GADIS CUPU MILIK KAKEL DINGIN

GADIS CUPU MILIK KAKEL DINGIN
PART 04


__ADS_3

#gadis_cupu_milik_kakel_dingin


#part_04


~Kelas Xl MIPA 1


"Udah selesai catat nya?" Tanya Bu Ani selaku guru IPS .


"kamu nanya?" ucap Desika.


"KUDES!" teriak Bu Ani.


" IYA KUNI!" Teriak Desika.


"ga ada ADAB , KAMU YA!" ucap Bu Ani.


"Adab kan suami ibu " ucap Desika .


"sabar, sabar " gumam Bu Ani sambil mengelus dada nya.


"Anak anak hari ini para guru akan mengadakan rapat dadakan. Jadi kalian di pulangkan lebih awal " ucap Bu Ani.


"Jadi , kita boleh pulang , Bu?" Tanya Desika.


" Kamu nanya " ucap Bu Ani.


"HAHAHA...." tawa semua murid yg ada di kelas


'jadi dia bales dendam. Oke' batin Desika sambil senyum semirik.


"AAMIIN!" Teriak desika.


"Hei! Kenapa kau bilang amin?" Tanya Bu Ani .


"Kamu nanya? " ucap desika .


Bu Ani pun menelan saliva nya .


"udah ah , saya pulang duluan ya ! , Jangan kangen ya Kuni " ucap Desika sembari keluar.


"Anak itu punya kembaran , tapi mereka jauh berbeda " gumam Bu Ani.


SMA azabierd pun keluar dari kelas untuk menuju rumah masing masing.


"Kak Kenzie ! "


Kenzie yang merasa ada yg memanggil namanya , dia berbalik badan untuk menemukan sumber suara itu. Kenzie melihat jelas , orang itu Monica.


" Hm " tanya Kenzie.


"k-kak , nih Ceisya bawain kakak kue kukus " ucap Monica sambil menyodorkan kotak makan itu.


" gak suka " ucap Kenzie.

__ADS_1


"em yaudah buat bokap kakak ata- "


"bokap gue luar kota "


"buat nyokap kak Kenzie aja deh " ucap Kenzie.


"Kak , ambil dong . Ini sebagai ucapan terima kasih aku karena kakak kemaren udah selamatin aku , aku gak tau sih kalau ga ada kak- "


"sini " ucap Kenzie mengambil kotak makan itu dari tangan Monica dan menaruhnya dalam tas .


"kak, Cei belum seles- "


Brum


Brum


Kenzie langsung pergi meninggalkan Monica . Kenzie pusing karena mendengar ucapan panjang kali lebar dari Monica tadi. Bagi nya itu hanya buang buang waktu.


"eh pergi, ya udah lah. Yg penting kan Kenzie ngambil kota- "


PLAKK


"awss" rintih Monica , ada seseorang yg menamparnya.


"kak , kakak ko nampar a-aku sih . S-salah aku apa ka- "


"Salah kamu apa ? , Lo masih nanya . Gue kasih tau , salah Lo itu , karena Lo berani deketin Kenzie ! " Ucap Reva.


"Berani nya Lo bantah gue! " Ucap Reva dan mengangkat tangan nya untuk menampar Monica lagi . Tetapi seseorang datang , dan menahan tangan Reva.


"Vano " gumam Karin.


"Ohh..jadi Lo mau belain dia?! " Ucap Reva.


"Iya " ucap dingin Vano.


"Vano , Vano.. apa Lo gak liat sebelah gue ada siapa ?. Dia Karin , PACAR LO ! , Lo belain cewe cupu ini di hadapan CEWE LO SENDIRI ?! , WAH... HEBAT! " ucap Reva sambil bertepuk tangan.


"Rev , Lo apa apaan sih! " Ucap Karin.


"Kenapa Rin . Lo belain Vano ? , Iya ? " Ucap Reva.


"Kenapa Rin. Lo belain Vano ? , Iya ?" ucap Reva.


"Bukan git- "


Dritt...dritt [bunyi telepon Karin]


"ada apa ? " ucap Karin melaluinya saluran telepon , entah siapa yg menelpon nya itu.


"......"


"gue males becanda Elina!" ucap Karin.

__ADS_1


"......"


"L-lo s-s-serius ? "


"......"


"o-oke , g-gue ke sana "ucap Karin.


Tut.


" Siapa Rin ? " Tanya Sherly.


"Elina " ucap Karin dengan wajah yg pucat


"Elina ? , Sepupu Lo itu? , Buat apa dia nelpon Lo? " Tanya Sherly kembali. Namun Karin hanya diam . Teman teman nya itu heran.


"Rin , ada apa? , Kok Lo badan Lo jadi gemetar "ucap Ririn.


"p-papah g-gue"


"Papah Lo kenapa ? " Tanya reva.


"Rin , ada apa ? " Tanya Vano sembari mendekat ke arah Karin.


"p-papah a-aku Van " lirih Karin sembari meletakkan kepalanya ke bahu vano.


"Iya , papah kamu kenapa?" tanya Vano


"Hiks...hikss" tangis Karin pecah.


"Hei! , tenang . Ada apa ? " Tanya Vano sambil mengelus pipi Karin.


"p-papah aku Van. P-papah aku , men-meninggal.....hiks...hikss.." ucap Karin sambil mengisi.


"APA?! " teriak tenan teman nya.


"k-kak , kalo gitu aku pergi ya " ucap Monica .dia sejak tadi menyimak percakapan antara dua kekasih itu.


"Yaudah sana ! " Usir Sherly.


"Yaudah , sekarang kita ke rumah sakit , ya " ucap Vano.


"I-iya "


Mereka pun pergi menuju rumah sakit.


~30 menit , mereka pun sudah tiba di RS .


" PAPAH!" teriak Karin sambil menangis kencang.


"pah, papah , papah harus bangun. PAHH! " ucap Karin sambil memegang pipi sang ayah


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2