Gairah Asisten Pribadi

Gairah Asisten Pribadi
Eps 26 - Kenaifan Shufi Membuat Aleshia menjadi Gila


__ADS_3

[ING]


---------------------------------------------------------------------------------


[ Baca Novel Gairah Asisten Pribadi Bahasa Indonesia ]


------------------------------------------------------------------------------



-----------------------------------------------------------------------------------------


[ Baca Novel Gairah Asisten Pribadi Bahasa Indonesia ]


----------------------------------------------------------------------------------------


[ Autor : Xiao LinChen ]


----------------------------------------------------------------------------------------


[ Genre :: Harem, Romance, Petualangan, Aksi, Fantasy Urban Moderen, kehidupan sehari hari ]


--------------------------------------------------------------------------------------------


Episode =  26 - Kenaifan Shufi Membuat Aleshia menjadi Gila


--------------------------------------------------------------------------------------------------------


---------- [ Selamat membaca dan Terimasih kawan ]...........


---------------------------------------------------------------------------------------------


------


"Shia Apakah ini aneh? ,Aku memutuskan untuk mengambilnya sebagai hewan peliharaan."  Ucap Shufi Ada senyum naif di wajah Shufi saat dia berbicara tentang Monster Slime berlendir. Shufi menurunkan tangannya ke bagian atas Monster Slime berlendir dan membelainya dengan hati-hati.


Aleshia menjadi semakin bingung. Aleshia  bahkan meragukan penilaiannya sendiri bahwa Shufi memiliki sesuatu yang jahat yang direncanakan untuk perjalanan ini. Aleshia  menggelengkan kepalanya dan ingat bahwa dia harus waspada terhadap pria ini setiap saat.


"Tuan Muda kamu sangangat Aneh."  Ucap  Aleshia tersenyum kecut dia  menjawab dengan wajah datarnya. Aleshia  belum pernah melihat orang memeluk Monster Slime berlendir begitu eratnya.


.


"Shia Apakah ini benar-benar aneh? Dia terlihat menggemaskan Loh."  Ucap Shufi merasa canggung disebut aneh oleh Alehia..


"Monster Slime itu menyebalkan."  Ucap Aleshia menanggapi untuk terakhir kalinya sebelum berbalik untuk mengabaikannya. Aleshia tidak ingin berurusan dengan Tuan Muda miliknya yang seperti anak kecil ini.

__ADS_1


Ada seorang penduduk desa di depan jalan menuju desa. Dia sudah tua dan janggut putihnya panjangnya sekitar 3 inci.


"Nona muda, apakah Anda ingin tinggal di dalam desa?"  Ucap Lelaki tua Ada senyum ramah di wajah lelaki tua itu.


"Ya Kek, kami ingin rumah jika memungkinkan untuk menginap selama satu malam."  Ucap Aleshia tersenyum menanggapi dengan tenang.


"Itu akan menjadi 1 Juta Rupiah untuk satu malam."  Ucap lelaki Tua itu dengan Seringai serakah menyusul wajah lelaki tua itu saat dia melihat Mobil BMW mewah mereka. Dia jelas mengambil keuntungan dari mereka.


'whaats Mahal sekali"  Ucap Aleshia hendak mengeluh tetapi Shufi memotongnya.


"Kedengarannya bagus!"  Ucap Shufi menjawab dengan senyum lebar di wajahnya. Di mana, seringai lelaki tua itu menjadi lebih lebar.


"Iya, iya! Untuk Tuan Muda."  ucap  Orang tua itu membungkuk dengan rendah hati dan membawa mereka menuju rumahnya.


Aleshia memandang Shufi saat Aleshia mengerutkan alisnya. Mungkin hanya imajinasinya tetapi Tuan Muda miliknya ini sebenarnya sangat naif dan agak bodoh.


'tidak, tidak. Tidak mungkin Tuan Muda begitu naif. Dia pasti berpura-pura.'  ucap Aleshia menggelengkan kepalanya sebagai penyangkalannya. Beberapa kali Aleshia bertemu Shufi, Shufi bertingkah sangat pintar. Sekarang, tapi sekarang Shufi bertindak sangat naif,  Aleshia segera menjadi lebih waspada setelah menyadari fakta itu.


Aleshia dan Shufi naik Mobil BMW nya dan lelaki tua itu membawa mereka lebih dalam ke dalam desa. Beberapa pria menatap lelaki tua itu dengan tatapan tidak puas.


"Woi kawan Orang tua itu mendapat jackpot!"  Ucap Orang 01


"Iya. Lihat saja seberapa lebar seringai di wajahnya."  Ucap Orang 02


Dua pria di samping saling berbisik. Mereka seperti orang tua, mereka juga membawa pelancong dan meminta mereka menyewakan rumah atau kamar untuk bermalam.


Shufi sedang membaca buku. Dia meletakkan Monster Slime berlendir tepat di sampingnya. Itu tidak melakukan apa-apa selain melihatnya membaca. Itu sangat jinak untuk Monster Slime berlendir itu.


"Jadi Begitu toh, ternyata kamu adalah Monster Slime berlendir elemen Petir."  Ucap Shufi mengela nafas dia menutup buku itu dan melihat Monster Sime Berlendir itu sekali lagi. Itu adalah Monster Slime Berlendir  Berelemen Petir seperti yang di jelaskan di beberapa buku pengetahuan dan  warna kasnya beda sama yang lain. Shufi menepuk kepalanya tepat saat Mobil BMW mewah berhenti sekali lagi.


Shufi keluar dari Mobil BMW  Mewah dengan Monster Siime Berlendir dan memasuki rumah yang mereka sewa bersama dengan Aleshia. Shufi dengan enggan menjatuhkan Uang 1 juta Rupiah ke tangan lelaki tua itu. Orang tua itu membungkuk dan pergi.


"Tuan Muda, katakan padaku, apakah kamu mencoba menipuku?"  Ucap Aleshia menarik belatinya di kakinya dan mengarahkannya ke leher Shufi,  Shufi terkejut dan menelan ludah ketakutan. Itu sangat tiba-tiba sehingga Shufi didorong ke arah dinding.


"A-apa maksudmu Shia?"  Ucap Shufi bertanya dengan gugup. Memiliki belati Deger yang diarahkan padanya entah dari mana membuatnya takut.


"Tuan Muda Berhenti bercanda! Apa sih yang dilakukan Monster Slime berlendir ini di lenganmu Huh?"  Ucap  Aleshia  menusuk Monster Slime berlendir dengan Degernya  Ada kemarahan di wajahnya. Belum sehari Aleshia harus berurusan dengan kejenakaan Tuan Mudanya.


"Shia Ini menarik dan imut Loh?"  Ucap Shufi menjawab dengan kebingungan di wajahnya. Baginya yang belum pernah melihat Monster Slime berlendir sebelumnya, itu adalah makhluk yang sangat menarik. Itu bahkan sangat jinak. Itu tidak pernah menyakitinya dan itu hanya membuatnya lebih bersedia untuk mengambilnya sebagai hewan peliharaan.


"Tidak! Monster Slime Berlendir itu menyebalkan! Mereka melelehkan pakaian Anda. Mereka akan mendorong Anda jika Anda tidak memperhatikan. Mereka adalah kutukan para petualang!"  Ucap  Aleshia mengomel beberapa hal yang Aleshia alami dengan Monster slime kepada Shufi. Aleshia  tidak bisa menjelaskan mengapa Shufi melakukan ini ,apakah Tuan Mudanya Anak Kecil? .


"Shia Monster Slime ini tidak pernah melakukan itu."  Ucap Shufi memindahkan Monster Silem berlendir itu dari Deger Aleshia. Tempat Aleshia menyodok mulai bocor cairan ungu muda berceceran.


"S-Shia lihat dia berdarah!"  Ucap Shufi sangking khawatirnya dia panik dan menutupi luka Monster berlendir dengan tangannya.

__ADS_1


"..."


Aleshia tidak bisa berkata-kata melihat apa yang dilihatnya. Tuan Mudanya Shufi  bertingkah seperti bocah yang kehilangan mainannya.


"Tuan Muda Katakan padaku, apakah kamu berpura-pura? Karena jika ya, aku akan membunuhmu!"  Ucap Aleshia merasa kesal dia menatap Tuan Mudanya  seperti mata iblis langsung ke mata Shufi.


.


"Shia Aku tidak berpura-pura!,  Aku benar-benar berpikir Monster Slime berlendir ini sangat imut dan lucu."  Ucap Shufi  menjawab dengan gugup. Wajahnya yang begitu dekat dengannya sangat mengintimidasi.


"Hmph!"  Ucap  Aleshia mendengus dan menyarungkan Degernya. Aleshia akan mempercayainya untuk saat ini.


Shufi duduk di kursi dan menggosok luka Monster Slime Berlendir. Yang mengejutkan, lukanya sudah sembuh dengan sendirinya.


"Sungguh melegakan ..."  Ucap Shufi   menghela nafas lega. Shufi menjadi khawatir Monster Slime berlendir pertama yang dia temui akan mati begitu saja.


"Slime kecil Apa kamu mau makan?, kamu lucu dan imut seperti  anak kecil?"  Ucap Shufi berbicara sambil membelai bagian atas Monster Slime Berlendir itu.


"..."


Aleshia tidak bisa berkata-kata saat dia melihat Tuan Mudanya  menyayangi Monster Slime berlendir. Aleshia belum pernah melihat seseorang melakukan itu. Itu membuatnya gila. Kesannya tentang Shufi versus apa yang dia lakukan saat ini tidak cocok.


"Slime makan apa saja. Mereka kebanyakan makan rumput, tetapi mereka lebih suka pakaian karena suatu alasan."  Ucap  Aleshia menjelaskan dari samping. Aleshia hanya memutuskan untuk menerima apa yang terjadi apa adanya.


"Shia Terima kasih."  ucap Shufi menganggukkan kepalanya kepada Aleshia dengan senyum gembira di wajahnya. Buku-buku yang Shufi baca tidak memiliki informasi terkait merawat Monster slime ini.


'tidak masalah Tuan Muda'   Ucap  Aleshia menjawab dengan wajah datarnya seperti biasanya.


------------------------------------------------------------------------------------


Bersambung kawan


-----------------------------------------------------------------------------------


Episode Berikutnya - Kebingungan Aleshia


-----------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa


Like


Fote


Gift

__ADS_1


favorit


dan komentarnya~


__ADS_2