
Teman teman Reyhan yang hadir meminta Danisha menjawab Ya..
" maksudnya kak, pacaran ? " Danisha bertanya dengan kening berkerut. Reyhan menggaruk tengkuk dan mengulum senyum.
" Oalah dalah, logika dari mana kakak suka orang pecicilan seperti aku. ini mah prank prank an pasti. Yup kakak tetep jadi teman aku, soal istimewa atau tidak itu tergantung seberapa besar simbiosis mutualisme kita. Kualat lo kak, bikin baper anak orang yang disuruh ngehalu tinggi tinggi abis itu brug ! jatuh kebawah, sakitnya tu disini kak " beber Danisha panjang lebar sambil nunjuki dengkulnya setelah itu berpindah ke dada. Adegan srimulat yang membuat Reyhan dan teman temannya ternganga. abis itu ngakak sampai sakit perut.
" Nggak mempan, aku di prank kaya gini " ujar Danisha sambil berlalu sambil mendadahkan tangan.
Reyhan terpaku, ada yang menyentilnya saat itu. kata kata blak blak an Danisha membuat niat awalnya dikuliti abis. saat itu dia memang butuh sebuah pelarian untuk menutupi luka hatinya. Ia kira dengan ketampanannya, Danisha akan mudah mengatakan ya. Mereka jalan, jika nggak sreg lagi ya putus. gampang kan. Tapi semua tak sesuai ekspektasi. Hati Danisha ga gampang disentuh rayuan para pria.
" apa gue bilang, bikin seribu candi pun belum tentu ia luluh " tegur Diko, teman Reyhan.
" Mau nyerah Rey ? " tanya teman Reyhan yang lain. Reyhan menarik nafas dan meniupkannya secara berlahan. Dulu begitu mudah, Aleta menerima pernyataan cintanya. cewek favorite di sekolah mereka. Ia merasa bangga jadi yang terpilih. Kali ini Danisha telah menjatuhkan harga dirinya sebagai pemilik wajah paripurna.
Reyhan menggeleng pasti.
Sementara Wanda yang terbangun dari tidur mendengar suasana riuh di luar, ia melihat Danisha berjalan ke tenda.
" Kenapa Ca ? " tanya Wanda sambil mengucek matanya. ada perasaan buruk singgah di hati Wanda.
" itu kak Reyhan mau becandain aku, bilang suka tapi sudahlah..Wan. mereka biasa bikin acara iseng isengan " jawab Danisha sambil masuk kembali ke kantong tidurnya.
" Kak Reyhan suka kamu ? " tanya Wanda dengan ekspresi serius. ini yang ia takutkan dari keakraban Reyhan dan Danisha.
" Nggak jelas, tidur yuk " ajak Danisha, Wanda masih terpaku dalam posisi duduk. tak lama ia mendengar dengkuran Danisha. diluar ia mendengar Reyhan menyanyikan lagu patah hati.
hari hari berjalan seperti biasa, Danisha menjalani hari harinya dengan riang. Danisha, gadis yang berasal dari keluarga sederhana. Ketika ia masuk SMA, ia harus kehilangan ibunya yang telah lama menderita sakit.
Sejak kepergian ibunya, hidupnya begitu sendu. Setiap saat ia berharap ibunya bisa sembuh. Namun ia tak bisa menolak takdir. ibunya harus pergi di saat harapannya begitu kuat akan wanita yang telah melahirkannya itu bisa sembuh.
Akhirnya Danisha sadar, tak ada gunanya ia larut dalam kesedihan terlalu lama. itu tak akan mengembalikan ibunya ke dunia. ibunya pasti amat sedih melihat ia tak bahagia.
Tante Silvia, seorang perempuan kaya yang tinggal tidak jauh dari rumah Danisha selalu datang membantu kala mereka susah, tante Silvia yang merupakan ibu Wanda adalah sahabat ibunya.
Ia dan Wanda telah berteman sejak kecil. Bila hari libur, tante Silvia akan mengajaknya berlibur dan membelikannya mainan seperti Wanda. karena itulah ia begitu menghargai Wanda dan ibunya.
Dalam pikiran Danisha sejak kepergian ibunya. ia akan mewujudkan impian ibunya melihatnya lulus kuliah dan bekerja, dan menikah dengan laki laki yang menyayangi Danisha.
Sejak ia dikhianati seseorang, ia memutuskan tak akan lagi mudah jatuh cinta. ia tak ingin cinta yang membuatnya rapuh. makanya ketika Reyhan menyatakan cinta, ia merasa laki laki itu tak sungguh sungguh.
__ADS_1
" Kenapa melamun ? " tegur seseorang saat Danisha duduk termenung di depan halte. Danisha terkejut karna yang menegurnya adalah Reyhan. laki laki yang baru saja ia pikirkan.
" Eh..kakak dari mana ? " tanya Danisha sambil celingukan cari sesuatu.
" Dari tadi disini liatin kamu melamun "
" aku nggak bawa mobil atau motor " imbuh Reyhan merasa Danisha mencari kendaraan yang biasa ia bawa.
" tumben mau naik bis " komen Danisha melihat kehadiran pemuda yang berasal dari keluarga berada itu ada di halte.
" bukan tumben tapi ini usaha " tanggap Reyhan santai
" Usaha ? " Danisha mengernyitkan kening. ada gelenyar aneh singgah dihatinya saat membaca makna kata usaha yang diucapkan Reyhan.
" Usaha untuk membuatmu percaya kalau saya sungguh sungguh " bisik Reyhan.
Danisha terdiam, bisikan Reyhan membuat tubuhnya seakan dialiri listrik daya kecil tapi ia bertekad untuk punya daya tahan yang kuat. Ia Danisha yang tak mudah lagi dilukai oleh cinta.
" Meski kamu menolak saya, tapi mau nggak jadi teman kondangan saya ? " pinta Reyhan tanpa melihat ke arah Danisha.
" mantan ? " tanya Danisha antusias. perlahan Reyhan mengangguk, reflek Danisha tertawa.
" kapan resepsinya ?" Danisha memperbaiki kunciran rambutnya.
" besok saya jemput kamu " ucap Reyhan sambil melambaikan tangannya pada seseorang yang berada di sebrang jalan.
" Tapi kak..aku nggak punya baju bagus.." ungkap Danisha sendu.
" Siapkan saja hatimu untuk menerima saya " jawab Reyhan setelah itu melangkah lebar menyebrangi jalan. Danisha merengut. bisa bisanya masih usaha melelahkan hatinya. nggak mempan.
Keesokan harinya, Danisha dijemput Reyhan di rumah Danisha. Danisha bisa pergi dengan Reyhan setelah drama introgasi ayah Danisha pada laki laki gagah itu.
Danisha tak tau apa yang ayahnya tanyakan, yang jelas ia melihat Reyhan manggut manggut.
Reyhan membawa Danisha ke sebuah salon, gadis yang sebenarnya punya paras cantik dibalik tampilan sederhananya itu di make over jadi putri. setelah itu ia membawa Danisha ke butik.
Reyhan terpana melihat Danisha dengan penampilan barunya.
" Wees, cucok deh Rey, Aleta lewat sama dia " ungkap pegawai butik yang merupakan teman Reyhan. semua teman temannya tahu hari ini hari patah hati Reyhan. Reyhan tersenyum dan menggandeng lengan Danisha masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
" Cantik " puji Reyhan saat mereka sudah didalam mobil.
" Ah..jangan mulai deh kak, jantungku disko jaipongan nih. nggak yakin bisa jalan normal didepan teman teman kakak, takutnya malu maluin nanti " resah Danisha. Reyhan menyisipkan jemarinya di celah jemari Danisha.
" Percaya sama aku kalau kamu memang cantik " Danisha tertegun, ia melihat tangannya sudah digenggam Reyhan. pertahanan hatinya yang awalnya 100 persen drop menjadi 15. tidak tidak Danisha jangan mudah baperan ! sentak hati Danisha.
Ketika sampai di pesta, Reyhan jadi pusat perhatian karena semua teman teman Reyhan ataupun Aleta tau kalau mereka punya kisah yang indah di masa lalu. raut wajah Aleta sumringah ketika menyambut tamu berubah pias saat Reyhan dan Danisha menyalaminya.
" Siapa Rey ? " tanya Aleta gugup. ia memindainya dari atas sampai bawah.
" Temannya kak " jawab Danisha sebelum Reyhan menjawab, ia tak mau Reyhan berspekulasi kalau mereka pasangan.
Acara pergi kondangan berlangsung sukses. Reyhan terlihat bahagia ditengah pesta tapi ketika mereka sudah meninggalkan pesta, Reyhan tak bisa berbohong lagi. hatinya sangat hancur. ia mengemudikan mobil dalam diam.
" bisa berhenti kak ! " pinta Danisha, Reyhan tersadar dari lamunanya.
" Kenapa ? rumah kamu kan masih jauh "
" saya mau beli es kelapa muda, disana bolehkan kak " tunjuk Danisha pada penjual es di sebuah sudut taman.
" boleh " jawab Reyhan sambil menepikan mobil.
Mereka berduapun menikmati es kelapa muda sambil duduk di bawah pohon.
" Jangan berpura pura baik baik saja kak, kalau mau nangis nangis aja, di depan saya kakak nggak usah takut dibilang cemen karna patah hati. bahaya lo kak patah hati di pelihara "
" Ah..kamu sok dewasa, masih ingusan kamu cil " ledek Reyhan.
" Umur bukan patokan untuk menjadikan orang dewasa kak, anak kecil yang melewati banyak cobaan dalam hidupnya bisa berpikir lebih tinggi dari usianya "
" okehh..lanjut cil "
Danisha memukul bahu Reyhan.
" Terima rasa sakit itu dan waktu akan menyembuhkan dengan sendirinya.." ucap Danisha sembari membalas tatapan Reyhan. ia harus melempar pandangan ke lain arah karena Reyhan memandangnya tak berkedip.
" Kamu mau jadi waktu untuk saya ? "
Nah lo..kok ujung ujungnya ke situ situ juga, Danisha memijit pelipisnya.
__ADS_1