
mereka pun keruangan Presdir .Dona pun melihat itu langsung mengikuti mirda .dia tahu betul sahabat nya itu pasti Sasa duluan yang cari gara gara bila tidak mirda tak mungkin sampai berkelahi .
Kenan yang di ruangan nya bingung saat, Dadang membawa dua karyawan wanita yang penampilannya yang acak acak kan rambut kedua wanita itu terlihat habis di tersetrum listrik aja.kedua wanita tak lain adalah mirda dan Sasa.
" ada apa ni dang , kenapa kau bawa kedua wanita ini keruangan ku .apa mereka melanggar aturan kantor " ucap tegas Kenan
" iya Presdir mereka berkelahi di kantor di party " ucap Dadang
bak Kenan memukul meja nya sambil menatap marah kearah kedua wanita itu . dan membuat seisi ruangan terkejut dan takut .Dona hanya diam dan menunggu saat yang tempat untuk membela mirda bila teman nya itu di pojokan." apakah kalian udah bosan untuk bekerja di perusahaan ini " ucap Kenan
Sasa pun bicara duluan dengan aktingnya agar terlihat menyedihkan dan Kenan berpihak kepada nya." Presdir dia menjambak rambut saya dan mengatai ngatain saya padahal saya tak saya apa pun " ucap Sasa menyedihkan di buat buat .
Kenan yang mendengar itu tak percaya akan hal yang Sasa kata kan .dia melihat mirda , mirda yang melihat Sasa memutar bola matanya malas .Kenan tahu Sasa pasti
apa itu berbohong ,tapi dia melihat mirda apa reaksi mirda untuk membela diri nya.
" apa yang Sasa bilang benar mirda " ucap Kenan
"tidak Presdir dia yang mengatakan bahwa teman saya Siti dengan Presdir dengan kata kata yang merendahkan Siti .bahwa Siti menggoda Presdir sehingga Presdir peduli dan simpati kepada Siti" ucap mirda tersenyum seringai .
Dona tersenyum kemenangan ternyata teman nya bisa tanpa batuan nya .Dadang yang melihat mirda hati nya was was tadi nya .tapi setelah mendengar mirda dia tersenyum hangat .
" bohong Presdir , mana ada saya berucap begitu dan walau pun begitu memang iya kan sekertaris baru itu begitu " bela Sasa .
" yang mana yang sebenarnya nya terjadi " ucap Kenan pura pura gak tahu .
.
__ADS_1
.
.
beberapa jam yang lalu sebelum mirda dan Sasa bertengkar .Kenan sedang membaca berkas berkas yang data nya berisi tentang kerugian perusahaan .iya dia menyuruh bawahan nya untuk mencari tahu siapa dalang di balik korupsi uang perusahaan dan berusaha membocorkan data penting perusahaan .
setelah bawahan nya berhasil mendapatkan apa yang Kenan inginkan .dia memerintah mengawasi sasa ya dia lah yang dalang di balik kerugian perusahaan dan berusaha membocorkan data penting perusahaan .dan Sasa pun terobsesi oleh Kenan sehingga dia akan melakukan apapun untuk menggoda Kenan.
tapi sayang Kenan tak tergoda sedikit pun." seperti dia ingin bermain main rupa nya baiklah aku ikuti permainan mu" ucap kenan .
Kenan yang masih fokus dengan berkas nya bingung dengan apa yang Dadang bawa .dia melihat Sasa dan mirda yang berantakan dan Dona yang berdiri dibelakang .
dia segera kirim pesan lewat hp untuk bawahan mencari tahu apa yang terjadi .setelah dia mendapatkan info dari bawahan dia begitu marah dan ingin membuat Sasa membayar apa yang Sasa kata kata nya tentang Siti tapi dia harus menahan amarahnya dan akan membuat Sasa terjebak akan perbuatan yang
dia lakukan .tentu dia pura pura tidak tahu bahwa Sasa yang bersalah .
" baiklah saya rasa ide mu bisa di coba " ucap Kenan yang ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Dona .
" gimana kita cek cctv yang ada di ruangan party " ucap Dona seketika itu Sasa diam mematung dan wajah nya mulai memucat .
Kenan yang melihat reaksi Sasa tersenyum sinis.kenan memerintah kan Dadang untuk mengirimkan rekaman cctv pagi ini .
Kenan yang meriksa hasil kiriman cctv di ruangan party pun seketika itu marah saat mendengar kata kata Sasa tentang Siti .ya Kenan memperbesar suara hasil rekaman cctv nya .
" mulai hari ini kau di pecat tanpa uang pesangon dan Dadang jebloskan dia ke penjara karena dia udah korupsi dan berusaha membocorkan data penting perusahaan.ini buktinya " ucap lantang Kenan
dadang pun menyeret Sasa keluar ruangan .meski Sasa memberontak , tinggal mirda dan dona ." kalian mirda dan Dona kembali ke ruangan masing masing" ucap Kenan .mirda dan Dona pun kembali ke ruangan masing masing.
__ADS_1
sedangkan di rumah sakit tempat Siti berada ....
saat ini Siti bosen berbaring di tempat tidur pasien .mama mirda mengantikan bunda Dona untuk menjaga Siti . Siti lagi terbaring sambil menatap arah luar jendela . sedangkan mama mirda lagi makan siang di kantin rumah sakit .
" ah aku bosan kali , rindu dengan pekerjaan dan bos ku itu eh kok aku tiba tiba rindu dia sih . sebenarnya aku terkejut mengetahui dia duda .kupikir dia masih lajang .tapi tak apalah duda kan lebih berpengalaman" ucap Siti sambil senyum senyum sendiri.
" apa aku udah ada rasa sama Presdir .udah tampan , ya meski duda sih .hari ini aku plg dari rumah sakit akhirnya aku bisa bekerja .sehari gak ketemu Presdir eh maksud nya duda tampan ku kayak setahun " ucap Siti sambil senyum cengar-cengir di balik selimut .
" loh ti kamu udah tidur , kok muka nya di tutupi selimut nanti sesak nafas Lo " ucap mama mirda tiba tiba datang .
" eh mama , ma hari ini Siti udah boleh pulang " ucap Siti
" ya sayang barusan mama nemuin dokter , sekarang papa lagi nungguin kita di mobil .mama beresin baju baju mu ya ti kamu siap siap ganti baju ." ucap mama mirda
" siap ma "
kemudian Siti langsung bersiap siap . setelah selesai Siti dan mama mirda ke mobil.dan mereka menuju kerumah.
setelah sampai rumah , mama mirda dan papa mirda masuk ke dalam rumah ." ti kamu langsung istirahat ya jangan kecapean " ucap papa mirda
" ya pa , makasih ya ma pa kalian menyayangi Siti kayak anak kandung kalian begitu juga dengan Abah dan bunda .Siti seperti tak kekurangan kasih sayang ." terharu Siti
" eh ngomong apa sih ti kamu sudah kami anggap kayak anak kandung sana seperti hal nya mirda dan Dona bukan kah kalian sudah seperti saudara " ucap mama mirda sambil memeluk Siti.
" sudah sudah ma biarkan Siti istirahat biar cepat pulih " ucap papa mirda mengelus kepala Siti .
" ya pa kalau begitu Siti ke kamar ya " pergi Siti ke kamar .
__ADS_1