Genius Yang Pemalas

Genius Yang Pemalas
1%


__ADS_3

Berbulan - bulan telah berlalu.....


Pagi hari yang cerah, sangat bagus untuk menikmatinya dengan segelas kopi dengan sepiring camilan di sampingku sambil membaca koran pagi dengan berita yang penuh hikmah yang dapat kita ambil di dalamnya. ya, itulah yang sedang kulakukan sekarang perkenalkan namaku adalah james aku adalah ayah dari tokoh utama di komik ini, sebelumnya keseharianku di penuhi hal yang biasa saja namun setelah aku memiliki anak semuanya berubah. hari ini aku akan menceritakan pertama kalinya anakku memperlihatkan kemampuannya di komik ini karna di episode sebelumnya ia baru saja mendapatkan kekuatanya yang luar biasa itu.


5 tahun telah berlalu.....


Sang anak yang baru - baru ini mendapatkan kekuatannya yang luar biasa itu kini ia sudah menginjak usia yang ke - 5 tahun, biasanya anak - anak di usia ini orang tuanya memberikan perhatian lebih kepada anaknya ada yang mengajaknya jalan - jalan ada juga yang mengajarkan membaca atau menulis atau mungkin menghitung atau bahkan mungkin semuanya?. ya, itulah yang dirasakan tokoh utama komik ini yakni sang anak ia sudah diberikan pelajaran dasar sekolah oleh ayahnya namun lagi - lagi keajaiban terjadi sang anak yang usianya baru 5 tahun tetapi ia sudah bisa menguasai semua pelajaran dasar sekolah bahkan saat ia diajari perkalian pada saat itu juga ia langsung memahami konsep dan rumusnya. sang ayah yang merasa bingung tentang hal itu akhirnya sang ayah memanggil seorang psikolog untuk membantunya menjelaskan hal tersebut, sang ibu yang sedang asik memasak dan secara tidak sengaja melihat sang ayah sedang menelpon seseorang dan membicarakan tentang anaknya, setelah selesai sang menelpon lalu sang ibu pun bertanya mengapa suaminya menelpon seseorang dan membicarakan tentang anaknya.


" Sayang, kau sedang bicara dengan siapa dan mengapa kau membicarakan tentang anak kita? "


" Oh, tadi aku sedang menelpon seorang psikolog untuk datang dan memeriksa anak kita. "


" Memangnya ada apa dengan anak kita. "


" Hehe, lihat ini. "


Sang ayah pun menunjukkan sesuatu yang menakjubkan.


" Nak, berapa hasil dari 7 x 5 coba jawab? "


Sang anak menjawab dengan polosnya


" 35. "

__ADS_1


Sang ibu langsung terkejut setelah mendengar jawaban sang anak lalu ia sedikit berbincang - bincang dengan suaminya sebelum sang psikolog datang.


" Hey, apa yang telah kau lakukan bagaimana ia bisa menghitung perkalian? "


" Aku tadi hanya mengajarkannya membaca dan menulis dan ternyata ia langsung paham dan mengerti lalu akupun penasaran jika menulis dan membaca saja ia pelajari dengan mudah bagaimana jika aku mengajarkannya perkalian, dan ternyata ia dengan mudahnya langsung mengerti rumus dan konsepnya begitulah ceritanya. "


" Apa tidak mungkin ia mempelajarinya secepat itu. "


" Tapi tadi kau sudah lihat bukan ia langsung menjawab pertanyaanku tanpa berpikir, sebab itu aku memanggil seorang psikolog untuk memeriksanya. "


Tak lama kemudian sang psikolog datang.


" Permisi apakah ini rumah pak james? "


" Iya pak dengan saya sendiri, silahkan masuk dahulu"


" Hai namaku Ryan aku akan memeriksa dirimu hari ini bolehkah aku mengajukan beberapa pertanyaan. "


" Tentu. " jawab sang anak


" Baiklah kalau begitu, pertanyaan pertama apakah ada keanehan yang kau rasakan akhir - akhir ini? "


" Ya, aku merasakan sesuatu yang aneh dan itu terjadi setelah pemeriksaanku di rumah sakit 5 tahun lalu. "

__ADS_1


Sang psikolog terkejut sang anak dapat mengingat kejadian pada 5 tahun yang lalu sedangakan umurnya pada saat itu baru 7 bulan, lalu ia pun mengajukan pertanyaan yang lain.


" Kalau begitu apakah yang kau rasakan setelah kejadian itu? "


" Aku merasakan sesuatu yang aneh di bagian kepalaku, terkadang saat kepalaku sedang kosong terdengar suara seseorang yang bicara padaku dan suara tersebut berasal dari otakku. "


" kalau begitu saat ayahmu memberikan soal perkalian kepadamu apakah terdengar suara juga? "


" Ya, itu benar. "


" Benarkah, kalau begitu berapakah hasil dari 9 x 7? "


" 63 "


" Wah, hebat apakah jawaban itu juga kau dapat dari suara yang berasal dari otakmu "


Sang anak menganggukkan kepalanya.


Setelah mendengar semua hal tadi sang psikolog pun langsung menjelaskan keadaannya pada orang tuanya dan menyarankan untuk memberinya sebuah buku yang menjelaskan tentang kerja otak dan organ dalam lainnya, mendengar hal itu tentu membuat kedua orang tua itu bingung kenapa harus memberikan sebuah buku yang dapat membuat pikiran sang anak terbebani, namun sang psikolog tetap keras kepala karna dengan buku tersebut mungkin saja ia dapat menguasai 100% otaknya. dan akhirnya kedua orang tua itu mengikuti kata sang dokter keesokan harinya sang ayah membelikannya sebuah buku tentang fungsi - fungsi bagian dalam tubuh manusia dan setelah ia berhari - hari membaca buku sayangnya ia jatuh sakit ia terkena demam selama 3 hari tapi setelah sang ibu memberikan sebuah obat akhirnya ia pun sembuh, setelah sembuh ia melanjutkan membaca buku pemberian ayahnya setelah habis membacanya suara dari otak sang anak terdengar lagi.


" Hey, mintalah ke ayahmu buku baru dan kalau bisa semua buku tentang ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini. "


Setelah mendengar hal itu sang anak mengikuti kata - katanya ia langsung meminta kepada ayahnya semua buku tentang ilmu pengetahuan di dunia, sang ayah yang merasa heran kenapa sang anak meminta banyak buku bahkan buku - buku berat yang menjelaskan tentang ilmu pengetahuan di dunia ini namun sang ayah tetap senang atas hal tersebut sebab anaknya yang masih kecil gemar membaca buku, dan begitulah keseharian sang anak ia setiap harinya membaca semua bukunya dengan senang hati.

__ADS_1


Bersambung.....


Thanks


__ADS_2