
Shin mendengarkan penjelasan dari Haga yang mewakili Hana memberi penjelasan. Shin terdiam sesaat setelah mendengar detail ceritanya.
" Kalau begitu kalian semua mundur... Hana cewekku... Aku yang lebih dulu jadian dengannya... Kalian belakangan... Berarti bukan perasaan dia yang sebenarnya. " kata Shin
" Mana bisa begitu... Kau duluan bukan berarti Hana suka padamu.." Sinya tak mau kalah.
" Sudah jelas gue kan... Kalian cuma karena spontan saja... Sedang sama gue dia beneran suka.." Shin tetap bersikukuh.
" Gak bisa...kami gak terima.." kata keempat S yang lain. Mereka saling ngotot dan bertatapan tajam seperti prajurit hendak berangkat perang. Mereka siap bertarung.
" Ya sudah kalian tentukan sendiri siapa di antara kalian yang paling kuat dan cocok jadi pacar Hana. Kita pergi dulu..." Kata Haga tidak mau pusing pusing lagi. Terserah mereka saja. " Tapi ingat , lakukan di luar sekolah.." tambah Haga seraya membawa pergi Hana.
" Hemmm....sekarang bagaimana cara kita untuk menentukan yang terbaik? " Mereka saling bertanya tanya.
" Sudah menyerah saja... Kalau mau bersaing denganku..kalian bukan levelku...Iq kalian semua di bawah ku.." kata Shinya.
" Huh...cuma bisa mapel...sini adu masak denganku...kalian pasti tidak bisa kan.." kata pemuda S yang jago masak. Dia adalah Shiro.
" Cowok kok masak..banci banget..."
" Lo gak tau Chef... cowok bisa hidup makmur juga dari kerja sebagai Chef.."
" Alah...seribu satu..." ledek para S yang lain.
__ADS_1
" Yang bener tu gue.. Gue jago bela diri.. Bisa ngelindungi cewek gue...kalian mah apa.." ucap seorang pemuda lagi. Ia adalah seorang pemain taekwondo. Tubuhnya atletis , padat , dan macho. Namanya Shiga.
" Kalian semua ga sebanding sama gue...Gue masih bocah gini udah jadi artis, foto model dan bintang iklan. Duit banyak... Meski pelajar gue berdompet tebal..." ledek seorang lagi. Ia bertubuh tinggi, kurus dan berwajah tampan. Wajahnya memang memiliki nilai jual tersendiri. Dan benar wajahnya itu sudah sering berlalu lalang di televisi . Namanya Shinggo.
" Alah songong... jadi artis tu musiman..paling nanti sebentar lagi juga ngilang.. " ucap mereka sirik.
" Sudahlah kalian semua gak berguna ...kek gue ni...pembalap...prospek ke depan cerah...masa depan terjamin.." kata Shin tak mau kalah.
" Terjamin ke mana?..ke surga?..."
" Semakin tinggi kecepatanmu ,semakin dekat kepada Yang Maha Pencipta.."
" Hahaha..." Yang lain tertawa terbahak bahak.
" Betul betul betul..."
" Cih...itu cuma omongan orang yang sirik aja. Gak bisa lihat orang lain sukses...Buktinya gue baik baik aja....Kalau berani sini adu skil sama gue...paling kencang dikit udah ngompol di celana...hahaha.." Shin meledek balik karena tidak mau kalah.
" Lo beruntung aja.."
" Belum kena apes nya..."
" Bacot !!! " timpal Shin kesal.
__ADS_1
" Hahaha ..."
" Ngajak berantem lo?" tantang Shin pada ke empat pemuda yang menertawakannya.
" Yakin berani? " Merekapun tak gentar .
" Sini maju...lawan gue satu satu... Gue bikin perkedel lo pada.." tantang Shin.
" Hhoho... Yakin mampu ? " tanya Shiga yang jago beladiri. Ia begitu pede dengan gelar juara dan sabuk hitamnya.
" Gaskeun " Shin tersenyum simpul.
" Teeeeeetttt" Bel tanda istirahat usai beebunyi kencang dan mengharuskan mereka kembali ke kelas.
" Huh...beruntung lo... Selamat kali ini... Next bonyok lo.." kata Shiga seraya kembali ke kelasnya. Juga para S yang lain. Mereka segera kembali ke kelas masing masing.
" Ah...gue bolos saja...Mau ke sirkuit lagi.." Shin memilih pergi lagi. Ia segera menuju ke parkiran dan menaiki kuda besi kerennya tang begitu mirip dengan motor yang di pakai para pembalap moto Gp.
Setelah membunyikan knalpotnya keras dan memblayer blayer suaranya, ia memutar gas nya dengan kecepatan tinggi. Ia melaju kencang meninggalkan sekolah itu.
Hana sesaat sempat menoleh pada Shin yang pergi dengan motor super mewah dan kerennya itu.
' Maaf Shin...Xiao Shin...' ucap Hana dalam hati.
__ADS_1