
"Sayang, masih sakit? Maafin mas iya." Ucap Irfan.
"Gak apa-apa kok, mas ini udah keajiban aku memberi hak sama mas " jawab intan
"Ya udah, kamu diem disini biar mas yang memasak buat kita hari ini" ucap Irfan.
"Eh tapi, kata ummi gak boleh bagaimanapun harus melayani suaminya. Biar intan saja yang masak mas" jawab intan.
"Ih diem gak usah bawel oke" ucap Irfan.
"Maaf, mas merepotkan kamu" jawab intan merasa tak enak hati.
"Gak usah bicara seprti itu sayang" ucap Irfan meyakinkan istrinya.
Irfanpun meninggalkan istrinya di kamar, karena ia tahu bagaimana sekarang kondisinya, yang tadinya baru sembuh ini ditambah beribadah bersama biar memdapatkan buah cinta mereka.
Disisi lain intan, juga merasa sudah untuk kemana-mana,,,, jalanpun juga susah apalagi melakukan kegiatan yang lain. Intan anak yang gak suka di manja oleh kedua orang tuanya, atau cari perhatian. Kaya orang-orang,,,, intan bukan tipekal orang kaya gitu.
Intan itu, orangnya bar-bar, tidak takut sama siapapun kalau dirinya tidak salah, suka berdebat dengan siapapun, guru di SMA waktu ia sekolah juga kalah, apalagi ustadzah atau ustadz juga sama kalah. Kalau dalam berdebat.
Sedangkan Irfan di dapur sedang membuat makanan buat sarapan pagi untuk mereka. Irfan sangat pandai memasak apapun. Maka semua wanita ingin dirinya sebagai calon suaminya, karena Irfan sangat pandai dalam segi apapun.
Hasil masaknya Irfan pertama buat sang istri langsung dibawa ke kamar, biar bisa dimakan bersama.
"Sayang" panggil Irfan bersemangat.
"Eh,, iya mas kenapa " jawab intan
"Kita sarapan dulu yuk, eh mas ada kajian kamu mau ikut tidak? " Tanya Irfan pada sang istri sebelum makan.
"Kalau ada kajian pergilah mas, biar kakak Amelia disini temanin aku" ucap intan.
"Gak istri mas, harus ikut, kemanapun mas melangkah atau pergi. " Jawab Irfan menyakinkan istrinya tidak mungkin ia meninggalkan istrinya dalam kondisi kaya gini.
"Tapi kaki, aku sakit dan itunya sakit mas, sudah buat jalannya." Ucap intan.
"Pokonya harus ikut, gak mungkin mas tinggalkan kamu dirumah, jangan ganggu pasangan yang baru halal." Jawab Irfan.
"Mas tap..." Ucap intan terpotong oleh suaminya
"Gak ada tapi- tapian, jangan membantah ucapan suami." Jawab Irfan.
" Iya mas, intan ikut menghadiri kajian." Ucap intan akhirnya.
__ADS_1
"Iya udah kita makan dulu, terus kita siap-siap oke sayangku" jawab Irfan.
Intan dan Irfan bersiap untuk setelah mereka selesai makan. Mereka selalu bersama, sebelum itu Irfan terlebih dahulu bersiap pergi ke ruangan ganti, sedangkan intan yang masih duduk di ranjang.
Intan, tidak sengaja melihat hp suaminya tergeletak diranjang ada nofikasi masuk, ternyata pesan dari seorang wanita. Iya mengadu kesakitan dan meminta pertolongan, hati intan mulai sakit saat membaca pesan dari wanita itu ke suaminya.
“Aku bisa bersaing dengan wanita lain yang mencintaimu, tapi aku tidak akan pernah bisa bersaing dengan wanita yang kamu cintai”gumam intan pelan tapi masih terdengar oleh Irfan.
"Sayang kamu salah aku mencintai kamu itu salah, tidak ada wanita lain yang aku cintai selain kamu" jawab Irfan.
“Aku mohon padamu, jangan terlalu baik dengan wanita lain, sebab aku takut salah paham”ucap intan yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Iya, sayang maaf aku telah melukai hati kamu tapi sumpah demi Allah tidak memaksud menyakiti cinta istriku."jawab Irfan memegang tangan istrinya membawa kedalam pelukannya.
Intan memberontak tidak ingin disentuh oleh suaminya. . “Niatku awalnya hanya menganggumimu, tapi bodohnya aku malah kini mencintaimu” ucap intan menangis didalam dada bidang sang suami.
"Sayang terimakasih, aku senang mendengar ungkapan cinta kamu sayang. Aku juga sangat mencintaimu" jawab Irfan
“Kamu bilang kalau kamu pernah menyukaiku, lantas kenapa saat itu tidak bilang? Kenapa baru bilang saat aku sudah sesakit ini” ucap intan yang terus memukul dada bidang suaminya.
“Ya,aku emang pernah bilang kalau aku menyukaimu di ruang tempat kerja. Dari sana aku tidak pernah chatan sama wanita lain." Jawab Irfan.
“Seharusnya aku tau risikonya kalau mencintaimu. Kita berbeda”ucap intan.
"Sayang jangan berbicara seperti itu, mas mohon" ujar Irfan.
"Sayang, jangan seperti ini, mas mohon." Jawab Irfan memohon.
"Bisi minggir tidak" ucap datar intan.
"Ya Allah sayang kamu jangan salah paham kaya gini. Mas mohon" jawab irfan
"Aku bilang awas awas" ucap intan makin cuek.
Intan melanglang keluar kamar tidak lupa membawa tas, sama hpnya. Ia udah hancur hatinya disaat ia mulai mencintai pertamanya pada suaminya, tapi sayang dipatahkan begitu saja.
Setiba dipintu utama rumahnya,, ia syok ada seorang wanita datang berteriak memanggil suaminya.
"Irfan "
"Irfan kamu keluar dulu aku ma berbicara" ucapnya lagi.
"Maaf anda siapa?" Tanya intan datar.
__ADS_1
"Bukan urusan kamu" jawabnya.
"Ini urusan saya juga kenepa anda mencari suami saya? Kalau ada yang ingin disampaikan sama saya saja" ucap intan dingin. Dan tegas.
"Gue bilang bukan urusan sama Lo, jangan ikut campur dan satu lagi jangan ngaku-ngaku istri Irfan lah kamu" jawabnya.
Intan menatap jijik wanita yang ada dihadapannya itu. Karena risih dengan kelakuan wanita itu intan mulai menutup pintunya.
Tanpa dugaan wanita itu menerobos masuk lalu mencari Irfan, sehingga ke kamar mereka yang ditepati. Irfan kaget setengah mati ketika ada yang memeluknya dibelakang.
"Jaga kelakuan anda terhadap suami, saya" ucap intan menarik kuat tangan wanita itu agar menjauh dari tubuh suaminya.
"Kurang ajar kamu" jawab wanita itu.
"Kamu yang kurang ajar, memeluk suami saya sbarangan dihadapan saya." Ucap intan kehilangan kesabarannya.
"Sayang dia tarik aku" ucap manja wanita itu.
"Aku jijik" kata intan menatap tajam suaminya.
"Sayang kamu gak apa-apa kan" ucap Irfan pada intan melangkah mendekati istrinya.
" Aku gak apa-apa , tolong usir wanita ini " jawab intan.
"Iya sayang kita usir dia dari rumah kita, gak ada yang datang kesini selain keluarga kita" ucap Irfan.
"Kamu mau apa datang kesini" ucap Irfan dingin.
"Kamu nampung wanita murahan ini?" Tanya wanita itu.
"Jaga ucapanmu, dia bidadari ku, yang lebih baik dari kamu" jawab Irfan.
"Saya bilang anda kekuar dari rumah saya" ucap intan penuh emosi...
"Gue gak akan keluar dari rumah ini kecuali Irfan yang minta." Jawab wanita itu.
"Saya bilang kau keluar dari rumah kami" ucap Irfan tegas.
"Tapi sayang..." Terputus
"Sudah berapa kali aku bilang kau jangan dekati aku atau istriku, kau tidak pantas untukku." Ucap Irfan.
"Gak aku ingin sama kamu" jawabnya.
__ADS_1
"Jangan harap" ucap Irfan.
"ANDA BISA KELUAR SENDIRIKAN ATAU SAYA SERET ANDA SECARA TIDAK HORMAT" ucap intan