakan oleh Lilly.
Ia langsung pingsan di tempat saat melihat bajunya.
__ADS_1