
[Ding]
[ Baca Novel Gairah Asisten Pribadi Bahasa Indonesia ]
[ Baca Novel Gairah Asisten Pribadi Bahasa Indonesia ]
[ Autor : Xiao LinChen ]
[ Genre :: Harem, Romance, Petualangan, Aksi, Fantasy Urban Moderen, kehidupan sehari hari ]
Episode = 23 - Mengajak Ella Pergi Ke Mansion
---------- [ Selamat membaca dan Terimasih kawan ]...........
"Kredit atau Uanga kes" Ucap Pria Bertopeng itu.
"Kredit. saja Bang.' Ucap Aleshia menganguk.
Aleshia membayar menggunakan kredit. Itu seperti mata uang tetapi hanya dapat digunakan di cabang-cabang Organisasi Pembunuh Bunga Darah.
Pria bertopeng itu diam-diam mengangguk dan Aleshia meninggalkan Organisasi Pembunuh Bunga Darah dari Cabang Kudus . Dia menghela nafas lega setelah meninggalkan tempat itu. Orang-orang di dalamnya sangat dingin dan penuh dengan haus darah. Itu mencekik berada di sekitar mereka. Terutama resepsionis itu, dia yakin dia bisa dengan mudah mengalahkannya.
Dua hari berlalu dengan cepat dan Aleshia kembali ke dalam rumahnya di daerah kumuh Jekulo. Dia sedang memperbaiki pakaian Ella saat mereka akan pergi ke rumah Shufi. Aleshia setidaknya harus memastikan adik perempuannya terlihat rapi cantik serta imut.
Aleshia mengenakan gaun hijau baru yang diberikan Shufi kepadanya beberapa hari yang lalu. Itu adalah sesuatu yang disesuaikan khusus untuknya. Aleshia kagum dengan desainnya yang indah dan dia sangat menyukainya. Dia tidak harus meninggalkan mansion dengan mengenakan seragam pelayan lagi.
"Kakak, kemana kita akan pergi?" ujar Ella bertanya kepada Aleshia dengan wajah penuh rasa ingin tahu yang polos. Aleshia belum menjelaskan kepada Ella bahwa dia akan tinggal di dalam mansion rumahnya si Shufi sementara dia akan melakukan perjalanan panjang.
"eheem.. Adek Kita akan pergi ke tempat Kakak bekerja." Ucap Aleshia tersenyum dan menjawab pada Ella. Sejujurnya, dia masih sangat gugup tentang ini. Dia menyiapkan banyak hal untuk berjaga-jaga jika terjadi kesalahan.
"Kakak, kamu belum memberitahuku di mana kamu bekerja." Ucap Ella tertunduk saat dia berbicara. Dia benar-benar ingin tahu tentang di mana kakak perempuannya bekerja tetapi Aleshia tidak pernah menyebutkan detail tentang pekerjaan barunya kepadanya. Dia tidak keberatan karena kakak perempuannya sudah melakukan hal serupa di masa lalu dengan misi pembunuhnya, tetapi itu masih membuatnya sedih.
__ADS_1
"Adek kamu akan lihat. Itu di dalam rumah besar ~ besar. Tuan Muda berkata bahwa kamu bisa bermain di sana. Bahkan ada tempat tidur empuk untuk kamu tiduri." Ucap Aleshia menjelaskan kepada Ella dengan senyum lebar di wajahnya. Adik perempuannya benar-benar permata. Dia sangat penasaran dan sangat polos. Dia bertanya-tanya akan menjadi apa dia jika dia juga memiliki kakak perempuan yang bisa dia andalkan.
'yes ini Pasti menyenangkan.' Pikiran Aleshia berkeliaran tanpa tujuan saat dia memperbaiki pakaian adik perempuannya.
Tak lama setelah itu, Aleshia berdiri dan tersenyum puas dan berucap "Adek-ku Ella kamu yang cantik!"
"Hehehe, terima kasih, Kakak," ucap Ella dengan Wajahnya meledak menjadi kelucuan saat dia gelisah dari pujian kakak perempuannya. Jika Anda melihat wajahnya yang kecil dan imut sekarang, kalean bara pembaca akan berpikir bahwa dia adalah hal yang paling lucu di dunia.
Aleshia menepuk kepala Ella dan memegang tangannya. Mereka meninggalkan distrik kumuh Jekulo, melewati distrik pedagang Kliwon yang sibuk, dan tiba di distrik bangsawan Simpang Tujuh.
Penjaga kota Kudus dari sebelumnya masih ditempatkan di sana dan dia tersenyum pada Aleshia ketika dia melihatnya masuk. Pada titik ini, dia sudah terbiasa dengannya masuk dan keluar dari gerbang distrik bangsawan Simpang Tujuh. Dia bisa dikatakan telah mengembangkan hubungan yang baik dengannya.
Mereka segera tiba di depan mansion Rumahnya si Shufi dan wajah Ella penuh dengan keheranan. Dia membuka mulutnya lebar-lebar saat dia melihat rumah terbesar di kota Kudus.
'waah!.. aku enggak nyangka ternyata kakak bekerja di Rumah Besar ini?.' Ucap Ella kebingungan dan heran Matanya berbintang-bintang saat menatap kakaknya.
"Ini sangat besar! anoo nee~ anonee~ Kak Aku ingin bekerja di sini juga!" Ucap Ella tersenyum bahagia dia tertarik untuk bekerja di sini setelah melihat ukuran mansion yang ekstrim. Luasnya sekitar 2 hektar. Ukuran tanah yang sangat besar untuk sebuah rumah besar di kota kudus ini.
"Adek-ku yang cakep janggan ya, eheem... nanti saja setelah kamu dewasa kakak ngijinin kamu bekerja." Ucap Aleshia tersenyum melihat pikiran polos Ella. Dia tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa itu tidak mungkin karena itu hanya akan membuat Ella jadi sedih.
"hoooree~ Iya deh kak, Ella bakal janji sama Kakak." Ucap Ella sangat gembira setelah mendengar ucapan kakak perempuannya.
"Adek Yukk kita masuk ke dalam." Ucap Aleshia memberi isyarat kepada Ella dan mereka memasuki gerbang mansion bersama. Para penjaga mengenali Aleshia dan membukakan gerbang untuknya tanpa masalah. Ella terus melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu. Dia melihat hamparan taman yang luas. Itu bahkan lebih besar dari rumah mereka di daerah kumuh.
Sepanjang jalan sampai mereka mencapai di dalam mansion. Aleshia mulai mencengkeram tangan Ella semakin erat. Alisnya juga berkerut karena khawatir.
"Aleshia? Apakah itu adik perempuanmu?" ujar Pak Sabas Tian melihat mereka masuk dan terkejut. Dia sudah diiberi tahu Tuan Mudanya dengan apa yang akan terjadi nanti.
'iya Pak Sabas ini adek s-saya' Ucap Aleshia membungkuk sedikit melihat Pak Sabas Tian. Dia adalah atasannya di mansion ini. Dia juga orang yang mengajar dan membimbingnya pada sebagian besar pekerjaan di sini dalam beberapa hari terakhir Aleshia berada di sini.
__ADS_1
Ella menatap kakak perempuannya dan melihatnya menundukkan kepalanya sehingga dia juga mengikutinya.
"Ahahaha,Lucunya hehehe Dik kamu anak yang sopan ya." ujar Sabas Tian Mata berkilauan bintang dan tersenum hangat kepada Ella , 'ahh~ Senang rasanya memiliki anak yang sopan santun dan berbudi luhur daripada anak yang sulit diatur, .ucap sabas Tian dalam hatinya.
"Hahaha, aku bangga padanya, oh iya Pak Sabas di mana Tuan Muda?" Ucap Aleshia tertawa malu dan grogi.
"Tuan Muda sedang beristirahat di dalam ruang tunggu." Ucap Sbas Tian tersenyum ramah.
Ruang tunggu adalah tempat yang sama di mana Shufi pertama kali melihat Aleshia mengenakan seragam pelayannya.
"Terima kasih. Aku akan pergi berganti pakaian dan bertemu Tuan Muda." Ucap Aleshia dengan sopan mengucapkan selamat tinggal padanya.
"Jangan khawatir tentang itu. Tuan Muda bisa menunggu." Ucap Sabas Tian menimpali saat Aleshia pergi ke ruang ganti.
Setelah berjalan melewati banyak lorong, mereka berdua akhirnya memasuki ruang ganti. Aleshia memasukinya bersama Ella, sementara itu si Ella melihat sekeliling ruangan dengan rasa ingin tahunya.
"Ano neee~ Kak Tunggu . Aku berganti baju juga." rengek Ella dengan wajah memohon.
Aleshia menutup tirai ke bilik kecil di ruang ganti dan Ella ditinggalkan di luar sendirian sendirian.
Bersambung kawan!....
Jangan lupa
Like
Fote
Gift
favorit
dan komentarnya~
__ADS_1
Episode Selanjutnya - Permen Lolipop yang Mencurigakan