
Nanta dan Andra telah sampai di sekolah. Setelah memarkirkan mobil Jeep miliknya Andra dan Nanta menuju ke kelas mereka masing-masing.
" Nan gue kayaknya telat balik deh ntar" ucap Andra sebelum mereka masuk ke kelas mereka. Nanta dan Andra beda kelas, Nanta kelas XI IPA 3 dan Andra kelas XII IPA 1 kelas mereka lumayan jauh walau arahnya sama
" Lah trus gue gimana masa nunggu lo Ampel balik, bisa lumutan gue" protes Nanta
" Yailah gue ntar ada rapat futsal lu kalo gak mau nunggu balik aja ma temen- temen lu".
" Ck... yaudah ntar gue balik sendiri aja" Nanta hanya bisa pasrah, toh mana mau ia harus nunggu Abang lucnutnya selesai rapat mending nongkrong sama teman-temannya.
" Nah gitu di g jadi adek, ok gue kelas dulu bye " seru Andra seraya meninggalkan Nanta menuju kelasnya
Saat Nanta masuk ke kelas ternyata Lutfhi sudah datang bahkan cowok satu itu tengah mengelap meja nya menggunakan tisu basah.
'gila bersih emang' batin Nanta
" Lu udah dari tadi Fhik ?" tanya Nanta saat duduk di bangkunya.
Sebenar Lutfhi tidak suka jika ia dipanggil dengan Fhik oleh teman-temannya, kesannya kayak manggil FHIKA gitu kan gak perfek
" hemmm, can you see" jawab Lutfhi tanpa menoleh ke lawan bicara ia masih setia mengerjakan tugas nya mengelap meja
" Anak-anak pada belum dateng?"
" Gak tau gue, dari tadi gue dikelas belum lihat tu dua curut" masih setia mengerjakan tugas nya
selang beberapa saat Tama datang dan langsung menggebrak meja yang ditempati Nanta dan Lutfhi
" woi kantin yuk laper gue" seru Tama
" vangkek lu nyet" sembur Nanta karena terkejut
__ADS_1
" anjing emang lu jadi human ga ada akhlak" kesal Lutfhi pasalnya mejanya itu baru saja ia bersihkan dajjal emang Tama
" hehehehe.... becanda elah sans bae napa?" kekeh Tama
" Yaudah ayo" seru Nanta lalu berjalan keluar kelas meninggal kedua temannya
" Woy Nanta emang temen lucnut lu ya" sungut Tama, sedangkan Luthfi telah pergi menyusul Nanta
" Vangkek lu berdua gue yang ajak gue yang ditinggal."
Mereka berjalan menuju kantin dengan gaya cool nya. Disepanjang jalan menuju kantin banyak siswi SMA 1 BATILADA yang memuji dan kagum akan ketampanan mereka bertiga. Saking terkenalnya, mereka bertiga menjadi the most wanted dan mendapat julukan sebagai 'Trio Kutub'.
' Abang Nanta aku padamu '
' astaga surgawi mata lewat '
' sarangheo oppa Tama '
' ambil aku jadi ibu anakmu Abang Luthfi '
Seolah tak mendengar semua perkataan siswi-siswi itu mereka tetap jalan menuju kantin.
Sesampainya di kantin mereka menuju meja yang biasa mereka tempati bahkan seluruh siswa siswi SMA BATILADA semua tahu sehingga tidak ada yang berani memakai meja VIP milik mereka.
" Berhubung gue baik lu pada mau makan apa gue pesenin!" tanya Tama
" samain" putus Nanta diangguki Luthfi
" ok " setelahnya Tama pergi untuk memesan makanan untuk mereka bertiga.
" Nan ntar lu ke apart lu gak?" tanya Luthfi
__ADS_1
" emang ada apaan, lu mau nginep lagi?"
" iya, bosen gue dirumah terus apalagi Mak lampir datang mulu."
Nanta terkekeh, sebenarnya ia kasihan juga sahabat satu ini sedang di kintilin sama seorang gadis yang tergila gila dengannya.
Namanya adalah Lisa, sebenarnya dia cantik, manis, dan ceria tapi dia membuat satu kesalahan yaitu menyukai Luthfi yang notabene cowok perfeksionis yang semuanya harus memenuhi kriteria semua syarat.
" yaudah kali santai aja ntar gue balik ke apart lo boleh nginep"
" wah...wah... wah... lu emang gak setia kawan banget ya, gue ditinggal sendiri " cerocos Tama ketika ia kembali sambil membawa makanan milik mereka bertiga
Nanta meraih makanannya dan makan tanpa berkomentar. Tama yang merasa diabaikan pun kembali dengan seribu protestan nya
" kalau cogan tanya jawab *nj*ng" kesalnya
Nanta kembali terkekeh geli melihat tingkah Tama yang seperti cewek lagi pms
" kalau lu mau ikut ya ikut aja gak usah jurus pms punya lu keluarin"
Lutfhi yang tadinya hanya diam ikut berkomentar " lu kalau mau ikut ad syaratnya"
" apaan?" Lutfhi menyunggingkan senyum miringnya. Tama sesaat merasa tidak enak pasti ini cuma akal-akalan Lutfhi untuk mengerjainya. Dan benar apa yang keluar dari mulut Lutfhi memang membuat orang ingin menggantungnya di pohon bayam
" lu harus ngegoda kepsek plontos itu, bikin dia baper sama lu" Nanta hanya bisa menahan tawa kala mendengar semua perkataan Lutfhi. Jaga imaje prioritas utama
" WTF! LU GILA" teriak Tama tertahan ia tak mau menjadi pusat perhatian lebih dari sebelumnya
" kenapa lu takut?" tantang Lutfhi dengan cengirannya. " mau ikut kagak?" imbuhnya
" ok, gue setuju tapi kalau gue berhasil lu harus traktir gue selama satu bulan. Deal?" tak butuh banyak berfikir Lutfhi pun menyetujuinya "Deal"
__ADS_1
Nanta hanya manyimak drama komedi antara teman-teman nya sambil menikmati makanannya dengan santai. Hingga tak beberapa lama kemudian bel masuk berbunyi menandakan kelas akan dimulai.