Gamila Naura

Gamila Naura
pertanda mual


__ADS_3

"halo" mah apa kabar nya sayang ? ucap suaminya.


baik pah ? bagaimana dengan kamu apa kabar ujar sang istri.


aku baik eh ??? dimana anak anak aku tidak melihat nya tanya suami nya


anak anak sedang pada tidur ada Cakra juga ada di kamar nya ? ucap sang istri .


eum ' Beryl dimana ? aku tidak melihat nya


oh iya " aku lupa " dia pasti sedang sibuk di perusahaan bukan tanya sang suami .


heee !!!.... iya


oh yah ? aku mau tanya sama kamu soal


" pernikahan " ???... ucap sang istri.


oh itu !! ternyata dia sudah tau semua nya gumam suami


kamu GK tau' atau ??...kamu sudah tau .


aku ini heran kenapa Beryl menikah tanpa sepengetahuan ku dulu 'bahkan ya dia tidak pernah bicara bahwa dia itu sudah menikah" dan sekarang kamu tau GK ! apa yg terjadi ucap istri Ranti .


memang nya apa yg terjadi sampai buat mama marah seperti itu ayo sini masuk kalo anak anak mendengar nya bagaimana jangan buat kegaduhan di depan anak anak aku GK mau itu terjadi ya ? dan pelan kan suara mu ujar sang suami


iya !!...iya ... ucap Ranti .


suami nya pun segera membawa sang istri nya itu untuk masuk ke dalam kamar mereka '


dia tidak mau ada orang yg mendengar perkataan sang istri apalagi soal hubungan putra satu satu nya yg paling ia sayangi .


"ya baik " kamu bisa melanjutkan bicara mu apa yg terjadi pada beryl ?... apa ada sesuatu dengan pernikahan nya apa dia menolak istri nya ? aku sudah menduga nya bahwa pernikahan mereka tidak akan bertahan lama apalagi dengan kondisi istrinya yg jauh berbeda dengan selera nya bukan tipe dia sekali gadis itu ?.ucap suami nya.


kamu tau dia membawa gadis itu ke apartemen hotel kita dan aku kecewa dengan sikap beryl dia ini anak ku tapi dia tidak pernah menghargai aku sebagai ibu nya kamu jahat jika kamu ikut terlibat dalam pernikahan mereka ? ..ucap Ranti .


" iya aku sudah tau " mereka sudah menikah aku harap !!! kamu bisa menerima gadis itu walau bagaimanapun juga dia itu istri nya fisik bukan lah sesuatu hal memalukan aku harap kamu sudah memberikan restu mu ucap suami nya.


maksudnya ? aku tidak mengerti apa ada yang kamu sembunyikan dari ku tentang gadis itu ucap Ranti.


"tidak ada" kamu sudah melihat Gamila bagaimana orang nya ??? ... ucap suami.


oh " jadi dia tidak tau bahwa Gamila tidak secantik yg seperti ia kira .gumam nya


menurut ku dia biasa aja tapi ? kalo pisik dia cantik dan apa kamu tau " dia anak kalangan mana dan ayah nya Bekerja di perusahaan mana dan berapa banyak jumlah perusahaan tersebut ucap ranti .


ini nih ?? penyakit kamu kambuh 'pantas saja anak kamu sendiri GK mau sharing tentang kehidupan nya ? ya ini sifat kamu yg membuat nya seperti itu tegas suami nya Rabbani lalu pergi di tinggal mandi karena dia tidak mau amarah nya memuncak.


ih papah nih nyebelin banget sih ?? kalo bukan suami udah aku hajar ujar Ranti.

__ADS_1


"Beryl."


kenapa dia belum pulang juga ini udah 3 hari " masa sih ! gak ada orang yang bisa menemukan nya ini cuman satu wanita apalagi banyak dasar tidak berguna ucap Beryl dalam hati dia terus bergelut dengan pikiran nya sendiri tidak terasa meeting. itu belum selesai sedari tadi dia hanya melamun di tengah jam kerja nya .


pak ? ....em bos ujar Ariel .


sementara klien yang lain hanya memandang saling menatap satu sama lain nya tidak biasa nya Beryl melakukan suatu hal yg memalukan bahkan sebelum nya bersama mantan istri nya itu tidak se dilema itu sedangkan Ariel terus menyadarkan bos nya itu Ariel merasa heran entah apa yg ada di pikiran bos nya itu .


bos !! ucap Ariel tapi masih tidak ada sahutan dari Beryl dia kenapa ya' tidak biasa nya dia seperti ini apa yg sedang dia pikirkan ucap Ariel.


bos ucap Ariel kali ini bos nya itu akhirnya dia sudah sadar juga dari lamunannya .


ehm... iya ada apa ? saya rasa meting kali ini sudah cukup kita akhiri meting kali ini thank you ucap Beryl lalu pergi dia mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan bisa bisanya dia melamun di tengah meting.


ok kalian semua bisa bubar ucap Ariel ada apa kenapa dengan nya bos bos dalam hati Ariel


iya baik pak ujar para karyawan nya


kamu merasa heran GK sih bahwa ada yg aneh dengan bos Beryl tidak biasa nya seperti itu ucap karyawan yg sedang ngerumpi


ehem ... apa kalian sudah bosan bekerja di sini ucap Ariel yg menangkap basah karyawan itu .


sedangkan Beryl yg tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di saat dia tengah jalan ada suara handphone yg artinya ada seseorang yang menelpon nya ternyata itu dari polisi yg menelpon nya.


drttt. suara hp nya


polisi ? ada apa ya ah mungkin ada hubungannya dengan Gamila


halo begini pak ! kami memberikan informasi bahwa kami telah menemukan tas istri anda silahkan jika anda ingin melihat nya untuk memastikan bahwa tas ini milik istri anda atau bukan di kantor polisi terdekat dari TKP ucap polisi .


"iya terima kasih banyak pak "atas informasi nya saya akan segera ke sana ucap Beryl yg langsung menginjak pedal gas dengan sangat kencang


baik kami tunggu kehadiran bapak ucap pak polisi lalu telpon itu mati


Gamila kamu ini dimana semoga kamu baik baik saja ada apa dengan ku kenapa dengan diri ku secepat itukah diriku jatuh cinta pada nya dalam waktu beberapa hari belakangan ini kenapa aku harus terjebak dari pernikahan ini aku sendiri yang merencanakan nya untuk membalaskan dendam ku kepada Ginny tapi kenapa malah aku yg semudah itu jatuh cinta kepada nya apakah ini cinta atau hanya rasa kasihan. aaaaaa ucap Beryl .


di rumah Arkan


Gamila " kenapa " dengan mu ucap Arkan sesudah mandi dengan memakai handuk di pinggang nya .


sedangkan Gamila entah kenapa kepala nya sangat pusing setelah melihat Arkan ' seperti ada bayangan seorang laki laki di kepala nya itu sama persis apa yg sedang Arkan lakukan .


AW !.. hup ..kepala ku astaghfirullah halazim siapa dia kenapa ada bayangan seorang laki laki sebenarnya siapa dia dia bukan Bambang terus siapa ? dari bentuk nya bukan bam apa aku pernah menikah !! tapi aku menikah sama siapa orang aku GK kenal gumam Gamila sambil memegang kepala nya.


Gamila kamu kenapa ? apa kamu baik baik saja ucap Arkan khawatir karena dia tau dengan kondisi Gamila yg sedang sakit dan hilang ingatan .


kepala ku sakit sekali aw !!... kenapa bayangan itu ada dalam pikiran ku padahal aku tidak mengenal laki laki itu kenapa dia ada di bayangan ku Arkan !! apa kamu tau " dimana orang tua ku" dan asal usul keluarga ku apa ada orang yg mencari ku ucap Gamila yg masih berpikir keras siapa dia dan dia masih memegang kepala nya .


aku tidak tau dan sampai saat ini belum ada orang yang mencari mu jikalau ada mencari mu mana mungkin aku membiarkan kamu di sini apa " apa kamu ada gambar an siapa laki laki itu dan seperti apa wajah nya terlihat jelas ayo siapa tau sebagai petunjuk supaya kamu bisa kembali lagi pada keluarga mu oh ya cincin jikalau kamu sudah menikah pasti ada cincin pernikahan ditaruh di tangan mu ucap Arkan memberi saran.

__ADS_1


seketika GAMILA pun langsung melihat kedua tangan dia mengecek apakah dia memakai cincin itu dan benar saja dia tidak memakai nya .


" ha ? tidak ada " em mungkin itu hanya halusinasi ku saja sudah lah jangan di pikirin ucap Gamila apa sebelumnya aku pernah menikah gumamnya.


kamu yakin ? tidak apa apa kalo kamu sakit jangan di paksakan untuk berpikir keras ya Gamila ucap arkan .


Arkan aku sebaiknya pulang saja dan aku ingin mencari keluarga ku aku sangat merindukan ibu ku ucap Gamila sambil berdiri .


"Gamila " kamu jangan nekat kamu ini masih sakit kamu jangan khawatir ya ucap Arkan .


tiba tiba Gamila bersikeras untuk mencari siapa keluarga nya meskipun dia belum mengingat semua nya dia tidak perduli dengan hal itu yg dia mau dia bisa berkumpul sama keluarga nya meskipun Arkan melarang nya


lepas kan aku Arkan aku mau pergi tidak apa jika aku tidak mengingat siapa keluarga ku yg terpenting adalah aku bisa bertemu dengan keluarga ku ucap Gamila


lalu Gamila pun langsung berjalan dengan cepat sampai lah dia dia di depan rumah besar milik Arkan dan Arkan pun spontan mengikuti nya dia khawatir jika keadaan Gamila lebih parah lagi sampai dia melupakan sesuatu .


gami tunggu ?? .. Gamila ... teriaknya Arkan.


dan akhirnya Arkan bisa menangkap Gamila


dia masih di depan rumah nya dan lebih parah nya ada seseorang yang mengintip kejadian itu Jo


lepas kan arkan kenapa kamu selalu menghalangi ku apa kamu tidak tau aku sangat merindukan keluarga ku hiks .. aku sangat merindukan nya hiks hiks ... tangis Gamila pun pecah tidak terbendung lagi


ah bukan begitu ? hei dengarkan aku dulu kamu jangan marah mbull plis tolong jangan gegabah Hem aku janji kita akan pergi bersama ucap Arkan .


Hem ucap Gamila singkat betapa kagetnya dia baru menyadari bahwa Arkan masih mengenakan handuk Sepinggang .


AAA ..... TERIAK GAMILA


apa yg kamu lakukan Arkan ucap Gamila sambil menutup mata nya .


AAA .. TERIAK ARKAN


Gamila kamu ini semua gara gara kamu akh ayo cepat " masuk andai saja kamu tidak kabur aku pasti sudah memakai baju dan lihat lah ini semua gara gara kamu mbul ucap Arkan protes


apa ? aku emang nya aku menyuruh mu mengikuti ku GK kan " dan apa kamu pikir kamu masih memakai handuk itu terus itu salah ku juga " kenapa jadi nyalahin aku kamu yg salah ko ucap Gamila tidak terima.


hm percuma kita berdebat ayo masuk tidak enak kalo di lihat sama tetangga nanti di gosopin yg bukan bukan cepat !! ucap Arkan GK mau kalah .


hm aku lagi ? kamu ini ucap Gamila sambil memasang wajah cemberut


APA ? SIAPA DIA SEBAIKNYA AKU MENGAMBIL GAMBAR SIAPA TAU JADI ORANG KAYA MENDADAK WKKK UCAP WANITA ITU dia pun sudah mendapatkan Poto Poto itu setelah mendapatkan nya dia pun langsung pergi


2 Minggu kemudian .


uwek ..uwek Sura muntah GAMILA.


ada apa dengan ku kenapa belakang an ini aku sering muntah muntah mual tapi GK ada apa apa apa aku masuk angin ya ? tapi masa masuk angin setiap hari GK ini hanya perasaan ku saja yg kurang enak badan ucap Gamila dia pun masih mual mual uwek... uwek.

__ADS_1


Gamila sebaiknya kamu kamu harus ke dokter aku takut kamu sakit nya tambah parah aku GK mau itu terjadi plis dengerin aku sekali ini saja ya ucap Arkan merasa kasihan pada Gami


Hem Iya !. ucap Gamila singkat.


__ADS_2