Gadis Cantik Terlalu Dingin

Gadis Cantik Terlalu Dingin
Bab #4


__ADS_3

Bella tolong keruangan saya panggil Aurel dari tombol khusus untuk sekretaris.


"Baik nona saya segera datang"


Tok...


Tok..


Tok..,,


Masuk..


"Permisi nona ada yang bisa saya bantu?terang Bella"


"Tolong kamu carikan kontruksi buat membangun bangunan yang cukup kokoh dan kuat kalo sudah segera beri tahu saya segara,kalo bisa cari secepatnya 'harga mahal tak bermasalah bagi saya terang Aurel."


"Baik nona segera saya carikan yang seperti nona sebutkan tadi,saya permisi undur diri kalo begitu."


"Hmm silahkan"


Aurel yang tengah berkutat dengan berkas-berkas yang telah ia periksa tak menghiraukan jam makan siang,ia tengah fokus untuk mengerjakan agar cepat selesai agar bisa pulang lebih awal untuk ketengah hutan.

__ADS_1


"Permisi tuan saya mau daging sapi 5 kg tolong bungkuskan buat saya ucap aurel yang tengah berbelanja dipasar tradisional."


"Mohon tunggu sebentar nona saya siapkan terlebih dahulu jawab pendagang tersebut."


Beberapa orang melihat ke arah aurel yang tengah membeli daging sedangkan ia yang dipandang oleh orang-orang hanya acuh dan cuek dengan sekitarnya tanpa memperdulikan.


"Ini nona pesanan anda.."


"Berapa ini semua tuan?.."


"Semua totalnya delapan ratus lima puluh ribu nona."


Aurel mengambil dompet didalam tasnya dan menyerahkan pecahan uang seratus ribu sepuluh lembar,ini tuan uang nya kalo begitu saya permisi dulu terima kasih.


"Tidak perlu tuan,buat anak anda dirumah ucap Aurel sambil berlalu pergi dari pendagang tersebut."


Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih ahirnya ia sampai dipinggiran hutan dan harus menempuh kedalam hutan dengan berjalan kaki agar sampai kedalam hutan tersebut.


"Akhirnya sampai juga,sambil memperhatikan dimana harimau yang telah ia rawat kemaren, hai harimau kecil panggil Aurel."


Gerrr huam sahut harimau kecil tersebut sambil berjalan kearah aurel yang tengah berjongkok tak jauh dari hadapan harimau kecil, sedangkan induk harimau menghampiri sambil tertatih-tatih ke Aurel dan mengendus kantong kresek yang aurel bawa.

__ADS_1


"Ternyata lapar kau hmm,sambil mengelus badan harimau betina berbaring lah gue ambilkan daging itu agar kau makan,seolah mengerti dengan perkataan aurel dengan patuhnya harimau tersebut langsung berbaring."


"Pintar nih daging buat kau,dan sedangkan kau anak kecil sini gue kasih sambil menyerahkan daging kehadapan harimau kecil."


Melihat kedua harimau makan dengan lahap aurel menambah daging kedua kucing berbulu tersebut, 'makan yang lahap biar cepat pulih kau gimana kalo gue kasih nama buat kalian berdua?


Goarrrr..


Goarrr... seolah kedua kucing tersebut setuju dikasih nama oleh aurel.


"Gue kasih nama kau kucing besar jingga sedangkan kau kucing kecil gue kasih nama jeck gimana suka kan nama panggilan buat kalian? tanya Aurel."


Goarrr...


Goarrr..


Jeck berlarian disekeliling aurel mengitari tuanya tersebut.sambil kepala jeck mengusel ketubuh aurel,


Sudah jeck geli badan gue sambil membaringkan tubuhnya didekat jingga,jingga melihat Aurel berbaring di dekatnya segera ia menyenderkan kepalanya keperut aurel, aurel tak merasa khawatir berdekatan dengan bintang buas tersebut sebaliknya ia malah merasa nyaman berdekatan dengan keduanya.


"Jingga jeck kalo gue bangun markas disini gimana? nanti kalian bisa tinggal dimarkas tersebut atau mau berkeliaran dihutan juga tak apa..."

__ADS_1


kedua kucing tersebut hanya mengaung sebagai setuju ajakan aurel yang telah mereka anggap tuanya sendiri.


__ADS_2