
pagi yang cerah tepat hari Senin jam 6:30wib citra sudah bergegas untuk pergi ke sekolah karena ujian kelulusan nya,setelah selesai ujian Minggu depannya sekolah nya mengadakan acara pelepasan/wisuda siswa/siswi.
20 menit berlalu,citra sudah tiba di sekolahnya ia harus tetap semangat serta tegar untuk menghadapi Senin depan,yang di mana seluruh siswa membawa orang tuanya/wali,ia bingung ingin membawa walinya siapa.tapi guru sudah memberitahu nya bahwa citra sendiri juga tidak apa apa.setelah itu ia bergegas menaiki tangga dan masuk ke kelasnya.
"heyy KK cit"ucap Siti yakni adik kelasnya.
"halo Siti"ucap citra lalu masuk kekelas.
"ehhh citt,kata ibuku Minggu depan,ibuku mau jadi walimu tidak apa apa kan?"ucap Tia,Tia tau pastinya citra bingung mau membawa siapa,yang jelas pasti hatinya sedih melihat siswa/siswi yang lain.
"oh iya ga papa Tia,mkasih yaa bilang Tante"ucap citra ga enak yang harus merepotkan BESTie nya itu.
Tidak lama setelah citra masuk kelas pengawas ujian pun datang dan kelas sudah di mulai.
Siswa/siswi mengharapkan mereka lulus dengan nilai terbaik,sehingga bisa masuk ke universitas impian dan mencapai cita cita.
...****************...
Di sisi lain Alexander di sibukkan tentang pekerjaannya sebagai polisi satlantas,dan harus mengurus perusahaan nya.dari pagi hingga malam Alexander duduk sambil mengetik tugas nya di layar computer.
Sama juga seperti Boby ia harus mengisi data data yang bekerjasama dengan perusahaan queen group, sekretaris nya polisi,dan selalu siap jika Alexander memanggilnya.
Inilah alasan Boby dan alexander tidak memiliki kekasih sama sekali,karna sibuk mengurus pekerjaan,serta tidak ada waktu untuk berkencan dengan seorang wanita.
Tok
Tok
Tok
"masukk"ucap Alexander yang masih fokus ke computer nya.
"maaf tuan menggangu,nyonya menyuruh tuan untuk datang ke rumah utama jam 12:00 wib"ucap Boby.
Alexander terdiam sejenak memikirkan apakah mamanya itu akan menjodohkan nya lagi dengan rekan bisnis nya.
"baik,apakah ada lagi?"ucap Alexander.
"ini tuan berkas yang harus tuan tanda tangani"ucap Boby membuka berkas tersebut.
Alexander mengambilnya dan langsung menandatangani nya.
"saya pamit keluar tuan"ucap Boby lalu pergi ke ruangannya.ya ruangan Boby bersebelah dengan ruangan Alexander.
Alexander melihat arlojinya yang begitu cepat waktu berjalan, sedangkan pekerjaan nya masih ada.
...****************...
citra yang sudah mengerjakan ujian kelulusan dengan mudah karena ia murid berprestasi dan selalu mendapatkan juara kelas ya mudah lah,berbeda dengan author huhuhu.
Citra mengasihi lembar ujiannya kepada pengawas dan ia di perbolehkan keluar untuk istirahat.
Tidak lama setelah citra keluar Tia juga selesai dengan ujiannya,tidak kalah juga berprestasi nya Tia,dan juara di kelas,tapi minusnya mereka berdua tidak mempunyai kekasih,apakah mereka berdua berjodoh yaa sama Alexander dan Boby xixixiix.
"citra tunggu gw Napa"ucap Tia berlari mengejar citra.
"ayok cepat gw mau kekantin"ucap citra.
__ADS_1
Tia langsung bergegas bersebelahan dengan citra,dan mereka pun ke kantin bareng.
"buk saya mau pesan nasi uduk nya sama es cincau nya,tidak lupa gorengan tahu sama tempe Bu"ucap citra menunjuk makanan tersebut kepada ibu penjual.
"oh iya neng sebentar ibu ambilin"ucap penjual tersebut ramah.
"saya juga Bu,sama kaya citra,tapi saya pake kerupuk Bu"ucap Tia.
Lalu mereka berdua duduk di meja yang sudah di sediakan,banyak sekali murid yang lagi ke kantin,di mulai dari murid laki laki yang merokok kepergok Tia dan citra,serta murid sedang bucin.
Setelah menunggu sedikit lama pesanan mereka sampai,dan mereka berdua langsung melahapnya.
"citt gimana pakpol ada nyuruh lu mengenai kontrak?"ucap Tia penasaran,karena tidak mungkin citra tidak di kasi tugas oleh Alexander.
"uhuk uhuk"citra tersedak.
"santai aja si lu gw tanyain itu kok malah kek kaget gitu"ucap Tia lalu mengasihi air putih ke citra.
Citra tidak menjawabnya dan langsung mengambil air tersebut.
"gimana?"ucap Tia penasaran.
"ga ada sih,cuma beberapa hari lalu gw di ajak makan malam,sama ke pasar malam"citra menjawab.
"OMG apakah BESTie gw berkencan dengan pak pol"ucap tia yang langsung menghentikan makan nya karena terkejut,dan sedikit menjerit, sehingga yang lain memandang meja mereka.
"ap klean mandang Mandang"ucap Tia karena dirinya menjadi sorotan mata mereka.
seketika yang lain langsung mengalihkan pandangan nya.
"huh lu bisa ga sih jangan teriak,sekalian pake soundsystem"ucap citra menampol Tia dengan pelan.
"gw awalnya nolak,tapi dia bilang si tugas jadi gw g bisa nolak dong"ucap citra.
"atau jangan jangan tu pak pol"ucap Tia yang belum sempat melanjutkan namun sudah di tutup dengan tangan citra.
"apa lu,otak lu suka ke mana mana,bahaya ahh"ucap citra sinis.
"ya elah lu mah kan gw bercanda kalee"ucap Tia.
Citra tidak menghiraukan perkataan Tia, melainkan citra langsung melahap makanan nya.
...****************...
Jam menunjukan pukul 12:00 wib alexander keluar dari ruangannya dan diikuti oleh boby.ya mereka akan pergi ke rumah utamanya yang di huni papa dan mamanya Alex.
Mereka pun memasuki mobil,mobil pun langsung pergi meninggalkan kantor Kasatlantas,menuju rumah utama.
"Boby apakah Minggu depan akan ada hal penting di perusahaan"ucap Alexander.
"tidak ada tuan"ucap Boby.
sebelum menanyakan pertanyaan tersebut ternyata Alexander melihat postingan sekolah citra yakni SMA negeri 1 kota jakarta,yang mengadakan acara pelepasan/wisuda murid,Alexander juga di undang secara pribadi oleh kepseknya,setelah ia melihat undangan tersebut ia langsung kepikiran citra,karna orang tuanya sudah tidak ada lagi, kemungkinan Alexander yang akan menjadi wali citra,yaa mana mungkin lah Alexander membiarkan citra kesulitan masalah pribadi,tidak hanya citra Boby juga di perlakukan sama.
Melihat tuan nya diam saja Boby melihat di kaca sepion ternyata Alexander memejamkan matanya,tidak tau apa yang di pikirkan nya atau kelelahan.
Sesampainya mobil Alexander terparkir di rumah bagaikan istana yang megah itu semua pengurus serta keamanan rumah tersebut memberi hormat kepada tuan mudanya itu.
__ADS_1
"selamat siang tuan"ucap seluruh pekerja serentak.
Alex langsung masuk ke dalam tanpa menjawab sapaan mereka,tentu bagi mereka itu hal yang biasa tuan nya lakukan.
Alexander langsung melihat mamanya yang sedang di dapur dan menyiapkan hidangan di meja makan,mama nya yang sadar kedatangan Alexander langsung menyuruhnya membawakan makanan yang sudah ia masak.
"Alex tolong bawakan mama ini dan letak di meja makan"ucap Elsie.
"baik ma"ucap Alex.
Tidak lama setelah Alex datang papanya juga datang yang abis dari taman.
"ayo papa kita makan siang"ucap Elsie.
Eric hanya melihat Elsie sebentar dan langsung melihat Alex,lalu duduk di meja makan tersebut.
"kau mau makan apa Alex,mama sudah memasak kesukaan kamu"ucap elsiee,yaa makanan kesukaan nya adalah udang saus tiram.
"itu saja maa"ucap Alex tersenyum.
"apakah yang membuat mu bersemangat sekali tuan Alexander"ucap Eric yang sedari tadi memperhatikan nya.
seketika senyum Alex memudar dan langsung melihat papa nya.
"tidak ada pa, emang anak mu ini tidak boleh tersenyum?"ucap Alex lalu mengambil makanan dari Elsie.
"bagus la pa,kalau Alex tersenyum seperti itu,rasanya tenang sekali mama"ucap Elsie.
Eric hanya terdiam saja dan mengambil makanannya,karna eric hanya bingung dengan sikap anaknya seperti orang yang sedang jatuh cinta.
"Boby ayo makan bareng"ucap Elsie ramah sambil tersenyum.
Boby yang mendengar itu, langsung beralasan jika ia kenyang.
"ayo duduk di sini"ucap Elsie menarik Boby.
Boby melirik ke Alexander.
Alexander yang melihatnya langsung mengisyaratkan bahwa Boby terima aja ajakan mamanya itu.
"udah jangan kau lihat Alex Boby"ucap Elsie yang menyadari jika Boby melirik alex,karena ia takut di marah Alex.
"iya nyonya"ucap Boby langsung duduk.
Mereka pun melahap makanan masing masing tidak ada percakapan hingga Elsie memulai percakapan tersebut.
"Boby apakah kau sudah mempunyai kekasih,kau sudah pas jika ingin menikah"ucap Elsie menanyakan.
"uhuk,uhuk"Boby tersedak,lalu ia meminum air.
Alex yang Hanya melihat Boby yang ketika di tanyakan seperti itu dan meledeknya.
Elsie dan Eric yang melihat Boby tersedak dengan pertanyaan Elsie langsung melirik Alex yang malah menahan tawa.
"Hem belum nyonya,belum ada jodoh"ucap Boby yang menetralkan suasana.
"belum ada jodoh?jodoh itu di cari Boby bukan hanya tunggu tuhan kasi,sama saja jika kau tidak cari,kau hanya sibuk dengan pekerjaan saja dan tidak ada waktu untuk mencari nya"ucap Eric.
__ADS_1
Boby hanya mengangguk paham dan mereka langsung melanjutkan makan.
Alexander berfikir sejenak dengan ucapan kedua orang tuanya itu dan mencerna nya,ia pun bingung dengan sikap mama nya yang berubah,dan tidak lagi mendesak nya untuk menikah dan mempunyai cucu.