
bip... bip...bip...
Suara nyaring alarm menggema di ruangan yang terlihat gelap. Jam telah menunjukkan pukul setengah tujuh namun matahari enggan menampakkan diri dan lebih memilih mendung menggantikan tugasnya saat ini. Seorang anak manusia yang masih menjelajahi alam mimpi nampak tak terusik sama sekali, ia lebih memilih menyamankan diri dibalik hangatnya selimut.
'ceklek'
" Astaga....anak ini ". Suara memekikan telinga milik mama Susi (mama Nanta) tak digubris oleh Nanta, ya dia adalah Andreas Rananta
" Mama hitung sampai lima kalau tetap gak bangun juga mama buang semua koleksi Korea kamu". Ancam sang mama sambil beranjak keluar dari kamar anaknya.
Selang beberapa saat setelah keluar dari kamar anaknya mama Susi telah sampai ruang makan, disana suami dan anak pertamanya (kakak Nanta) sedang menikmati sarapan mereka
" Gimana ma sudah bangun anaknya?" tanya papi Dimas (ayah Nanta)
" Belum pah , susah banget itu kalau dibangunin" keluh mama Susi.
sementara sang kakak tidak ambil pusing dan memilih melanjutkan sarapannya sembari menunggu tontonan menarik yang sebentar lagi dimulai.
Sementara di tempat lain dikamar Nanta, ia masih enggan membuka matanya malas rasanya melepas kenyamanan pas hari lagi dingin-dinginnya. Hingga suara memekikan telinga milik mamanya kembali terdengar.
__ADS_1
" Nanta mama hitung sampai lima gak bangun juga mama akan benar-benar buang semua koleksi kamu" teriak mama Susi dari arah bawah
'satu....'
'dua....'
'tiga....'
mendengar suara mamanya yang mengancam akan membuang semua koleksi miliknya sontak Nanta buru-buru membuka mata dan berlari ke arah kamar mandi bersiap untuk sekolah.
'empat.....'
Mama Susi tetap menghitung tidak tahu bahwa Nanta telah bangun. Mendengar mamanya masih terus menghitung Nanta berteriak dari dalam kamar mandi
" Kalau sudah bangun cepetan mandi" perintah mama Susi
" Iya mama sayang" jawab Nanta dan melanjutkan aktivitas mandinya
"Gimana ma sudah bangun Nanta?" tanya papi Dimas
__ADS_1
" Udah pa masih siap-siap dikamar sebentar lagi juga turun"
Sepuluh menit kemudian Nanta turun dan bergabung di meja makan
" Pagi Ma..Pa.." sapa Nanta
" Hemmm pagi juga" Jawab papa Dimas
" Oi lu jadi adek gak ad sopan-sopannya ya ma kakak lu" protes Andra kakak Nanta
" Mah Pah tadi kayak ada yang ngomong siapa ya?" pura-pura tidak melihat keberadaan sang kakak
" Wahhh.....parah ngajak ribut ni human"
" sudah gak usah ribut lanjutkan makan lalu berangkat sekolah" ujar sang papa menengahi
Lalu mereka melanjutkan sarapan dengan kitmad.
" Mah papi pergi ke kantor dulu ya" pamit papi Dimas ke istrinya
__ADS_1
" Iya Pah hati-hati" sambil mencium tangan sang suami
" Mah aku sama Nanta pergi ke sekolah dulu assalamualaikum" pamit Andra dan Nanta lalu pergi kesekolah