
Bagaimana??... Apa kalian setuju?" (Tanya papa memandangi Rahma, Gerry dan Herry yg sedang melamun)
Hmmm... (Rahma hanya Menghela nafas dan diam)
" Papa ini serius?..." (Jawab Herry tak menyangka)
Jika ini benar bagaimana dengan
Rahma, apa Rahma bisa menerima aku jadi abangnya, apa aku menolak saja ya?... (Dalam hati Bingung dan sesekali memandangi Rahma).
"Gimana ya pa, ah terserah papa aja dah."( Jawab Gerry sambil menggaruk- garukkan kepalanya yang tidak gatal)
Bagaimana aku ya, apa sih sebenarnya!! Kenapa papa memilih mama nya bocah tengil ini ya?.. apa jadinya kalo dia bakal jadi saudara tiri gua. Kenapa sih nggak cewe yang Laen aja yang bakal jadi Mama ku, kenapa harus dia?.. (katanya dalam hati, sambil menggerutu dan sesekali memandangi Rahma).
"Kamu kenapa Gerry?.. kok pandangan kamu seperti itu?.." ( kata Herry yang sadar bahwa Gerry memandangi Rahma).
"Gak apa- apa kok." (Jawabnya singkat sambil menghentikan pandangannya).
"Ya udah, kalo menurut kamu gimana talfa?.." (tanya papa pada mama nya Rahma sambil memandanginya).
__ADS_1
"Kalo saya setuju- setuju aja bang." (Jawabnya singkat sambil tersenyum melihat ke arahnya papa nya Gerry dan Herry).
"Ya sudah kalo begitu kita sampai di sini dulu ya, kita lanjut makan dulu kebelakang, karna pak Yung dan Bu Lastri sudah menyiapkannya di belakang." (Kata papanya sambil berdiri dan lanjut berjalan ke arah dapur).
(Herry, Gerry, mama Rahma, dan Rahma mengikuti dari belang. Tetapi Rahma dan Herry berjalan dengan pelan di belang semua.)
"Rah, kamu setuju ya dengan pernikahan ini?.." ( bisik Herry ke arah telinga Rahma).
"Nggak tau" (jawabnya dengan lesu)
"Rah, ku tau kamu nggak setuju, tapi aku ingin mendengar dari mulutmu langsung." (Sambil memegangi tangannya Rahma).
"Kamu yang sabar dulu ya, aku tak ingin melihatmu menangis, kamu jangan nangis. Nanti ku coba bicarain sama ayah supaya nggak melanjutkannya." (Menenangkan Rahma, sambil menghapus air mata dan memeluknya)
"Tapikan.." (berbicara dalam pelukan Herry)
"Nggak usah ada tapi- tapian, udahan nangisnya. Buruan kita ke belakang, nanti kita malah di cariin, kan nggak enak juga sama yang lain. (Memotong perkataan Rahma sambil melepaskan pelukannya dan lanjut berjalan ke dapur).
"Ya.. baiklah kalau begitu, tapi kamu janji ya?.." (memandangi wajah Herry).
__ADS_1
"iya, aku bakal omongin sama papa." (menatap Rahma, dan menariknya ke ruang makan)
Rahma pun mengikuti dan mulai melepaskan gandengan Herry karna udah mulai mendekati ruang makan. Setelah sampai di meja makan, Rahma dan Herry pun duduk berdampingan, begitu pula mama Rahma dan papa Gerry. Mereka pun mengambil piring dan memakan makanan yang sudah disediakan pak Yung dan Bu Lastri.
"Bagaimana, enak nggak makanannya?" (Tanya papa Gerry sambil memandangi Rahma)
"Enak kok om." ( Jawabnya singkat, sambil senyum terpaksa)
"Ayok nambah lagi makan nya." (Mempersilahkan mama dan Rahma).
"Ya BG." ( Jawab mama Rahma.)
"Ya om." (Jawab Rahma sambil melanjutkan memakan makanannya yang tersisa 2 suap lagi, dan menyelesaikannya).
"Kok nggak nambah rah?..(tanya papa Gerry).
"Nggak om, udah kenyang." (Jawabnyabnya dan meminum minumannya)
Setelah semua sudah kelar dan sudah beristirahat Rahma dan mama nya berpamitan untuk segera pulang, karna hari sudah mulai sore.
__ADS_1