
Siti pun pingsan dalam luka di kepala nya yang mengeluarkan darah . sedang kan Kenan berusaha bangkit dan mencari hp nya untuk penerangan . setelah mendapat hp nya Kenan pun menghidupkan senter hp nya dan memanggil nama Siti, alangkah terkejutnya Siti pingsan dengan luka di kepala nya Kenan pun langsung menghampiri Siti dan menaruh Siti ke dalam pelukannya .
" ti bangun he sadar lah . astaga ti kepala mu berdarah sebentar aku akan minta pertolongan dulu" ucap Kenan berjalan menekan tombol darurat untuk meminta pertolongan .
" halo apa ada yang bisa mendengar kan kami kami terjebak di life " teriak Kenan
" iya tuan kami lagi berusaha untuk memperbaiki life nya mohon ketenangan nya dan kami usahakan secepatnya life bisa di perbaiki "
" saya tak mau tahu cepat buka pintu life nya dengan cara apapun ada yang terluka didalam sini dan butuh pertolongan cepat lah " ucap Kenan sambil memeluk kembali tubuh Siti yang pingsan.
" sabar ya ti sebentar lagi pintu life nya akan dibuka kan bertahan lah sebentar lagi " ucap Kenan yang penuh kekhawatiran .
mirda dan Dona lagi sibuk dengan berkas berkas yang akan mereka selesai kan .tetapi perasaan mereka berdua tidak enak seperti ada yang akan terjadi pada Siti sahabatnya .
" Don lo merasa yang aneh gak Don perasaan gue gak enak dari tadi tentang Siti " ucap mirda
" iya mir gue juga kayak ada yang buruk gitu yang akan terjadi sebaik nya kita nlpn Siti deh perasaan gue benar benar gak tenang ini " ucap Dona Sambil nlpn Siti .
" maaf nomor yang anda tuju tidak aktif silakan hubungi sekali lagi "
" gak aktif mir mungkin lagi di matiin kali hp nya sama Siti " ucap Dona
" lah terus apa kita samperin aja ke ruangan nya" ucap mirda
" ya udah ayo "
Dona dan mirda ke ruangan Siti , setelah sampai ke ruangan Siti ternyata Siti tak ada di ruangan nya .
" aduh Don gak ada Siti nya terus di ruang Presdir juga gak ada kata nya lagi di ruang rapat yuk susul " ucap mirda
" ya udah "
mirda dan Dona pergi ke ruang rapat sesampai di life mereka dibingungkan oleh keramaian di life .
" eh ada apa ni apa ada arisan mendadak ya " ucap mirda
__ADS_1
" hus ngawur kau mir mana ada arisan mendadak di kantor "
mirda pun cengengesan , dan menuju keramaian di life dan menanyakan biasa biang kemal kepo maksimal.
" maaf ya ni ada apa ya ramai ramai di pintu life lagi " ucap Dona
" oh ini di life Presdir ada masalah kayak nya rusak gitu nah didalam ada Presdir dan sekertaris kalau gak salah Siti nama nya "
" apaa Siti " serempak mereka berdua
" Don Siti Don bagaimana nasib teman kita malah udah lama lagi di dalam .maaf embak udah berapa lama life nya rusak "
" kayak nya udah satu jam yang lalu "
" mir sebaiknya kita berdoa aja semoga Siti gak kenapa Napa oke "
" ya Don "
setelah beberapa lama petugas berhasil membuka pintu life .
" pak naik lah apa bapak gak kenapa Napa ada yang terluka "
" saya gak kenapa Napa cuman luka ringan aja " ucap Kenan sambil berjalan menuju rumah sakit dimana Siti di bawa .
mirda dan Dona ikut bersama ambulance yang membawa Siti ke rumah sakit .saat di perjalanan Siti blm sadarkan diri dan membuat Dona dan mirda sedih .
" ti bangun lah bertahan ya kita sebentar lagi sampai di rumah sakit " nangis mirda
setelah sampai dirumah sakit , para perawat segera menghampiri ambulance sambil membawa tandu .Siti pun dimasukan di ruang ICU dokter pun langsung memeriksa Siti .
" apa kalian keluarga pasien di sini "
" iya Dok kami keluarga pasien bagaimana keadaan sahabat saya dok "
" pasien mengalami pendarahan di bagian kepala dan kami akan melakukan operasi untuk itu tapi kami juga membutuh kan darah golongan o pasien tapi golongan darah pasien di rumah sakit kami lagi ke habisan stok "
__ADS_1
" duh gimana ni dok di antara kami gak ada golongan yang sama .Don apa kita hubungi mana dan papa " ucap mirda
" itu membutuhkan waktu yang lama mir kita harus cari secepatnya " ucap Dona
Kenan tiba tiba datang di saat bersamaan Dona dan mirda mencari golongan darah untuk Siti dan hal itu di dengar oleh Kenan .
" golongan darah saya dok dengan pasien sama jadi biarkan saya mendonorkan darah saya " ucap Kenan
" Presdir " serempak mirda dan Dona saling pandang .
" mari ikut saya untuk mendonorkan nya "
Kenan pun mengikuti dokter tersebut . sedangkan Dona dan mirda begitu terkejut dengan kedatangan Kenan . apalagi dengan wajah yang begitu khawatir.
mereka berpikir dalam pikiran masing masing segitu nya peduli dan khawatir dengan Siti apakah bos nya itu sudah jatuh cinta dengan temannya.
" Don lo mikirin hal yang sama gak kayak gue " ucap mirda melirik kearah Dona.
" iya mir kayak nya si bos mulai jatuh cinta deh sama Siti coba Lo pikir dari awal wawancara si Siti kan jawab pertanyaan wawancara pake bahasa Jawa lah si bos malah senyum dan langsung terima begitu aja seharusnya di ya pasti di tolak ya kan mir " ucap Dona
" benar Don bahkan tadi waktu kecelakaan di life aja bos malah mentingin si Siti padahal dia nya kan terluka dan bisa aja dia suruh anak buah nya atau asisten pribadi untuk ke rumah sakit tengok kondisi Siti lah dia malah repot repot ke rumah sakit untuk melihat kondisi Siti malah wajah nya penuh khawatir " ucap mirda
tak lama kemudian Kenan keluar dari ruangan donor darah dan menghampiri mirda dan Dona yang lagi menunggu di tempat tunggu depan ruang operasi .
" mirda Dona apa operasi Siti blm selesai " ucap Kenan
" blm Presdir ini kami lagi nunggu . Presdir duduk dulu saya mau ngurus administrasi nya " ucap mirda bangkit dari tempat duduk nya
" gak usah udah asisten saya yang ngurus nya " ucap Kenan
" ya udah Presdir kalau begitu saya mau ngabarin orang tua saya bahwa Siti dirawat dirumah sakit supaya gak ke carian " ucap mirda
" mir sekalian orang tua gue sama suruh bawa baju ganti untuk kita berdua dan Siti " ucap Dona .mirda pun menganggukkan kepalanya.
" halo ma siti masuk rumah sakit dan ".blm lagi si mirda selesai bicara terdengar suara cempreng mamah nya mirda yang terkejut dengan yang di beritahu mirda
__ADS_1