
Dua Minggu Kemudian,,,
Tak terasa waktu terus berjalan, hingga waktu yg ditunggu2 telah tiba. Di sebuah kamar terlihat seorang pria, yg tengah sibuk dengan kemejanya. Dia terus menerus menatap ke arah cermin, terlihat dari wajahnya kalo Dia sedang gugup.
David Prov,,,
"Aduh kok gk terasa ya, udah mau nikah aja gue" gumamku.
"Tapi gue kok jadi gugup ya, eh tapi gue gk boleh gugup di depannya, nanti pasti Dia ngetawain gue" gumamku lagi.
"Oke, gue gk boleh gugup, gue harus tegas saat ijab kabul nanti" kataku menyemangati diri sendiri.
"Nak, kamu udah siap belum, kok lama amat siap2nya" kata Mama bertanya.
"Sebentar lagi Ma, Aku lagi beneren kemeja Aku nih" kataku menjawab.
" Mama tunggu kamu di luar ya, ingat jangan lama2" kata Mama.
"Oke, Ma" kataku.
Setelah berkaca dan berkaca lagi, dan gue rasa gue udah cukup keren, gue pun keluar dari kamar gue untuk segera menemui ibuku. Tak lama gue pun bertemu dengan ibuku dan ayahku yg telah menungguku di luar.
"Ayo Nak, kita berangkat" kata Papa.
"Ayo, Pah" kataku.
"Nak, kamu kalo ngucapin ijab kabul nanti harus tegas ya, jgn sampai gugup" kata Mama memberi tahu.
"Oke, Ma" kataku.
Setelah setengah jam berlalu, Aku pun bersama orang tuaku telah tiba di kediaman keluarganya Salsha.
"Nak, silahkan masuk" kata ibunya Salsha.
"Iya, Tante" kataku.
"Tante, Aku boleh nanya gk" kataku bertanya.
"Boleh kok Nak, mau tanya apa ya" kata ibunya Salsha.
"Salsha nya dimana ya, Tante, kok gk kelihatan" kataku bertanya.
"Oh Salsha, Dia lagi dandan Nak, pasti sebentar lagi turun kok" kata ibunya Salsha.
"Oh gitu ya, Tante" kataku.
" Iya, Nak" kata ibunya Salsha.
"Aduh, anak Mama ini, kok gk sabaran banget pengen ketemu Salsha nya" kata Mama menggoda.
"Gk kok Ma, Aku cuma nanya doang" kataku bohong.
"Gk usah bohong deh sama Mama, Mama tau kok kalo kamu pengen banget ketemu Salsha" kata Mama.
"Iya deh, Mama bener kali ini, Aku emang pengen banget ketemu sama Salsha" kataku jujur.
__ADS_1
"Nak, coba kamu liat siapa yg turun itu" kata Mama.
"Siapa sih, Ma" kataku bertanya kepada ibuku, sambil aku pun memutar tubuhku untuk melihat siapa yg turun.
"Mashya Allah, Cantik banget calon istriku, Aku jadi gk mau berpaling dari Dia, Aku ingin selalu melihat wajah cantiknya, walau terkadang Dia jutek sih" gumamku terkesima.
"Nak, kok kamu bengong sih, Mama panggilin dari tadi kok gk dijawab" kata Mama membuyarkan lamunanku.
"Mama panggil Aku buat apa sih" kataku bertanya.
"Itu Mama panggilin Kamu dari tadi karena, Mama mau bilang kalo kamu udah dipanggil Pak Penghulu" kata Mama.
"Oh kalo gitu, ayo kesana sekarang ya, Ma" kataku.
"Oke" kata Mama.
Sesampainya Aku disana, Aku pun mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan tegas, semua orang kagum melihatku. Para saksi dan undangan pun, semuanya memberikan selamat kepadaku dan kepada istriku. Malam pun tiba Aku dan istriku pun memasuki kamar Pengantin Kami, kamar itu sudah dihiasi dengan kelopak bunga mawar yg sangat harum dan juga dihiasi dengan lilin2 yg menyala dgn indahnya.
"Sayang, kamu mau ke mana" kataku bertanya kepada istriku.
"Aku mau mandi dulu, karna badan Aku udah gerah, karna seharian pakai gaun pengantin ini" katanya.
"Oh kalo gitu, kita mandinya bareng aja gimana, soalnya badanku juga gerah nih" kataku.
"Ogah, gue bareng Lo mandi, dan Lo jgn coba2 ngintip gue mandi, kalo Lo ketahuan ngintipin gue mandi Lo akan gue kasih pelajaran" katanya mengancam.
"Oke deh, kalo gitu Lo duluan aja mandinya, setelah Lo selesai baru gue mandi, dan gue janji gk bakal ngintipin Lo" kataku.
"Oke, gue pegang janji Lo awas kalo Lo bohong" katanya.
*Flashback Minggu Lalu*
Di sebuah taman yg indah, gue bersama Salsha sedang asyik membicarakan tentang janji Salsha dulu,,
"Eh Ca, Lo masih inget kan janji Lo waktu itu" kataku.
"Inget kok, emangnya kenapa" katanya.
"Gue mau nagih janji Lo itu" kataku.
"Masa sekarang sih, kan Lo sama Gue belum muhrim, bagaimana kalo setelah nikah aja, nanti pasti gue tepatin deh" katanya berjanji.
"Bener juga sih kata Dia, kalo gue nagihnya sekarang takutnya gue dosa, udah deh, nunggu setelah nikah sama Dia aja deh kalo gitu" gumamku.
"Oke deh, kalo gitu" kataku.
"Makasih ya" kata sambil tersenyum.
"Aduh meleleh hati ini melihat senyuman nya" gumamku.
"Kok, kamu ngelamun sih" katanya bertanya.
"Gak kok" kataku bohong.
__ADS_1
"Oh gitu, kalo gitu kita balik sekarang bagaimana" katanya.
"Oke" kataku.
*End Flashback*
"Oh iya, gue hampir lupa" gumam Salsha.
"Bagaimana kalo gue minta nya sekarang"katanya bertanya.
"Oke deh kalo gitu, tapi Lo tutup mata dulu ya" katanya.
"Oke" kataku.
"Aduh gue gugup nih" gumam Salsha.
"Kok lama amat sih, Sayang" kataku bertanya.
"Tunggu sebentar, Oke" katanya.
"Oke" kataku.
"Oke deh, sekarang aja cium nya" gumam Salsha.
CUP,,,
"Hore akhirnya penantiaan gue selama ini akhirnya terwujud juga" gumamku girang.
"Lo kok gk buka2 mata sih, Lo mau minta ciuman dari gue lagi ya" katanya bertanya.
"Kalo boleh sih, gue mau banget" kataku.
"Ni orang di kasih hati minta nya jantung, oke gue harus tenang, orang ngeselin nih harus gue kasih pelajaran baru tau rasa" gumam Salsha.
"Sayang, sini deh pipi Kamu biar Aku cium lagi" katanya.
"Nih disini ya Ca, Lo harus cium gue lagi" kataku.
"Oke" katanya.
Bugh,, Bugh,,
Bukan ciuman yg di dapat David melainkan tonjokkan dari Salsha. Akhirnya muka David pun babak belur karna mendapat tonjokkan dari Salsha.
End David Prov...
______________
______________________________________
Jangan lupa kasih like dan coment nya buat Author ya, biar Author tambah semangat nulisnya.
_________
_____________________________
Next,,,,,
__ADS_1