
"Huh! Aku lelah jika harus berpura - pura polos terus," batin ku
"Lihat saja kamu Reyaa, gw gak bakal biarin lu ngerebut Raka dari gw."
~Skip di rumah~🥑
"Kita sudah sampai di rumah kamu." ucap Raka
"Makasih ya sudah nganterin aku pulang, oh iya kamu mau mampir dulu gak?" tanya Rachel
"Gak deh aku langsung pulang saja, soalnya masih ada urusan." ucap Raka
"Oh yaudah deh kalau gitu, kamu hati-hati di jalan ya." ucap Rachel dengan tersenyum
"Iya cantik, aku bakal ingat sama pesan kamu." ucap Raka sambil menciumi kening nya Rachel
Rachel yang di cium oleh Raka langsung kaget dan buru-buru untuk turun dari mobil nya karna ia merasa sangat malu pipinya yang mulai merah, Rachel juga langsung berlari ke arah rumah nya.
Raka yang melihat nya tingkah laku nya Rachel langsung tertawa kecil, karna baru kali ini Raka mencium wanita lain selain mama nya.
"Astaga! Raka benar-benar ya bikin aku malu saja, untung aku segera kabur dari mobil nya." gumam Rachel
Namun tiba-tiba Rachel di kejutkan oleh bunda nya. "Sayang," panggil bunda nya
"Hah! Astaga bunda, kenapa ngagetin Rachel sih." ucap Rachel
"Bunda gak ngagetin kamu kok, lagian kamu ngapain diam di situ?" tanya bunda nya
"Rachel baru pulang bunda," jawab Rachel
"Tadi gimana sayang? Kamu lama banget sih jalan nya sama Raka?" tanya bunda nya
"Hehe tadi aku ke mall dulu karna ada restoran yang baru buka terus aku makan habis itu aku beli eskrim nih." ucap Rachel sambil menunjukan eskrim yang ia beli
"Kamu beli berapa eskrim nya?" tanya bunda nya
"Aku beli lima, bunda mau eskrim nya?" tanya balik Rachel
"Bunda mau dong, bunda ambil rasa cokelat ya, makasih sayang." ucap bunda nya sambil pergi ke arah kamar nya
Begitu pun juga dengan Rachel, ia langsung bergegas ke kamar nya, sesampainya dia di kamar Rachel langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
"Huh! Selesai juga sekarang tinggal makan eskrim nya deh," ucap Rachel
Namun tiba-tiba terdengar suara telpon dari arah tas nya, Rachel bergegas untuk mengambil nya ternyata ada panggilan masuk dari Raka, Rachel langsung mengangkat telpon tersebut.
Tuttt
( Halo Rachel )
( Halo juga raka )
( Ada apa kamu telpon aku? )
( Hm, gapapa sih kamu lagi ngapain? )
( Lagi makan eskrim, kenapa? )
( Oh gitu toh, yaudah deh aku cuman nanya doang kok )
( Hm, aku kira ada apa )
( Oh iya aku mau minta pap kamu kalau lagi di rumah )
( Hm, oke yaudah aku matiin ya telpon nya, nanti aku kirim )
( Oke cantik, aku tunggu )
Rachel pun langsung mematikan telpon nya dan dia segera beranjak dari tempat tidur nya dia langsung berfoto di depan cermin nya.
Rachel pun langsung mengirimi foto nya ke no nya Raka.
( Itu foto nya )
( Wah cewe gw cantik banget sih )
( Haha bisa saja kamu Raka )
__ADS_1
( Yaudah sudah dulu ya chat nya nanti aku chat kamu lagi )
( Oke deh, bay cantik )
( Bay juga Raka )
Rachel langsung mengakhiri chat nya dengan Raka, ia langsung memakan eskrim nya, sedangkan Raka yang masih memandangi foto nya Rachel dari hp nya.
"Rachel lu kenapa cantik banget sih, imut, baik, gemesin ngerepotin perasaan orang saja sih." gumam Raka
"Pengen banget deh cepat-cepat nikahin lu, biar gak ada cowo yang naksir sama lu." batin Raka
~Skip keesokan harinya~🥑
Terlihat Felicia yang sedang memasak di dapur di temani oleh pembantu nya bi Inah. "Nyonya, dengar-dengar non Rachel di jodohkan kan ya?" tanya bi Inah
"Iya bi, aku menjodohkan Rachel dengan Raka teman sekolah nya itu, lagian keluarga Argantha sudah dekat dengan keluarga Alexandre." ucap Felicia
"Non Rachel setuju di jodohkan dengan tuan Raka, nyonya?" tanya lagi bi Inah
"Setuju kok, seperti nya Rachel juga senang di jodohkan dengan Raka." jawab Felicia
"Oh gitu ya, semoga saja tidak ada gangguan ya," ucap bi Inah
"Semoga saja bi, aku berharap pernikahan ini berjalan dengan lancar," ucap Felicia
"Eh, tapi kan mereka masih sekolah nyonya, emang kapan pernikahan nya?" tanya bi Inah
"Sebenarnya bulan depan sih bi, satu tahun lagi juga lulus kok." jawab Felicia
"Oh seperti itu, ya semoga saja tidak ada hambatan dan bisa ada baby nya." ledek bi Inah
"Haha bi Inah bisa saja deh." ucap Felicia
Mereka berbicara dengan penuh canda dan tawa, masakan pun akhirnya selesai Felicia langsung menyajikan nya di atas meja makan. Raka, Rachel dan juga Revan keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ke ruang makan.
"Good morning bunda," sapa rachel
"Morning anak nya bunda." sapa balik bunda nya
"Hei sayang." sapa Revan sambil mencium kening Felicia
"Lho, gapapa dong, dari pada aku telat nanti di omelin sama kamu." ucap Revan
Raka dan Rachel hanya bisa tertawa kecil karna melihat tingkah laku orang tua nya, walaupun mereka sudah berumur mereka masih awet muda, mungkin karna wajah mereka terawat jadi sedikit awet muda.
"Bunda, nanti aku pulang agak telat ya," ucap Reyhan
"Memang nya kamu mau kemana sayang? Kamu gak aneh-aneh kan?" tanya bunda nya
"Gak kok Bun, aku mau jalan sama pacar ku, jadi aku pulang agak telat." jawab Reyhan
"Kamu sudah punya pacar? Siapa? Kenalin sama bunda dong," ucap bunda nya
"Hehe iya deh Bun, kapan-kapan aku kenalin sama bunda." ucap Reyhan dengan sedikit malu
"Memang nya kamu sudah berapa lama pacaran Reyhan? tanya ayah nya
"Baru satu bulan sih, hehe." ucap Reyhan
"Hm memang nya kamu pacaran dengan siapa? Apakah dia satu sekolah dengan mu?" tanya ayah nya
"Iya yah, dia satu sekolah dengan Reyhan kok, dia itu adik sepupu nya Raka yah." ucap Reyhan
"Raka? Raka siapa yang kamu maksud nak?" tanya bunda nya
"Ihh! Raka teman ku lah yah, yang di jodohkan dengan rachel." ucap Reyhan
"Hah! Jangan bilang itu sahabat ku sih Rara?" tanya Rachel dengan penuh penasaran
"Hehe iya, itu Rara sahabat kamu, memang nya kenapa?" tanya balik Reyhan
"Gapapa sih, aku kaget saja, hm memang nya dari kapan kalian pacaran?" tanya Rachel
"Itu pas kamu masih di Amerika, aku sudah lama dekat dengan dia." ucap Reyhan
"Oh gitu, yaudah jagain Rara, awas saja sampai kamu bikin dia sakit hati, aku geprek kamu kayak kambing." ancam Rachel
"Dih! Iya iya, Rara bakal aman sama aku, gak usah khawatir," ucap Reyhan dengan enteng
__ADS_1
"Yaudah kalian cepat sarapan nya, nanti kalian telat loh." ucap bunda nya
"Iya bunda." ucap bersamaan
~Skip di sekolah~🥑
"Hai Raka," sapa Rachel
"Oh, hai juga Rachel, tumben kamu baru berangkat nya agak siang?" tanya Raka
"Iya, tadi tuh agak lama di rumah, karna asik ngobrol," ucap Rachel
"Memang nya kamu ngobrolin apa tuh?" tanya Raka dengan penasaran
"Itu loh, Reyhan ternyata pacaran sama Rara, sepupu kamu Raka." ucap Rachel
"Hah! Serius kamu! Kapan sih, kok aku gak pernah tau kalau Rara pacaran sama Reyhan," ucap Raka dengan herannya
"Masa sih kamu gak tau, padahal kamu kan dekat sama Reyhan." ucap Rachel
"Hm, yaudah kamu masuk kelas sana, bentar lagi bel loh." ucap Reyhan sambil mengusap kepalanya Rachel
"Hehe iya, yaudah aku ke kelas dulu ya, bay Raka." ucap Rachel
"Bay juga sayang." ucap Raka dengan tersenyum
Rachel pun langsung berlari ke arah kelas nya, begitu pun juga dengan Raka, namun saat Rachel ingin masuk kelas tiba-tiba ia di jegat oleh Reyaa dan sahabat nya itu.
"Heh culun!" bentak Reyaa
"Kenapa ya? Apakah kita ada masalah?" tanya Rachel
"Lho! Kenapa lu dekat banget sih sama Raka, lu jangan caper ya sama dia." ucap Reyaa
"Caper? Aku gak salah denger? Bukan nya kamu ya yang caper sama Raka?" tanya Rachel dengan sinis
"Maksud loh apa? Lu mau nuduh gw hah! Jangan mentang-mentang lu kembarannya Reyhan ya." ucap Reyaa
"Gw peringatin lu ya, Lo jangan deketin Raka lagi karna dia hanya milik gw buka punya loh, paham kan maksud gw kalau lu masih deketin Raka gw bakal bikin hidup lu menderita." ancam Reyaa
"Hah gw gak salah denger nih? Lu mau ngancem gw? Gak salah lu?" tanya Rachel
"Maksud lu apa! Gak usah sok berani lu sama gw!" tegas Reyaa
"Kamu terlalu b4c0t banget sih, oh iya satu hal lagi, kalau kamu masih mengggagu hubungan ku dengan Raka aku gak segan-segan untuk keluarkan kamu dari sekolah." bisik Rachel di telinga Reyaa sambil pergi meninggalkan Reyaa yang masih mematung disana
"Reyaa lu kenapa? Dia ngomong apa ya?" tanya Putri dengan khawatir karna tiba-tiba Reyaa diam seperti patung
"Apa! Apa maksud omongan nya dia, dia mau ngeluarin gw dari sekolah? Lalu kenapa gw harus takut, gw kenapa?" batin Reyaa yang masih bertanya-tanya
"Reyaa lu kenapa? Kok lu diem saja sih, dia ngomong apa? Cerita sama gw Reyaa." ucap Putri yang masih khawatir dengan sahabat nya itu
"Gw gapapa, yaudah kita ke kelas saja ya," ucap Reyaa
"Lho, beneran gapapa kan?" tanya Putri
"Gw gapapa Putri, mending kita ke kelas saja lu ngerti gak sih." bentak Reyaa
"Hm, maaf." ucap Putri yang masih kaget
"Maafin gw Putri, gw gak bermaksud buat bentak lu," ucap Reyaa
"Hm iya gapapa." ucap Putri
Reyaa dan Putri langsung bergegas ke kelas nya karna bel juga sudah mau berbunyi, sedangkan Rachel yang sedang duduk di bangku nya merasa puas karna bisa mengancam Reyaa.
Sebenarnya Rachel tidak tega mengancam seperti ini, tapi apa boleh buat Reyaa masih kurang ajar perilaku nya masih sama tidak ada perubahan, Reyhan yang dari tadi memperhatikan Rachel jadi penasaran kenapa dia senyum-senyum sendiri.
"Oi, kenapa dah kok dari tadi kek orang gila senyum-senyum sendiri gitu?" tanya Reyhan
"Gapapa kok, sudah lah lu gak usah kepo," sahut Rachel
"Hm."
"Jangan banyak tanya, gw mau belajar," ucap Rachel
"Hah! Sejak kapan dia jadi agak kasar ya, aneh banget." batin Reyhan yang merasa heran dengan kembaran nya itu.
"Lu pasti heran kenapa gw jadi kasar gini, lihat saja permainan gw Reyhan." batin Rachel yang merasa puas bisa mengerjai kembaran nya itu
__ADS_1
"Dahlah males banget gw kalau nanya sama dia, pasti dia malah jawab nya gak sesuai ekspektasi gw lagi, mending gw fokus ke pelajaran saja dah." batin Raka yang bertanya-tanya tentang keanehan kembaran nya itu.