Gairah Asisten Pribadi

Gairah Asisten Pribadi
EPS 03 : Sang Assains meningalkan jejaknya


__ADS_3

[Ding]


[ Baca Novel Gairah Asisten Pribadi Bahasa Indonesia ]



[ Baca Novel Gairah Asisten Pribadi Bahasa Indonesia ]


[ Autor : Xiao LinChen ]


[ Genre :: Harem, Romance, Petualangan, Aksi, Fantasy Urban Moderen, kehidupan sehari hari ]


Episode  :: 03 - Sang Assains meningalkan jejaknya


---------- [ Selamat membaca dan Terimasih kawan ]..........


----------------------------------------------------


{  POV Si MC Shufi Masajishi  ]


Shufi memandangi sekantong Uang Rupiah di tempat tidurnya,.  Dia saat ini berada di dalam kamar ayahnya. Dia baru saja mengambil Uang 160 juta Rupiah  dari dalam berangkas  di ruangan itu.


Shufi merasa pusing saat melihatnya. Itu berisi Uang 160 juta Rupiah. Cukup untuk memberi makan 50 keluarga selama beberapa bulan.


3 menit sudah berlalu sejak dia meninggalkan kamarnya. Sebenarnya, dia tidak yakin. Rasanya seperti 3 menit telah berlalu untuknya.


Dia membuka pintu dan mengintip ke luar lorong. Dia melihat ke kiri dan tidak melihat siapa pun, ke kanan, tidak ada seorang pun. Dia menghela nafas lega. Tidak ada yang tahu dia memasuki ruangan ini.


Dia melirik sekilas ke arah pintu kamarnya. si Pembunuh itu masih di dalam. Dia memiliki pemikiran ganda untuk benar-benar mematuhi perintahnya, jika tidak mematuhinya aku benar-benar akan di bunuh,..


Shufi masih  ingat  Rumahnya sangat besar  dan sebagian besar Penjaga keamanan  pergi dengan  Ayahnya dan sepertiga dari Penjaga Keamanan menjaga Rumanya melindunginya. Shufi  mengambil keputusan dan berjalan keluar ruangan kamar Ayahnya. Dia turun dari tanga, dan ketika dia hendak membuka pintu kamarnya untuk memanggil penjaga di luar dia menyadari sesuatu.


Jika para penjaga tidak dapat mendeteks si Pembunuh itui yang memasuki kamarnya, bagaimana mereka akan melindunginya? Dia tidak punya waktu untuk berpikir lebih jauh. Dia berjalan kembali dan mengambil sekantong Uang 160 Juta Rupiah. Dia tidak mau mengambil risiko apa pun.


Bagaimanapun juga, ayahnya membawa serta penjaga yang kuat. Yang tersisa di rumahnya bisa dianggap penjaga kelas kecil,.


Shufi merasakan kantong Uangnya yang dia bawa,  Shufi  semakin dekat dia ke kamarnya. Rasanya seperti dia membawa satu ton ketika dia berada tepat di depan pintu.


glek


Shufi diam-diam menghibur dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dia adalah putra pedagang terkaya di kota Kudus ini. Si pembunuh itu tidak akan berani membunuhnya.


Ketukan Ketukan

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Shufi membuka pintu kamarnya dan melihat si pembunuh itu berbaring di atas tempat tidur faforitnya,  sementara si pembunuh itu menatapku,. Si pembunuh itu tiduran di kasurku sambil  memeluk Gulingku saat si Pembunuh Itu menatapku diriku sangat ketakutan,..


"Apa yang membuatmu begitu lama?" haha!.. Ucap Si Pembunuh itu...


Suara dinginnya membuat Shufi menggigil ketakutan. Ada niat Aura kematian yang agak kental di dalamnya.


"Ma-Maaf!,.. A-Aku-   ,aku harus buang air kecil ..."Ucap ku ketakutan


Shufi dengan cepat memikirkan alasan di depan si. Pembunuh itu menatap lurus ke matanya dan mengerutkan kening. Shufi merasakan ketakutannya meningkat ketika dia melihatnya melakukan itu.


"bocah kau Pembohong, akan kupastikan kau tidak berumur panjang,.  sekarang cepat beri Aku Beri aku uangnya!" "Ucap si pembunuh itu,..


si pembunuh itu bangkit dari tempat tidurku dan meraih tas ransel berisi Uang 160 Juta Rupiah  di tanganku,  Shufi  menggigil ketika mendengar ancaman terang-terangannya.


"eheem... bagaimana aku yakin di tas Ranselmu  benar-benar ada Uang 160 Juta Rupiah di Tas Ransel sini?" Ucap si pembunuh agak curiga,..


si Pembunuh itu mengangkat Tas Ransel itu ke atas dan ke bawah dan merasakan bebannya yang agak berat. Itu adalah sesuatu yang khas daribau uang,..


"Aku- aku bisa bersumpah demi Raiden Shogun Waifuku, di tas Ransel itu memang ada Uangnya berjumplah 160 Juta Rupiah!"  "Ucap Shufi tergagap dan ketakutan terhadap si pembunuh itu,..


"Terima kasih. adik kecil"  Ucap si pembunuh itu,


Dengan senyum indah di mulutnya, si pembunuh itu menarik belati di pinggangnya dan menusuk jantung Shufi,. Shufi  tidak punya kesempatan untuk bereaksi tetapi hanya menatap lebar dengan polosnya...


"Itulah yang akan terjadi jika kamu berbohong padaku lagi.  " Ucap si pembunuh yang menakuti Shufi


Ujung belati itu berhenti tepat saat hendak menembus kulit Shufi,.  Shufi  membeku ketakutan ketika dia merasakan ujung belati menusuk kulitnya.


"Terima kasih! Nona!, jangan medodongku lagi"  Ucap Shufi masih ketakutan..


Shufi berseru secara naluriah. Perasaan berada di antara hidup dan mati terlalu banyak untuk dia tangani.


Senyuman langka muncul di mulut si pembunuh. Dia menemukan prilaku Shufi bertingkah lucu dan agak imut.


"adik kecil Kamu tidak melihat siapa pun malam ini, apa kau paham?,  Setelah berkata demikian, si pembunuh berbalik sambil memegang Tas Ransel itu,. . "Perjalanannya malam ini sangat membuahkan hasil.


si pembunuh itu tidak membunuh Shufi karena dia sudah memberinya uang 160 Juta rupiah kepadanya

__ADS_1


"i-ya!" aku bersumpah demi sang Auhor A-aku tidak berbohong kepadamu Nona,..  Ucap Shufi dengan serius,..


Shufi memperhatikan saat si pembunuh menghilang secepat dia muncul. seperti  ""datang tidak di jemput pulang tidak di atar,""  ,,Situasi sudah mereda dan kelegaanya Sudah agak nyaman beberapa detik kemudian Shufi  jatuh ke tempat tidurnya


Shufi menarik napas dalam-dalam dari bantalnya untuk memastikan bahwa dia masih hidup dan menghirup aroma si  pembunuh dari sebelumnya. Dia berbau seperti bunga melati. Bagi seorang pembunuh, itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah dia pikirkan. akh!.. bau sangat enak,..


Dia tertidur dengan cepat karena dia sudah lelah dan ditambah dengan stres karena nyawanya di tangan seorang pembunuh. Dia senang bahwa dia berpikir cepat dan menawarkan uang kepa si Pembunuh Itu.


Shufi menyadari bahwa uang adalah sesuatu yang dapat menyelesaikan kematiannya,..  Dalam tidurnya, dia bermimpi tentang mengendarai Mobil faforitnya bersama Pelayan Wanitanya. beberapa Jam kemudian Shufi bangun tidur dan bergumam, "AKHH! sial ini cuma mimpi saja kapan menjadi kenyataan..


beberapa menit berlalu Shufi menyadari di dekat bantal ada benda keras dan dingin lalu Dia mengambilnya dan melihatnya dengan tangan kanannya. Itu adalah sebuah liontin perak yang indah.


waduh tidak aku sangaka Liontin Perak yang indah ini milik si pembunuh itu yang tadi malam menemuiku,  aku penasaran apa isi dari Liontin Perak ini,.  "Ucap Shufi dengan rasa penasarnya,..


Shufi dengan cepat membukanya dan melihat potret seorang gadis kecil berambut hitam tersenyum dan wajah nya sangat imut,..


"Aku menebak-nebak dam penasaran  Pasti Gambar Gadis imut ini adalah adik Si Pembunuh itu,.. "Ucap Shufi dengan rasa penasaranya,..


""Eheemm!...  Kalau gitu aku akan Melacakmu wahai Pembunuh wanita berda Besar,  "Ucap Shufi dengan rasa senangnya,..


Shufi menyeringai ketika dia menyadari bahwa dia sekarang memiliki petunjuk tentang Si pembunuh itu,. dan lagi duit  160 Juta  akan kembali kepadanya.


Shufi dengan cepat mempersiapkan dirinya dan meninggalkan mansion Rumahnya bersama dengan seorang kepala pelayan tua si Pak Sabas Tian,..


Sementara itu, di kawasan kumuh Distrik Jekulo. Seorang wanita berambut hitam dia terbangun dari kasur lantainya yang keras,  dan rumahnya yang terbuat dari kayu biasa dan genteng tidak layak pakai,   Wajah wanita itu sangat halus, dan kulitnya putih halus seperti sutra. Dia memiliki hidung yang sempurna, alis simetris, dan bibir ceri yang indah,  tubuhnya yang seksi seperti gitar spanyol dan buah semangkanya agak besar. Dia adalah salah satu wanita cantik langka yang hanya akan para pembaca bayangkan dan bisa di lihat pada seratus juta para pembaca yang memikirkan wanita ini,.  .wanita ini didevisinikan seperti dewi yang turun dari alam dewa,..


eheem... kembali ke cerita..


"Selamat pagi, Ella."    "Ucap Aleshia.dengun senyum lembut dan rasa kasih sayang,..


Aleshia menoleh ke kiri dan menyapa seorang gadis kecil kecil yang tampak seperti versi mini dirinya.


Bersambung kawaaan!.....


-------------------: Episode Selanjutnya  : Rencana Shufi  Dan Masalah Aleshia ----------------------


Jangan lupa


Like


Fote


Gift

__ADS_1


favorit


dan komentarnya~


__ADS_2