
“Lilly, dimana Lilly…” tanya Hanna pada staff yang sedang makan malam.
“Lho Lilly belum kembali?” seru Sky.
“Belum dimana dia?!” tanya Hanna panik.
“Ayo kita cari kak” tukas Sky diikuti oleh Bloom.
“Tidak- tidak kalian makan saja aku pergi cari Lilly dulu, kalau dia kembali saat aku masih mencarinya segera hubungi aku ok”
Sky dan Bloom hanya mengangguk dan kembali meneruskan makan mereka.
Hanna bergegas keluar dari ruangan dan mencari Lilly, sejak pamit tadi gadis itu sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya.
“Lilly kamu dimana?!” tanya Hanna frustasi
Tak lama ponsel milik Hanna berbunyi, ia melihat layar handphpnenya.
‘Mike?!’ gumam Hanna, ia langsung menerima panggilan itu.
“Halo Mike, kamu dimana?” tanya Hanna panik.
“Senior, aku sekarang sedang bersama Lilly, ini sudah di jalan kerumah sakit” seru Mike salah satu manajer Fullmoon.
“HAH BAGAIMANA BISA, APA YANG TERJADI” Kata Hanna panik ia berlari keluar kuil.
“Aku gak tahu, aku pikir Lilly kelalahan, temui aku di rumah sakit K ya senior”
“Ok, aku langsung kesana” Hanna langsung berlari mencari taksi.
Saat ia menunggu Taksi, Sky berlari mencari Hanna dengan masker di wajahnya.
“KAK HANNA” seru Sky sambil terengah-engah, karena berlari mencari Hanna sedari tadi.
“Hanneul…” Hanna kaget karena Sky sudah ada di belakangnya saat ini.
Sky datang dengan wajah yang super khawatir, dia mempertanyakan kondisi Lilly, karena walaupun sudah ditunggu Lilly tetap tidak muncul juga.
“Bagaimana, kakak sudah menemukan Lilly?” tanya Sky.
“Dia bersama Mike saat ini Hanneul” seru Hanna.
“Mike oppa?”
“Iya, Lilly pingsan tadi, aku cuma dikasih tau begitu aja, jadi aku akan pergi melihat Lilly sekarang”
“Astaga, aku ikut kak…aku mau lihat Lilly…” seru Sky dengan wajah serius.
“Tidak, Hanneul bisa gawat nanti kalau kamu ikut, aku khawatir akan ada wartawan yang mengikuti kita, sebisa mungkin aku ingin ini jadi rahasia. Beritahu Maho dan staff lainnya, aku akan pergi melihat Lilly” seru Hanna dengan wajah yang lebih serius, karena ia takut banyak orang yang akan mengambil kesempatan ini untuk membuat rumor tidak baik.
“Baiklah ka, tolong kabari aku kalau ada info soal Lilly”
Hannna hanya mengangguk dan meminta Sky untuk kembali ke dalam kuil. Sky pun mengiyakan dan berlari lagi masuk kedalam kuil yang sudah mulai sepi.
***
Mike kini sudah sampai di depan rumah sakit, dengan menggendong Lilly ala bridal style. Memflashback kejadian 1 jam lalu, Mike benar-benar kaget menemukan Lilly saat tersasar mencari tempat berkumpulnya para staff.
“Dimana ya ruangannya, aku juga ga bisa menghubungi senior. Harusnya mereka sudah selesai shooting sih. Apa aku telepon Hanneul aja ya, ah telepon Yuri aja deh” seru Mike sambil menelepon Lilly.
Dari jauh terdengar suara ringtone handphone Lilly yang khas, itu adalah ringtone yang ia buat dengan Mike, jadi tentu saja Mike mengetahuinya.
“Lho, itu suara ponsel Lilly kan” Mike pun mencari keberadaan gadis mungil tersebut, dan betapa kagetnya dia saat melihat Lilly sudah tak sadarkan diri.
“Yuri….Yuri…bangun Yuri…ASTAGA APA YANG TERJADI?!” Dengan cekatan Mike membuka jaketnya dan memakaikannya kepada Lilly. Ia lantas langsung membawa Lilly keluar dari area kuil.
Mike yang menemukan Lilly sudah tergeletak tak sadarkan diri, membuat Mike menjadi panik, bajunya bahkan ada darah, inilah yang membuat dirinya tak meminta ijin pada Hanna. Ia takut gadis ini terluka, dan mungkin saja pingsan karena kondisinya yang buruk.
Semenjak kejadian Lilly yang terjatuh di stage, kondisi Lilly memang aneh, ia memimpikan hal yang sama selama 3 bulan, hingga membuatnya kesulitan untuk tidur, bahkan ia jadi tidak bisa makan karena stress. Seringkali dalam tidurnya Lilly akan berteriak seperti orang yang ketakutan. Ini membuat Mike, Hanna dan seluruh member Fullmoon meminta Lilly menulis seluruh kejadian di mimpinya. Seperti menulis diary dengan harapan, mereka menemukan pola mimpi yang sedang dialami oleh Lilly. Niatan mereka adalah membawanya ke psikiater dan membantu Lilly mengatasi ketakutannya.
Namun semua itu nihil, walaupun sudah di bawa kepada salah seorang psikiater yang merupakan teman Mike, ia malah bilang apa yang dialami oleh Lilly seperti kejadian masa lampau yang telah terjadi pada dirinya sendiri.
“Aku rasa kau harus cari orang lain untuk membantu, bagaimana kalau ke ahli hipnoterapi Mike?” seru dokter bernama Ryu.
“Apa kau tidak bisa membantu kami ? kau tahu jika hal ini bocor ke media, aku takut akan semakin membebani mental Yuri, kau tau semua rentetan mimpi ini sudah membuat dirinya dalam kondisi yang tidak baik”
“Mike sejujurnya aku penasaran dengan Yuri, apa yang dia tulis di buku ini terlalu detail, seseorang yang bermimpi biasanya tidak akan sedetail ini. Seperti yang sudah ku baca bahkan dia ingat warna bunga dan kondisi arus di sungai dimimpinya saja dia bisa menuliskannya secara detail” jelas Ryu sambil melihat buku tersebut.
“Jadi apa yang harus kita lakukan?” tanya Mike frustasi, sebenarnya ia sangat mengkhawatirkan Lilly, sejak Lilly kecil dan akhirnya debut sekarang, Mike, Sky dan Hanna lah yang selalu bersama dengan gadis cantik itu, perasaannya campur aduk, melihat gadis yang dia anggap seperti adiknya itu menderita karena mimpi yang tidak jelas.
“Hmmm Mike, bagaimana jika kita lakukan pengobatan ganda” seru Ryu sambil memegang pundak sahabatnya itu.
“Maksudmu?” tanya Mike dengan serius
__ADS_1
“Aku akan menemani Yuri ke dokter kenalan ku yang mendalami tentang hipnoterapi, mungkin kita bisa dapat jawabannya” tukas Ryu meyakinkan Mike.
Mike hanya mengangguk dan ia segera membicarakan hal itu dengan Hanna dan Sky.
“O..ppa…” seru Lily lemah
Suara Lilly yang memanggilnya membuat Mike tersadar dari lamunannya, ia langsung menggenggam tangan Lilly.
“Yuri, bagaimana apa ada yang sakit ?” seru Mike
“Ka Hanna dimana ka…”tanya Lilly sekali lagi.
“Senior dalam perjalanan kesini, apa ada yang sakit?”
Lilly hanya menggeleng pelan, sejujurnya Lilly memang tidak ada merasakan sakit, tapi ia merasa kepalanya sangat pusing.
“Yuri, kemana anting di kananmu?”
“Eeeee?”
“Lalu kenapa dressmu ada darahnya, apa kamu terluka?”
Mike menyentuh kuping kanan Lilly, dia tidak menemukan anting bunga yang mereka beli saat ulang tahun Lilly ke 15 tahun.
Lilly yang memegang kuping kanannya, teringat bahwa tadi saat angin berhembus sangat kencang, ia tanpa sengaja menarik rambutnya yang tersangkut di anting. Lalu kalau Mike bisa melihat darah, di dress milik Lilly berarti apa yang terjadi padanya tadi itu nyata, bukan hanya khayalannya saja.
Ia mengingat semua itu, berarti yang tadi bukan mimpi, pria dengan kimono dan orang yang bernama Asahi itu, berarti itu semua bukan mimpi. Pupil mata Yuri bergetar, wajahnya menjadi semakin pucat, hal ini membuat Mike semakin khawatir.
“Yuri???” Mike semakin khawatir.
“Kak, kakak melihat darah di dressku kan?” tanya Lilly dengan wajah serius sambil menarik tangan Mike.
“Iya….”
“Kak, aku yakin sekarang” Lilly memandang wajah Mike dengan sangat serius.
“Yakin?”
“Aku baru saja melakukan time travel”
“HAH?!” jawab Mike kaget, hingga ia mengeluarkan ekspresi yang aneh.“Lilly, dimana Lilly…” tanya Hanna pada staff yang sedang makan malam.
“Lho Lilly belum kembali?” seru Sky.
“Belum dimana dia?!” tanya Hanna panik.
“Ayo kita cari kak” tukas Sky diikuti oleh Bloom.
“Tidak- tidak kalian makan saja aku pergi cari Lilly dulu, kalau dia kembali saat aku masih mencarinya segera hubungi aku ok”
Sky dan Bloom hanya mengangguk dan kembali meneruskan makan mereka.
Hanna bergegas keluar dari ruangan dan mencari Lilly, sejak pamit tadi gadis itu sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya.
“Lilly kamu dimana?!” tanya Hanna frustasi
Tak lama ponsel milik Hanna berbunyi, ia melihat layar handphpnenya.
‘Mike?!’ gumam Hanna, ia langsung menerima panggilan itu.
“Halo Mike, kamu dimana?” tanya Hanna panik.
“Senior, aku sekarang sedang bersama Lilly, ini sudah di jalan kerumah sakit” seru Mike salah satu manajer Fullmoon.
“HAH BAGAIMANA BISA, APA YANG TERJADI” Kata Hanna panik ia berlari keluar kuil.
“Aku gak tahu, aku pikir Lilly kelalahan, temui aku di rumah sakit K ya senior”
“Ok, aku langsung kesana” Hanna langsung berlari mencari taksi.
Saat ia menunggu Taksi, Sky berlari mencari Hanna dengan masker di wajahnya.
“KAK HANNA” seru Sky sambil terengah-engah, karena berlari mencari Hanna sedari tadi.
“Hanneul…” Hanna kaget karena Sky sudah ada di belakangnya saat ini.
Sky datang dengan wajah yang super khawatir, dia mempertanyakan kondisi Lilly, karena walaupun sudah ditunggu Lilly tetap tidak muncul juga.
“Bagaimana, kakak sudah menemukan Lilly?” tanya Sky.
“Dia bersama Mike saat ini Hanneul” seru Hanna.
“Mike oppa?”
__ADS_1
“Iya, Lilly pingsan tadi, aku cuma dikasih tau begitu aja, jadi aku akan pergi melihat Lilly sekarang”
“Astaga, aku ikut kak…aku mau lihat Lilly…” seru Sky dengan wajah serius.
“Tidak, Hanneul bisa gawat nanti kalau kamu ikut, aku khawatir akan ada wartawan yang mengikuti kita, sebisa mungkin aku ingin ini jadi rahasia. Beritahu Maho dan staff lainnya, aku akan pergi melihat Lilly” seru Hanna dengan wajah yang lebih serius, karena ia takut banyak orang yang akan mengambil kesempatan ini untuk membuat rumor tidak baik.
“Baiklah ka, tolong kabari aku kalau ada info soal Lilly”
Hannna hanya mengangguk dan meminta Sky untuk kembali ke dalam kuil. Sky pun mengiyakan dan berlari lagi masuk kedalam kuil yang sudah mulai sepi.
***
Mike kini sudah sampai di depan rumah sakit, dengan menggendong Lilly ala bridal style. Memflashback kejadian 1 jam lalu, Mike benar-benar kaget menemukan Lilly saat tersasar mencari tempat berkumpulnya para staff.
“Dimana ya ruangannya, aku juga ga bisa menghubungi senior. Harusnya mereka sudah selesai shooting sih. Apa aku telepon Hanneul aja ya, ah telepon Yuri aja deh” seru Mike sambil menelepon Lilly.
Dari jauh terdengar suara ringtone handphone Lilly yang khas, itu adalah ringtone yang ia buat dengan Mike, jadi tentu saja Mike mengetahuinya.
“Lho, itu suara ponsel Lilly kan” Mike pun mencari keberadaan gadis mungil tersebut, dan betapa kagetnya dia saat melihat Lilly sudah tak sadarkan diri.
“Yuri….Yuri…bangun Yuri…ASTAGA APA YANG TERJADI?!” Dengan cekatan Mike membuka jaketnya dan memakaikannya kepada Lilly. Ia lantas langsung membawa Lilly keluar dari area kuil.
Mike yang menemukan Lilly sudah tergeletak tak sadarkan diri, membuat Mike menjadi panik, bajunya bahkan ada darah, inilah yang membuat dirinya tak meminta ijin pada Hanna. Ia takut gadis ini terluka, dan mungkin saja pingsan karena kondisinya yang buruk.
Semenjak kejadian Lilly yang terjatuh di stage, kondisi Lilly memang aneh, ia memimpikan hal yang sama selama 3 bulan, hingga membuatnya kesulitan untuk tidur, bahkan ia jadi tidak bisa makan karena stress. Seringkali dalam tidurnya Lilly akan berteriak seperti orang yang ketakutan. Ini membuat Mike, Hanna dan seluruh member Fullmoon meminta Lilly menulis seluruh kejadian di mimpinya. Seperti menulis diary dengan harapan, mereka menemukan pola mimpi yang sedang dialami oleh Lilly. Niatan mereka adalah membawanya ke psikiater dan membantu Lilly mengatasi ketakutannya.
Namun semua itu nihil, walaupun sudah di bawa kepada salah seorang psikiater yang merupakan teman Mike, ia malah bilang apa yang dialami oleh Lilly seperti kejadian masa lampau yang telah terjadi pada dirinya sendiri.
“Aku rasa kau harus cari orang lain untuk membantu, bagaimana kalau ke ahli hipnoterapi Mike?” seru dokter bernama Ryu.
“Apa kau tidak bisa membantu kami ? kau tahu jika hal ini bocor ke media, aku takut akan semakin membebani mental Yuri, kau tau semua rentetan mimpi ini sudah membuat dirinya dalam kondisi yang tidak baik”
“Mike sejujurnya aku penasaran dengan Yuri, apa yang dia tulis di buku ini terlalu detail, seseorang yang bermimpi biasanya tidak akan sedetail ini. Seperti yang sudah ku baca bahkan dia ingat warna bunga dan kondisi arus di sungai dimimpinya saja dia bisa menuliskannya secara detail” jelas Ryu sambil melihat buku tersebut.
“Jadi apa yang harus kita lakukan?” tanya Mike frustasi, sebenarnya ia sangat mengkhawatirkan Lilly, sejak Lilly kecil dan akhirnya debut sekarang, Mike, Sky dan Hanna lah yang selalu bersama dengan gadis cantik itu, perasaannya campur aduk, melihat gadis yang dia anggap seperti adiknya itu menderita karena mimpi yang tidak jelas.
“Hmmm Mike, bagaimana jika kita lakukan pengobatan ganda” seru Ryu sambil memegang pundak sahabatnya itu.
“Maksudmu?” tanya Mike dengan serius
“Aku akan menemani Yuri ke dokter kenalan ku yang mendalami tentang hipnoterapi, mungkin kita bisa dapat jawabannya” tukas Ryu meyakinkan Mike.
Mike hanya mengangguk dan ia segera membicarakan hal itu dengan Hanna dan Sky.
“O..ppa…” seru Lily lemah
Suara Lilly yang memanggilnya membuat Mike tersadar dari lamunannya, ia langsung menggenggam tangan Lilly.
“Yuri, bagaimana apa ada yang sakit ?” seru Mike
“Ka Hanna dimana ka…”tanya Lilly sekali lagi.
“Senior dalam perjalanan kesini, apa ada yang sakit?”
Lilly hanya menggeleng pelan, sejujurnya Lilly memang tidak ada merasakan sakit, tapi ia merasa kepalanya sangat pusing.
“Yuri, kemana anting di kananmu?”
“Eeeee?”
“Lalu kenapa dressmu ada darahnya, apa kamu terluka?”
Mike menyentuh kuping kanan Lilly, dia tidak menemukan anting bunga yang mereka beli saat ulang tahun Lilly ke 15 tahun.
Lilly yang memegang kuping kanannya, teringat bahwa tadi saat angin berhembus sangat kencang, ia tanpa sengaja menarik rambutnya yang tersangkut di anting. Lalu kalau Mike bisa melihat darah, di dress milik Lilly berarti apa yang terjadi padanya tadi itu nyata, bukan hanya khayalannya saja.
Ia mengingat semua itu, berarti yang tadi bukan mimpi, pria dengan kimono dan orang yang bernama Asahi itu, berarti itu semua bukan mimpi. Pupil mata Yuri bergetar, wajahnya menjadi semakin pucat, hal ini membuat Mike semakin khawatir.
“Yuri???” Mike semakin khawatir.
“Kak, kakak melihat darah di dressku kan?” tanya Lilly dengan wajah serius sambil menarik tangan Mike.
“Iya….”
“Kak, aku yakin sekarang” Lilly memandang wajah Mike dengan sangat serius.
“Yakin?”
“Aku baru saja melakukan time travel”
“HAH?!” jawab Mike kaget, hingga ia mengeluarkan ekspresi yang aneh.
__ADS_1