
Hujan di luar sangat deras,membasahi sebagian pakaian yang sedang dijemur diluar,membuat orang orang yang berlalu lalang jadi berteduh,merasakan kesedihan yang di alami gadis kecil ini.
"pergi saja sana!ayah tidak memiliki putri tidak berguna seperti mu!",cia melemparkan garpu yang sedang ia pegang,dia muak.
Dia berlari ke arah tangga dan masuk kedalam kamar mandi,menyalakan air keran lalu menangis sejadi jadinya,dia sudah lelah,dia tidak kuat lagi.
Cia menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara berisik dan mengakibatkan ayahnya merasa puas,dia tidak akan biarkan itu,beberapa sumpah serapah keluar dari bibir tipis nya.
"bisakah aku pergi?"batinnya,dia mengacak rambut nya kasar serta menjambak nya,penampilannya sungguh memprihatinkan.
Terdengar suara berisik di bawah,cia sudah memahami nya,ya dapat dipastikan kedua orang tuanya sedang bertengkar,dia sudah hafal.
Cia berjongkok lalu menyelamkan wajahnya ke bak mandi,dia menutup matanya,"tuhan tolong aku...",dia berharap tuhan mencabut nyawanya kali ini,namun jika tuhan tidak berkehendak,kita bisa apa?.
Dia mengangkat kepalanya,"hosh!hosh!hosh!",nafasnya memburu,dia hampir kehilangan nyawanya tadi,dia merasa tercekik,dan dia tidak menyukai itu,adakah cara lain agar diri nya pergi?.
Cia menoleh kesana sini,dan pandangannya jatuh terhadap...carter yang berada di tempat sabun,cia tersenyum,perlahan tangannya mengambil carter tersebut.
"apa ini saatnya?",gumam cia,dia menimang nimang apakah hidup nya akan berakhir disini atau tidak,dan yang dia lakukan...
"AKHHHH!!!!!",teriak cia,dia berhasil menggores kulitnya,darah bercucuran keluar dari tangannya,dia jatuh terduduk,tidak,bukan ini yang ia harapkan,cia ingin pergi tanpa merasakan sakit,tapi kenapa?
Cia menyelupkan tangan yang ia gores tadi ke air,perih menjalar keseluruh tubuhnya,dia panik.Dia mengambil handuk dan mengikatkan nya pada tangannya yang tergores,dengan begini darahnya akan berhenti mengalir.
Dengan tatapan kosong,cia melihat kearaj luar jendela,hari sudah semakin sore dan sampai saat ini cia masih merasakan penderitaan,Dia melihat sekelompok burung terbang bebas tanpa beban,cia menginginkan itu,dia ingin terbebas dari semua beban ini.
Dia menghela nafas kasar,selalu saja begini,sudah berapa kali cia mencoba melakukan bunuh diri,namun tidak ada hasil,semua tetap sama,dia akan selamat.
Cia heran,kenapa tuhan tidak memberinya kebahagiaan sedikit pun,dan kenapa tuha tidak membiarkannya kembali kepada-Nya?kenapa?cia jadi serba salah,sekarang,apa yang harus dia lakukan?
"kak?",cia menoleh setelah namanya dipanggil,dia mendapati adiknya sedang membawa sebuah ponsel,"mabar yuk",ajak adiknya tersebut.
cia menggeleng,dia sedang pusing,apakah adiknya ini sangat tidak tau situasi?,tak lama terdengar suara bentakan dari arah tangga.
"cia!bersihkan tong sampah!tadi kucing kesayangan mu menjatuhkan nya!!",teriak ibunya,cia menghela nafas lagi,dia benci ini,dia benci.
Segera dia turun dan membersihkan kekacauan yang di perbuat kucing nya,ibunya melihat handuk yang menutup lengan cia,lalu dia menggeram marah.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan?memangnya kau ingin mencuci nya nanti?!",bentak ibu seraya menarik handuk yang menutup tangan cia.
Dan terlihat lah semua,luka gores cia cukup panjang dan dalam,terbukti darah yang mengalir terus menerus,ibu syok,sedangkam cia tetap membereskan tong sampah tanpa memperdulikan tangannya.
sakit,rasanya sakit sekali ketika handuk itu menyentuh kulit nya,dia berusaha mati matian untuk tidak menimbulkan ekspresi apapun,dia berusaha.
Ibu terdiam,dia tidak ingin disalahkan atas hal ini,ibu memang egois,dia akui itu,dengan santai nya dia meninggalkan cia dengan luka ditangannya,dia menghampiri sang adik dan mengajak nya makan.
melihat hal itu,tanpa sadar air mata cia jatuh perlahan,tangannya mengepal hebat sampai kuku kuku jarinya memutih,dia benci.
Ayah sedang berada di belakang, setelah perdebatan hebat itu,dia tidak merasa bersalah,tidak ingin meminta maaf,dan tidak ingin disalahkan.Mereka semua memang egois bukan?
Cia menghela nafas panjang, sebelum akhirnya dia menghampiri kucing kesayangannya lalu menggendong nya,"hap!mau makan?iya?",tanya cia kepada kucing nya
dia menuntun kucing nya itu keluar,kewarung,membeli sosis,cia bersyukur dia masih bisa memberi makan kucing nya walau hanya sepotong sosis.
Cia Charisma,putri dari Ridwan Samit dan Rozze Supriyanti,anak kedua dari tiga bersaudara,kakaknya bernama Avkan Fadhil dan adiknya bernama Sakha Abina.
Cia anak satu satu nya putri,membuat semua pekerjaan harus dikerjakaan olehnya,dia harus menuruti segala perintah kedua orang tuanya,namun...balasannya sangat tidak manusiawi.
Ayahnya adalah seorang pemabuk dan pernah berselingkuh dengan sahabat istrinya,hal itu yang membuat emosi nya tidak setabil,dia bisa dikatakan tempramental dan bisa mengamuk hanya karena masalah sepele.
Ibunya selalu membandingkan bandingkan dirinya dengan anak yang lain,dia selalu berfikir bahwa cia anak tidak berguna dan hanya menjadi beban keluarga.
Cia putus asa,sangat frustasi,apapun yang ia lakukan pasti salah dimata orang tuanya,dia memang tidak diharapkan untuk terlahir kedunia ini.
[sedikit info tentang Cia]
Nama lengkap : Cia Charisma
Usia : 16 tahun
pendidikan : SMA GARUDA PERSADA
hobi : menulis,membaca,make up,memasak,dance,menyanyi
cita cita : tidak diketahui
__ADS_1
jenis kelamin : perempuan
[oke lanjut]
Cia bosan,dia ingin hidup nya berubah,dia ingin merasakan hidup seperti gadis lainnya,kenapa rasanya sangat mustahil?apakah dia tidak berhak untuk bahagia?
"cia sedang apa?",tanya seseorang dari belakang,oh iya itu teman nya,Caca.
"memberi makan wibay(nama kucing nya)"jawab cia tanpa menoleh.Dia kadang kesal dengan pertanyaan caca yang menurutnya tidak masuk akal.
"tangan mu...",cia sedikit melirik tangannya yang terluka,menatap sendu luka nya,perih,dia merasakannya lagi.
"jika tidak diobati akan infeksi",ucap caca yang dibalas tatapan datar dari cia,"tidak apa,nanti juga kering sendiri",jawab cia lalu pergi meninggalkan caca.
Dia sedang badmood,kau tau?setiap hari cia badmood,seperti tidak ada semangat hidup,dia menjalani hari hari nya dengan tatapan datar,cia dikenal sebagai gadis yang dingin,jika dia tertawa,berarti dia sedang menutupi penderitaan nya.
"cia!jangan bawa masuk peliharaan mu!dia menjijikan!"bentak ibu,cia hanya membalasnya dengan tatapan datar,dia kemudian meneguk ludah nya,melihat adiknya sedang makan bakso.Cia sama sekali belum makan pagi ini,dia terlalu sibuk dengan beban pikirannya.
Lapar,itu yang ia rasakan,dia berjalan melewati ibunya,tanpa sengaja perutnya berbunyi dan didengar oleh ibunya."kau lapar?mau makan?cuci piring dulu!",perintaj ibu.
Cia menurutinya,dia mencuci piring dengan perut yang keroncongan,sesekali dia mengelus perut nya lapar,dia meringis kesakitan kala lukanya kembali perih.
Cia menatap ke langit langit,dia bertanya dalam hati,adakah seseorang yang dapat menyelamatkan nya dari penderitaan ini, dia sudah tidak kuat,dia bukan robot,dia manusia,manusia yang dapat meraksakan lelah.
°°°
SIAPAKAH YANG AKAN MENYELAMATKAN CIA?SESEORANG DARI MASA DEPAN?ATAU SESEORANG DARI MASA LALU?JAWABANNYA ADA DI EPISODE SELANJUTNYA!
...**Segini dulu untuk prolog ya...aku mencoba buat menulis kembali setelah perbaikan masa pandemi,untuk novel novel aku yang dulu mungkin aku akan melanjutkan nya,tapi aku trauma tidak ada yang ngevote,banyak pembaca tapi sepi yang ngevote,kira kira kenapa ya?...
...see u bye bye!!...
...Jum'at/03/12/2021...
...Bekasi,Jawa Barat...
...Pukul 02:06 WIB**...
__ADS_1