
Author Prov,,,
Salsha pun telah lama menunggu kedatangan David, setelah setenggah jam berlalu akhirnya David pun datang. Tetapi David datang sambil membawa sebuah kado yg cukup besar dari yg tadi Dia berikan kepada Salsha.
End Author Prov.....
________________
______________________________________
Salsha Prov,,,
"Mas kok lama banget sih, Aku cape tau nunggu nya" kataku.
"Iya deh, Mas minta maaf" katanya.
"Terus Mas tadi habis dari mana, jgn2 Mas selingkuh" kataku curiga.
"Ih, Kamu kok nuduh Mas selingkuh sih, nanti dosa loh" katanya.
"Kalo gitu Aku minta maaf" kataku.
"Oke Mas maafin, tadi Mas lama karena siapi kado ini buat kamu" katanya sambil menyerahkan sebuah kado yg cukup besar.
"Ini untuk Aku, Mas" kataku.
"Iya Sayang, Bukalah" katanya.
"Ini,,, ini kunci rumah dan kunci mobil buat Aku" kataku kaget sambil terbata2.
"Iya itu untukmu, Sayang" katanya.
"Makasih ya, Mas" kataku.
"Iya, Sayang" katanya.
"Kamu beli rumah untuk apa Sayang, kan apartement Kamu udah sangat besar untuk Aku" kataku bertanya.
"Itu untuk anak2 kita nanti" katanya.
"Emang Aku mau punya anak sama, Mas" kataku bertanya.
"Kalo Kamu gk mau sih, Mas bakal cari cewe lain yg mau kasih anak untuk Mas, pasti di luaran sana banyak yg ngantri untuk menjadi istri, Mas" katanya pura2 ngambek.
"Ih Mas kok gitu sih, Oke deh kalo gitu nanti kita bakal buat anak deh" kataku.
"Jangan nanti dong, malam ini saja bagaimana, Sayang" katanya mengoda.
"Ih, Mas mesum" kataku merona.
"Biarin mesum, tapi kamu mau kan bikin anak malam ini" katanya mesum.
"Baiklah" kataku merona.
End Salsha Prov.....
________________
_________________________________
Author Prov,,,
__ADS_1
Malam pun tiba, David sudah menunggu kedatangan Salsha, akan tetapi Salsha tetap tidak muncul2 juga. Setelah setenggah jam berlalu akhirnya Salsha pun datang, David segera menghampiri Salsha dan menyentuhnya.
Malam itupun mereka lalui dengan penuh cinta sebagai pasangan suami istri.
End Author Prov.....
________________
___________________________________
~DUA (2) BULAN KEMUDIAN~
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤♡¤¤¤¤¤¤¤¤¤
David Prov,,,
Pagi hari pun tiba, Aku terbangun dari tidurku karena sinar matahari yg masuk menembus ke dalam kamarku. Aku melihat Salsha sudah selesai mandi, Aku pun segera menghampirinya.
"Good Morning, Sayang" kataku sambil memberikan kiss selamat pagi.
"Good Morning, Mas" katanya.
"Tumben pagi2 gini udah mandi, emang kamu udah masak" kataku.
"Aku males masak Mas, Mas suruh pembantu aja ya yg masak" katanya.
"Oke deh kalo gitu" kataku.
"Mas mau gk beliin aku rujak" katanya manja.
"Tapi aku mau makan rujak Mas" katanya manja.
"Iya deh, nanti Mas bakal suruh Pak Dadang beliin rujaknya" kataku.
"Tapi aku maunya Mas yg beliin, aku gk mau Pak Dadang yg beli" kataku manja.
"Iya deh, nanti Mas beliin" kataku.
"Tapi Aku maunya sekarang" katanya manja.
"Iya deh Mas beliin sekarang, tapi kamu tunggu dirumah jgn kemana2, Oke" kataku.
"Oke Mas, Aku janji deh" katanya sambil mengajungkan jari kelingkingnya.
Aku pun segera melajukan mobilku, Aku sudah mencari kesana kemari tetapi tetap tidak menemukan orang yg jualan rujak. Setelah setengah jam menyelusuri jalan, akhirnya Aku menemukan seorang ibu tua yg menjual rujak, Aku pun segera menepikan mobil ke pinggir jalan.
"Bu, saya beli semua rujaknya ya" kataku.
"Iya Nak, tunggu sebentar ya" kata sang ibu penjual rujak.
"Baiklah Bu" kataku.
"Ngomong nama nak siapa" kata sang ibu penjual rujak.
"Nama saya David, Bu" kataku.
"Oh David, Emang Nak David beli rujak sebanyak ini buat siapa" kata sang ibu penjual rujak.
"Untuk istri saya, Bu" kataku
__ADS_1
"Oh gitu toh, ibu rasa pasti Istri Nak David sedang ngidam" kata sang ibu penjual rujak.
"Ngidam" kataku binggung.
"Iya Nak David, ngidam itu artinya tanda2 hamil muda" kata sang ibu penjual rujak.
"Masa sih Salsha hamil, kalo hamil gue bakal jagain Dia terus deh" gunamku.
"Oh gitu ya Bu, kalo gitu saya permisi dulu ya Bu, ini uangnya" kataku sambil menyodorkan uang ratusan ribu 5 lembar untuk sang ibu penjual rujak.
"Nak David, ini uang nya kebannyakan" kata sang ibu penjual rujak.
"Kembaliaannya untuk ibu saya, saya pergi dulu ya, Bu" kataku sambil meninggalkan sang ibu penjual rujak tersebut.
"Hati2 di jalan ya, Nak David" kata sang ibu penjual rujak.
"Iya, Bu" kataku.
Aku pun segera melajukan mobilku untuk pergi ke apartementku. Setelah setenggah jam berlalu, Aku pun sampai di apartement ku. Aku segera mencari keberadaan Salsha di kamar.
"Sayang nih rujaknya, kamu dimana sih" kataku.
"Wuek,,, wuek,,, wuek,,, " bunyi suara muntah2 di kamar mandi.
"Sayang, kamu di dalam ya" kataku khawatir.
"Iya, wuek,,, wuek,,, wuek" suara Salsha muntah2.
Akupum segera pergi menghampiri Salsha di kamar mandi karena Aku khawatir dengan keadaannya.
"Sayang, kamu sakit ya, kalo kamu sakit kita ke dokter ya" kataku.
"Gk kok, Mas,, wuek,,, wuek,,, wuek" kata Salsha sambil muntah2.
"Tuh kamu dari tadi muntah2 mulu, lebih baik kita ke dokter sekarang saja ya" kataku cemas.
"Baiklah, Mas" katanya.
End David Prov.....
____________________
_____________________________________
Bagaimana episode kali ini, suka gk kalian, kalo suka jangan lupa like dan coment buat Author biar Author tambah semangat nulisnya😊😊😊
Jangan lupa FOLLOW Instagram: @nuraina_alhusna
___________________________
______________________________________
Next,,,,,
__ADS_1