Gadis Itu Milikku

Gadis Itu Milikku
chp 41


__ADS_3

elang terkejut karna tiba-tiba faya berada di ruangan nya.


"kenapa kamu tiba-tiba berada disini"elang menatap faya tajam


"hehehe.......faya kabur kak"jawab faya jujur


"sekarang kamu mulai berani membantah ya"elang berjalan menuju kursi kebesaran nya dan duduk di sana.


"kak el.....faya mohon,jangan apa-apain Al kak,dia gak salah apa-apa"faya memelas


"apa segitu peduli nya kamu pada nya"elang yg terlihat emosi


"bu-bukan i-tu kak,dia gak ada sangkut pautnya dengan masalah kita kak"jelas faya


(iiiih.....gimana jelasin nya sih)batin faya menggerutu


"faya yg bilang suka itu,bukan faya menyukai Al karna ada rasa,tapi yg faya maksud suka itu adalah sifat nya,baik,ramah,sopan, pintar,dan bertanggung jawab,itu yg faya maksud"sambungan faya


"apa aku tidak seperti itu"tanya elang


"humm.... kalau itu faya belum tau,kan faya baru kenal kak el sekarang"kilah faya


(yg aku tau sekarang cuma sifat galak kak el yg menakutkan,dan sifat cabul nya)batin faya


"kemari"titah elang agar faya mendekat


faya tidak membantah,dia tidak mau elang gamuk lagi.faya mendekat ke elang, setelah sampai di depan elang,elang langsung menarik faya,hingga faya jatuh di pangkuan nya.


"lepas kak,faya mau turun"faya memberontak ingin turun


"apa kaki mu tidak pegal,karna berdiri terus"elang menahan pinggang faya,agar tidak turun dari pangkuan nya


"di situkan ada kursi,kenapa harus duduk di pangkuan kakak sih"kesal faya


"apa kamu mau aku memaafkan mu,dan tidak menghukum mu dan melepaskan bocah ingusan itu"elang menahan tangan faya yg terus memberontak


"ya ya ya"jawab faya cepat,terhindar dari hukuman,dan Al selamat,apalagi yg paling membahagiakan


"tapi ada 1 syarat"ucap elang di selingi senyuman devil nya


(udah aku duga,pasti ada apa-apa di sebalik nya)batin faya


"apa syaratnya"tanya faya penasaran

__ADS_1


elang mengusap bibir faya lembut,dan menatap faya dengan senyuman manis nya.


"apa kamu sudah tau"ucap elang yg masih mengusap bibir faya


"ciuman kan"ujar faya memutar mata nya jengah


"tapi ciuman ini berbeda"elang tersenyum devil


"maksud nya"tanya faya tidak mengerti


"kamu harus memuaskan bibir ku"jawab elang tersenyum


"haaah ......" mata faya terbablak


(jadi aku harus jadi agresif gitu maksud nya)batin faya tidak percaya


"gak ada yg lain kak,misal nya buatin minuman,atau ngerjain sesuatu gitu"tawar faya


"tidak"jawab elang singkat,padat,jelas


"huuuh......baiklah,tapi gak sekarang ya kak"faya memelas


"kenapa"tanya elang yg sedang memainkan rambut faya


(apa ya,alasan yg tepat)batin faya berpikir


"baiklah.......aku tunggu saat malam pertama kita"elang mencium kening faya


(kayak nya aku harus kabur saat malam pertama nih)batin faya bergumam


"jangan berpikiran untuk kabur baby"ucap elang seakan tau apa yg faya pikirkan


"huh....iya iya"faya cemberut karna rencana nya di ketahui


elang tersenyum melihat wajah imut faya saat cemberut,menggemaskan.


elang melanjutkan pekerjaannya yg sudah menumpuk diatas meja,elang tetap tidak menurunkan faya dari pangkuan nya.


"kak el"panggil faya


"hum"elang yg fokus melihat ke laptop nya


"yg kakak bilang karnata tadi,apakah itu marga kakak El yg sebenarnya"tanya faya penasaran,padahal sudah sedari tadi faya kepo nya,tapi tidak punya keberanian untuk menanyakan nya.

__ADS_1


elang menghentikan aktivitas nya di laptop dan menatap mata binar faya yg menginginkan jawaban


"ya....itu marga asli ku"jawab elang


"lalu kenapa kakak tidak memakai marga asli kakak,dan kenapa kak el malah memakai marga keluarga faya,apa keluarga kak el tidak marah karna kak el mengganti marga kakak begitu saja"tanya faya yg ngelunjak


"apa kamu ini wartawan,hmm"elang mengusap kepala faya


"faya cuma pengen tau aja,kakak kan calon suami faya,ya wajarlah faya kepo"elang bersemu saat pertama kali faya memanggil nya calon suami


"kamu ingin tau"elang menarik kepala faya ke dada bidang nya dan mendekap nya


faya mengangguk.faya ingin mendongak,tapi tangan elang menahan tengkuk nya untuk tetap bersandar di dada nya


"aku akan memberitahu mu saat malam pertama kita"elang balas dendam


"iiiih....kak el balas dendam ya,faya mau tau sekarang"faya mendongak


"kalau begitu,aku ingin ciuman nya sekarang"elang tersenyum licik


"kakak licik"faya mencibik


"aku tidak mau rugi"elang terkekeh


"ok faya tunggu saat malam pertama,awas kalau kakak bohong"faya memicingkan mata nya


"Aku juga tidak sabar untuk menunggu malam pertama kita baby"elang tersenyum mesum


"iiiih.....kak el mesum"faya menyembunyikan wajah merah nya di dada elang


elang terkekeh melihat wajah merah tomat faya karna malu.


elang melanjutkan pekerjaannya yg tertunda,walau harus mendengarkan ocehan faya,tapi elang tidak risih,malahan membuatnya bersemangat mengerjakan pekerjaan nya,karna ruangan nya tidak membosankan lagi


(seperti nya aku harus membawanya kemari setiap hari) batin elang


setelah beberapa 2 jam,kini suara faya sudah terdengar lagi,yg elang rasakan hanya hembusan napas yg teratur


elang tersenyum melihat faya yg tertidur di pangkuan nya,karna terlalu lelah mengoceh.elang menggendong faya dan membawa nya ketempat istirahat pribadi nya,supaya faya lebih nyaman tidur nya.


elang meletakkan faya dengan hati-hati dan menyelimuti nya,lalu mengecup kening faya dan berlalu pergi keluar untuk melanjutkan pekerjaannya.


*********Bersambung*****

__ADS_1


gimana guys......cerita nya,dapet apa nih author nya


selalu vote author nya ya,biar tambah semangat 🥰***


__ADS_2