
"Maaf nona kami tidak bisaa " jawab Lilian pada Nadira.
" Hufthhh... baiklah-baiklah terserah kalian saja..memang kalian sama keras nya dengan pria sialan itu!! " ketus nadira yang langsung melanggang pergi ke kamar mandi.
di dalam kamar mandi Nadira langsung masuk kedalam bathub yang berisi air hangat dan tak lupa memberikan sedikit sabun ke dalamnya.
______ ___ ___
Tak berselang lama akhirnya Nadira pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono yang telah di siapkan.
" Nyonya ..."
" ASTAGA!!!! apa kau ingin aku mati muda karena serangan jantung hah! " Teriak Nadira terkejut karena kedatangan Lilian yang tiba-tiba.
"Mmm-maaf nyonya.." Ucap Lilian gugup karena mendengar teriakkan Nadira.
" Hufthh... baiklah mau apa kau kesini dan mana pakaian ku! " ucap Nadira lembut karena merasa bersalah telah membuat pelayanan itu ketakutan
" Saya kemari untuk memberikan pakaian nyonya yang baru di belikan oleh tuan Alvaro, dan saya akan membantu nyonya bersiap untuk turun kebawah " ucap Lilian yang langsung menyodorkan paperbag dari tangannya.
" Hemm... ternyata pria si*lannn itu baik juga " gumam raina sembari menggambil paperbag yang di berikan oleh Lilian.
"Baiklah kalian tunggu di sini saja aku akan aku akan segera kembali keluar " ucap Nadira yang kembali masuk kedalam kamar mandi .
Di dalam kamar mandi Nadiraa segera membuka paperbag yang di berikan oleh Lilian .
__ADS_1
Lagi-lagi Nadira terkejut saat melihat baju dres biru yang di berikan sangat cantik dan mewah , terlebih lagi tagharga baju itu masih tertara 1jt$.
"Haahh!!..gila sih dia ngasih baju mahal banget sampe seharga 1jt$ " ucap Nadira terkejut dengan harga baju yang Alvaro berikan.
setelah memakai baju Nadira gegas keluar untuk menyisir rambutnya.
namun saat Nadira hendak mengambil sisir tiba-tiba Lilian dengan cepat mengambil sisir yang akan Nadira pakai.
" Hei kenapa kau mengambilnya!?? " tanya Raina kesal dengan tingkah seseorang yang ada hadapannya itu
" mm-maaf nona biar kami yang akan membantu mu menyisir dan mempersiapkan dirimu " ucap diva dengan suara bergetar.
" Apa kalian pikir aku bayi hah!! aku bisa melakukannya sendiri! " teriak Nadira yang semakin kesal dengan dua pelayan suruhan Alvaro.
" Aku takan membunuhmu bod*hh!!, jadi sekarang kembalikan sisirnya! " tekan Nadira menatap tajam Lilian.
" Kau memang tidak akan membunuh kami nona...tapi tuan Alvaro yang akan menembak mati kami jika tidak melakukan sesuai perintah nya " timpal diva .
" Apa dia gila!! akan membunuh kalian hanya karena tidak melayani ku!..Astaga mengapa pria sialan itu selalu membuatku prustasi!! " pekik Nadira .
"Baiklah lakukan sesuai perintah si pria si*lannn itu!! ..Aku tidak akan membiarkan kalian mati sebelum merasakan mempunyai suami " ketus Nadira polos .
diva dan Lilian yang mendengar celotehan Nadira pun hanya menggelengkan kepalanya.
setelah beberapa menit akhirnya Nadira sudah siap untuk turun kebawah, dengan mengenakan baju dres mewah bewarna biru rambut terurai dengan sedikit polesan tipis di wajahnya membuat Nadira sangat cantik pagi ini.
__ADS_1
" HELLO I'M COMINGG!!! " teriak Nadira saat sudah berada di bawah anak tangga.
"Astaga gadis itu!.. "gumam Kenzo pengawal pribadi Alvaro.
" Mengapa dia tidak merasa takut dengan mu tuan" bisik Kenzo pada Alvaro.
" Tutup mulutmu Si*lan!! " sentak Alvaro yang langsung menatap tajam asisten nya itu.
" HEI MENGAPA KALIAN BERISIK SEKALI SI*LAN!!..aku sudah lapar mana makanan untuk ku! " teriak Nadira pada Alvaro dan juga pengawal pribadinya.
semua pengawal dan pelayan yang ada di mansion Ter cengang saat mendengar teriakan Nadira.. karena memang selama ini tidak ada yang berani berteriak kepada Alvaro maupun Kenzo karena kedua orang itu memang sama-sama mempunyai pribadi yang dingin dan juga sangat kejam .
mendengar teriakan Nadira Alvaro langsung menatap tajam ke arah Nadira.
" APA!! ..mengapa kau menatapku seperti itu hah, kau pikir aku takut denganmu!..dan ah ya apa kau tuliii aku sudah lapar! , apa kau ingin aku mati kelaparan?! " Ucap Nadira yang membalas tatapan tajam Alvaro.
"Nyonya mengapa kau sangat berani " bisik Lilian kepada Nadira karena ia takut jika Nadira membuat tuannya murka dengan sipat tengilnya.
" Diam kau si*lan!! apa kau pikir tubuhku tidak bergetar saat melihat tatapan mengerikannya itu " jawab Nadira yang kembali berbisik pada Lilian
diva yang mendengar perbisikan kedua orang itu pun hanya menggelengkan kepalanya.
_______________NEXT ON_____________
.
__ADS_1