
Papa nya Gerry pun mulai menghangatkan mesin mobil untuk mengantarkannya pulang. sedangkan mama dan Rahma menunggu di bangku teras nya gerry. Setelah kelar, mama Rahma masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku depan, dan Rahma pun mengikuti dan duduk di bangku belakang sendirian.
"Papa... Papa.... Tunggu pa" ( Panggil Herry sambil mendekati mobil dan duduk di samping Rahma)
"Ada apa?.." (tanya papa dengan. Memandangi Herry heran)
"Aku ikut ya pa."(sambil cengir- cengir tak jelas)
"Hmmm..." (Menghela nafas sambil mulai menjalankan mobilnya).
Di perjalanan Rahma hanya diam dan sesekali memandangi Herry yang duduk di sampingnya. Tetapi Herry hanya tersenyum melihat kelakuan kekasihnya itu, sambil mengangkat alis mata nya dan senyum ke arah Rahma. karna Herry melihat Rahma yang mulai murung dia pun mengambil handphone di saku celananya, dan mengetik suatu pesan untuk Rahma.
"Tenang sayang, nanti aku akan coba omongin sama papa ya, kamu jangan sedih." ( Sambil senyum mengarah ke Rahma, dan menyuruh Rahma melihat pesannya)
__ADS_1
"Baiklah, tapi jangan lupa kabarin aku ya?.." (membalas pesan dan senyum pada Herry)
"Baiklah sayang, tpi kamu jangan murung lagi, nantik cantik nya hilang Lo.." (gombalnya)
"Ih kamu ya... Dasar resek.". Sambil senyum² membacanya"
"Udah ah, bntar lagi udah nyampe rumahmu."
"Bang nggak mampir dulu?.." (kata ibu pada papa Gerry sambil memberi senyuman).
"Kayaknya nggak usah, udah mulai gelap juga." (Balasnya sambil menghadirkan senyumannya)
"Daaaahhhh Rahma👋🏻👋🏻" ( kata Herry sambil melambaikan tangannya)
__ADS_1
"Daaaahhh." ( Membalas lambaian tangan Herry)
Rahma dan mama nya pun masuk setelah mobil Herry dan papanya berangkat pulang. Setelah di dalam rumah, Rahma langsung masuk ke kamarnya dan istirahat sejenak setelah selesai untuk mandi. Zzzzuuuuttt..... (Getar hpnya). Rahma pun melihatnya, dan ternyata Herry nenelfonnya, sedangkan mamanya memanggil Rahma. Rahma pun mematikan telfonnya dan beranjak pergi untuk menemui mamanya.
"Rah, tadi pada saat pak Hadi bertanya kepadamu, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan nya itu?.." (tanya mama)
"Ngg.... anu ma, Rahma nggak tau mau jawab apaan maa..." (jawabnya Gugup dan Hanya menunduk takut)
"Haaaa... nggak tau mau jawab apa?.. kmu hanya menjawab bersedia atau tidak, masa kamu nggak tau jawabanny. Apa kamu nggak ingin mama bahagia?" (Berbicara dengan nada keras sambil menunjuk diri nya sendiri)
"Bukan ma... Rahma ingin melihat mama bahagia kok." (Jawabnya dengan nada sedih sambil menahan tangis hingga matanya mulai berkaca- kaca)
mama pun langsung pergi ke luar dan meninggalkan Rahma sendiri. Rahma pun berlari ke kamarnya, setelah dikamar ia membaringkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan guling. Di saat ini dia hanya menghabiskan waktunya di kamar yang sunyi, hanya suara pohon yang menari oleh tiupan angin dan juga suara burung yang terdengar. Terkadang dia duduk di meja belajar nya dan memandangi suasana luar sembari mencoba menenangkan pikirannya. Dengan mata yang memerah karna menangis dan wajah yang kusam dia mulai merasakan pusing, memandangi sudut ruangan yang bergoyang- goyang, hingga akhirnya ia pun menundukkan wajahnya di atas meja sambil menahan rasa pusing. Karna sudah nggak tahan lagi, ia pun mencoba bangkit dari duduknya, mulai berjalan dengan terbata- bata ke arah ranjang dan langsung membaringkan tubuhnya.
__ADS_1