GADIS SMA PEMILIK PAK POLISI

GADIS SMA PEMILIK PAK POLISI
bab7:kesibukan masing-masing


__ADS_3

Siswa/siswi sudah melewati ujian kelulusan,dan sekarang siswa/siswi sedang mempersiapkan segala keperluan atau pertunjukan untuk hari Senin tersebut.


Citra dan Tia di beri tugas oleh ibu Latifah untuk mengecek kondisi siswa/siswi yang mendapatkan tugas lain nya serta mengecek kebersihan.


Citra dan Tia berjalan jalan melihat siswa/siswi yang lain yang di perintahkan oleh ibu Latifah.kemudia mereka berdua turun ke bawah dan menuju lapangan melihat tukang dekor panggung dengan konsep yang megah,yaa SMA negri 1 kota Jakarta memang SMA terfavorit serta tidak mudah untuk masuk ke SMA tersebut.citra dan tia adalah murid undangan.


"citt lu udah punya baju nya untuk wisuda"ucap Tia.


"udah,mungkin baju alm mama"ucap citra.


Tia tidak menjawab dan mereka melihat dekorasi tersebut.


Sebenarnya jika mereka tidak datang ke sekolah juga tidak apa apa kan udah selesai ujiannya,tinggal kelulusan saja.


...****************...


Di ruangan Alexander,ia sedang di sibukan oleh kerjaannya yang menumpuk,ia mengejar waktu untuk segera selesai,dengan ke ahlinya menggunakan computer ia pun bisa menyelesaikan pekerjaan nya.


Tok


Tok


Tok


"masuk"ucap Alexander.


"maaf tuan,klien sudah datang, sebentar lagi rapat di mulai tuan"ucap Boby.


"ya kau atur aja rapatnya sebentar lagi aku ke ruangan rapat"ucap Alexander.


"baik tuan, permisi"ucap Boby.


10 menit kepergian Boby, Alexander keluar dari ruangannya dan masuk ke dalam lift khusus petinggi saja,lalu memasuki ruangan rapat tersebut.


30menit berlalu Alex baru saja menyelesaikan rapatnya bersama klien yang bekerjasama dengan perusahaan nya.


"jika ingin menanyakan,lanjut ke pada sekretaris ku,senang berkerjasama dengan anda"ucap Alex berjabat tangan.


Lalu Alexander keluar ruangan rapat dan menaiki lift untuk ke ruangannya.


Jam menunjuk pukul 12:30wib sudah waktunya makan siang Alexander memanggil Boby.


"Boby"ucap Alexander.


"iya tuan"ucap Boby sembari jalan.


"pesankan saya makan siang apa saja"ucap Alexander.


"baik tuan"ucap Boby lalu pergi dari hadapan Alexander.


Setelah kepergian Boby Alexander mengambil handphone nya dan memainkan.


Ia mengirim kan pesan kepada citra.


"heyy kau,nanti malam temani ku keluar,ini tugas"pesan Alexander.


Namun pesan tersebut hanya ceklis dua belum di baca oleh citra.


Alexander menghidupkan mematikan handphone itu terus menerus dan berharap citra cepat membalasnya,namun sama sekali tidak ada balasan dari citra,karena citra sibuk mengurusi kelulusan nya.alexander pun menyingkirkan handphone nya dan berbaring di sofa ruang kerja nya sambil menutup mata.


Tidak lama setelah itu Boby datang dengan membawa banyak sekali makanan.


"ini tuan makanannya"ucap Boby.


Alexander yang mendengar suara Boby langsung membuka matanya dan duduk.


Boby ingin bergegas keluar dari ruangan Alex namun langkah nya terhenti dengan ucapan Alexander.


"mau kemana kau Boby?kemari duduk makan ini bersamaku,aku tidak bisa menghabiskan nya seorang diri"ucap Alexander beralasan karena ia sedari tadi memperhatikan Boby sebelum jam makan siang,dan dari tadi Boby belum makan melainkan hanya sibuk mengurusi pekerjaan nya.yaa Alexander sangat memperhatikan pekerja nya, walaupun di lihat karyawan nya Alex orang yang cool dan arogan.


"saya sudah makan tuan"ucap Boby menolak karna tidak enak makan di depan tuannya.


"ini perintah kau berani membantah nya"ucap Alex menatap tajam Boby.


"baaa-iiikkk tuan"ucap Boby yang langsung gugup karena melihat tatapan tajam Alex.


Lalu mereka pun makan bersama,Boby yang bilang kalau dia sudah makan malah dia yang memakan dan menghabiskan nya.


...****************...


Di sisi lain citra dan Tia yang sudah menyelesaikan tugasnya ia bersama Tia pergi ke kantin untuk makan siang.


Sesampainya di kantin citra memesan makanan begitupun Tia.


"Bu saya pesan Indomie goreng,es cappucino cincau, gorengan tahu, keripik juga Bu"ucap citra.


"kalau saya Indomie kuah Bu tapi sama kayak citra"ucap Tia.


Mereka berdua duduk dan memainkan handphone masing-masing,yaa di sini guru mengizinkan jika murid membawa handphone,karena sudah tidak ujian hanya tinggal kelulusan.


Citra membuka aplikasi WhatsApp dan melihat pesan dari Alexander,ia pun melihatnya.


"heyy kau,nanti malam temani ku keluar,ini tugas"pesan Alexander.


Citra membalas pesan tersebut sambil tersenyum lebar.


"baik pak"pesan citra.


Tanpa citra sadari ternyata Tia melihat citra tersenyum sambil membalas pesan,lali citra berdiri dan tepat di belakang citra namun syok melihat isi pesan tersebut.


"cie ciee,pantesan senyum nya lebar hahahah"ucap Tia menggoda lalu kembali ke kursinya.


"apaan si luu hahahah"ucap citra sinis.


"hayoo mau kencan yaa"ucap Tia ngakak.

__ADS_1


"mana ada kencan loh"ucap citra sinis.


"hahahaha ada ada saja ya,kalo mau kencan to the point aja bilang ny jangan bawa bawa tugas/kontrak"ucap Tia terbahak-bahak.


Citra terdiam lalu ketawa.


Tidak lama setelah itu makanan mereka sampai, langsung deh mereka melahapnya.


"cit nanti gw pilihkan baju untuk pas dengan pak pol"ucap Tia.


"baik,awas ya lu pilihin kayak nenek nenek"ucap citra ngakak.


"ya elah lu pake baju nenek nenek juga tetap cantik, emang pada dasarnya lu cantik"ucap Tia menggoda dengan mengedipkan mata sebelah nya.


"hahahahha"ketawa citra.


...****************...


Sore pun tiba,Alexander bersama Boby meninggal kan perusahaan dan bergegas pergi.di perjalanan Alexander memainkan handphone nya dan melihat pesan citra, walaupun pesannya singkat namun bisa membuat alexander tersenyum manis.boby yang melihat tuan nya tersenyum ia pun ikut tersenyum,entah apa yang tuannya baca hingga bisa tersenyum seperti itu.


"Boby antarkan saya ke rumah utama,setelah itu kau boleh pulang"ucap Alexander.


"baik tuan"ucap Boby lalu menancap kan gas mobil.


Alexander pun tiba di rumah utamanya,dan ia langsung bergegas masuk ke dalam.boby yang melihat tuan nya masuk ia kembali untuk ke rumah nya.


Alexander melewati pekerja hanya diam tapi sambil tersenyum.


Pekerja yang melihat Alex tersenyum nampak bingung.


Alexander yang ingin memasuki kamarnya di berhentikan oleh Eric.


"apa yang membuatmu tersenyum-senyum sendiri"ucap Eric langsung.


Seketika senyum Alex memudar dan memandang sumber suara tersebut.


"mengapa tuan Eric selalu saja menggangu ku jika aku pagi tersenyum"ucap Alex dan masuk ke kamarnya meninggalkan papanya.


Eric yang melihat itu menggeleng geleng kepala,namun ia di bikin kepo oleh Alex jarang sekali bocah itu tersenyum seperti itu.lalu Eric langsung pergi meninggalkan kamar Alex.


Alex yang tidak ada kegiatan memutuskan membersihkan diri,setelah membersihkan diri Alex langsung berkeliling di rumah nya sudah lama ia tidak berkeliling.


...****************...


di sisi lain citra dan Tia sudah pulang,namun Tia memutuskan untuk ke rumah citra untuk memilih pakaian yang cocok untuk citra kenakan, sebelumnya Tia sudah menelpon orang tua nya jika ia akan kerumah citra.


Sesampainya di rumah mereka bersama masuk ke dalam kamar citra dan citra pun beranjak untuk ke lemari nya,citra menggunakan dress,namun di mata Tia belum sempurna,sehingga citra terus menerus berganti,hingga pakaian terakhir yang dress berwarna putih sedikit mengetat sehingga membuat postur tubuh langsing citra kelihatan,dress ini lah yang cocok di pilihkan Tia.


Setelah selesai memilihkan baju untuk di kenakan Tia pamit pulang kepada citra karna menunjukan pukul 6:00 wib ia takut ibunya akan khawatir dengan nya.


"citt gw cabut dulu ya udah kesorean banget gw"ucap Tia.


"oke oke makasih ya Tia udah memilih pakaian untuk ku"ucap citra.


"tidak masalah,jangan lupa nanti berfoto ya gw ingin melihatnya"ucap Tia lalu bergegas pergi menggunakan motornya.


...****************...


malam pun tiba Alexander bersiap untuk ke rumah citra,begitupun citra yang sudah mengenakan dress yang di pilih oleh Tia,tidak lupa ia memoles sedikit riasan di wajahnya,dan menggunakan sepatu hak tinggi berwarna putih,berbeda dengan Alex ia mengenakan kemeja berwarna putih dan menggunakan jas berwarna abu abu,lalu celana panjang berwarna abu abu.


Alex keluar dari kamar lalu mamanya memanggil nya untuk makan malam.


"alexx ayo makan"ucap Elsie yang bersampingan dengan Eric,namun Eric melihat saja sekilas.


Alex berjalan di dekat mama nya,Eric kelihatan bingung tumben Alex malam malam rapi ingin kemana bocah itu dan wangi sekali.


"Alex ada urusan di luar mah,ini Alex mau pergi"ucap Alex lalu mencium pipi mamanya.


"ohh oke,Alex mau di antar sama pak Harto?"ucap Elsie,ya pak Harto adalah supir yang ada di rumah tersebut.


"tidak ma,Alex nyetir sendiri"ucap Alex lalu pergi meninggalkan mamanya dan papanya.


Elsie melihat sikap Alex sedikit heran,sangat jarang sekali Alex menyetir sendiri.


"pa aneh sekali tidak Alex yaa,rapih dan wangi sekali"ucap Elsie.


"papa sudah dari kemarin melihatnya sangat aneh"ucap Eric.


Elsie hanya diam dan mengambil makanan untuk Eric dan mereka makan malam berdua.


setelah keluar rumah Alex memanggil pak Harto.


"pak Harto tolong keluarkan mobil saya"ucap Alex tersenyum.


"baik tuan"ucap pak Harto.


Lalu keluar lah mobil sport Alex,dan segera Alex pergi dari kediamannya.


Di perjalanan Alex sangat bersemangat tidak lupa ia juga tersenyum manis.


...****************...


20 menit kemudia Alex sampai di depan rumah citra ia pun keluar dan berdiri di depan mobilnya sampai menelpon citra lalu citra mengangkat nya.


"hey kau sudah bersiap kah?"ucap Alex di telpon.


"ya ini mau keluar"ucap citra bersebrangan telpon,dan citra pun mematikan telpon sepihak.


citra pun keluar dan melihat Alexander yang sedang berdiri,dan citra menghampiri.


Alexander melihat citra dengan kagum kagum,gadis itu sangat cantik sekali,tanpa ia sadari citra yang tersadar di tatap Alex langsung nunduk malu.


"jangan terus menatap ku,aku malu pak"ketus citra.


Alex yang sadar akan perkataan citra langsung mengalihkan pandangan.

__ADS_1


"ayo masuk"ucap Alex.


Dann di sini mereka masuk serta pergi meninggalkan rumah citra.


Mereka berdua sangat canggung,dan bingung ingin memulai obrolan dari mana.alhasil mereka terdiam saja.


Citra hanya memandang jalan yang rame dengan sangat gembira.


Alex yang melihat nya hanya tersenyum bahagia.


setengah jam lama nya di perjalanan mereka pun tiba di tempat tujuan,ya di restoran pinggir laut.


Mereka berdua turun dari mobil, setelah itu mereka memasuki restoran dengan pemandangan laut di malam hari lagi lagi citra berjalan di belakang Alex,Alex yang melihat itu langsung menarik dan menggandeng tangan citra dengan lembut.


Citra yang lagi lagi jantung nya dag Dig dug,dan malu dengan perlakuan manis Alexander,citra hanya menunduk dan menyembunyikan pipi yang merona.alex yang melihat itu langsung tersenyum.


Sama sama jantung mereka detak tidak karuan seperti di kejar kejar setan.


"jangan terus menerus menunduk citra"ucap Alex.


sontak citra dengan gugup langsung mengangkat kepala supaya tidak nunduk lagi.


Lalu mereka masuk bersama.lagi dan lagi mereka di lihat oleh mata yang berada di sana.citra sangat malu di pandang seperti itu namun harus tetap tegak tidak boleh nunduk.


Sesampainya di ruangan VIP,Alex tidak lagi menanyakan citra ingin memakan apa,ia langsung saja memesannya,dan tepat makanan sampai,pelayan tersebut mengiranya Alex dan citra pasangan yang ingin menikah,lalu pelayan tersebut memotret menggunakan camera,dan langsung memberikan foto tersebut kepada Alexander.


Sontak citra dan Alex melihat foto tersebut,sangat romantis sekalii.


Mereka berdua makan tanpa obrolan.


Selesai makan dan ingin pergi dari restoran pinggir laut,citra langsung menghampiri Alex dan mengajaknya foto bersama, lalu alec mengiyakan ajakan citra dan memanggil pelayan untuk mengfotokan mereka.


Mereka foto berdekatan dan entah apa yang membuat citra ingin merangkul tangan Alex,Alex yang melihat itu jantung nya deg deggan ketika citra merangkul nya,Alex juga meminta pelayan tersebut untuk mengfotokan mereka menggunakan handphone alex.lalu mereka pose ala ala pasangan romantis.setelah mereka selesai dengan pemotretan,citra yang menyadari sedari tadi ia merangkul tangan Alex seketika langsung menarik tangan untuk lepas dari Alex.


Mereka kembali menghabiskan waktu bersama dengan ceria,Alex membelikan citra sebuah permen kapas besar,citra yang senang menerima nya,citra memakan permen kapas tersebut lalu tanpa citra sadar Alex mengfoto citra dengan gemes.


Citra tersadar kamera handphone Alex langsung memalingkan wajahnya.alex melihat hanya tersenyum saja.


"mau tidak pak permen kapas ini sangat enak"ucap citra sambil memakan dengan senang.


Alex yang mendengar itu langsung memakan permen kapas dan memegang tangan citra.citra yang refleks sedang makan kapas dan begitupun Alex yang wajah ny Deket sekali dengan citra,lantas keduanya sama-sama eyecontact untuk beberapa menit.entah itu perasaan yang mulai akan tumbuh di hati keduanya.


citra tersadar langsung mengalihkan pandangan nya begitupun Alex.


Dan mereka berdua menghabiskan malam dengan ceria dan bercanda.


...****************...


Alex melihat jam nya yang pukul 22:20wib langsung menghantarkan citra untuk pulang karna sudah hampir larut malam.


ketika Alex sedang fokus menyetir citra diam diam memperhatikan Alex entah apa yang di pikirkan citra detik itu.


sesampainya di depan rumah citra bergegas keluar dari mobil begitupun Alex,dan ia berpamitan dengan Alex.


"citra masuk dulu pak"ucap citra.


Alex hanya mengangguk paham dan masuk ke mobil untuk pulang kerumahnya.


Sesampainya ia di rumah,Eric dan Elsie Melihat Alex pulang dengan sangat bersemangat langsung menanyakan.


"udah pulang Lex"ucap Eric penuh curiga.


"iya paa Alex masuk ke dalam kamar ya"ucap Alex langsung ke kamarnya.


Elsie dan Eric bertatapan sejenak,melihat tingkah anaknya.


"apakah sepertinya Alex jatuh cinta pa?"ucap Elsie.


"sepertinya iya ma"ucap Eric.


"wah kalau gitu bagus pa,biar cepet Alex menikah,mau dengan gadis dari kalangan sederhana atau jalangan elite mama akan menyetujui nya saja"ucap Elsie antusias.


"iya ma"ucap Eric kesenangan juga mendengar perkataan istri nya.


ya keluarga mereka tidak mementingkan perbedaan derajat atau kehartaan,melainkan yang di utamakan adalah akhlak dan kepribadian yang baik tentunya,maka jangan heran jika pekerja di rumah Alex pada betah.


Di sisi lain sebenarnya Eric sudah mengetahui jika tadi putra nya tidak ada bertemu seseorang yang penting,karena sepergian Alex Eric langsung menelepon Boby dan menanyakan nya.


Flashback di telpon.


"halo Boby"ucap Eric.


"iya tuan,ada yang bisa saya bantu"ucap Boby.


"apakah ada klien yang meminta secara pribadi menemui Alex"ucap Eric.


"tidak ada tuan bahkan klien semuanya sudah bertemu tuan Alex di ruangan rapat"ucap Boby.


"kemana bocah itu pergi"batin Eric.


"okey kalu begitu"ucap Eric.


"ada apa tuan"ucap Boby.


"tidak apa apa, terimakasih Boby"ucap Eric.


"sama sama tuan"ucap Boby.


Dan langsung telpon di matikan oleh Eric.


Flashback di telpon berakhir.


...****************...


Di kamar citra,ia langsung mengganti pakaian dengan menggunakan baju tidur,dan ia langsung membuka handphone nya,serta melihat foto foto bersama Alex tersebut.

__ADS_1


Ia tersenyum melihat pose bersama Alex ala ala pasangan romantis.


Sama juga di kamar Alex ia setelah mengganti pakaian, langsung melihat foto yang tadi dan mengukir senyum.


__ADS_2