
Mereka saat ini sedang berjalan di loby kantor.
Mereka sudah selesai makan siang.
"Tidak ada kegiatan untuk ku?" Tanya Cahaya yang berjalan beriringan di samping Germilang.
Germilang menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada, hari ini memang karyawan tidak berangkat full. Bukan nya kau senang? Bisa bersantai di hari pertama mu kerja?" Balas Germilang.
"Boleh kah Aku ijin sebentar?" Ucap Cahaya meminta ijin.
Germilang menghentikan langkahnya, Cahaya pun ikut memberhentikan langkahnya.
"Ijin untuk?" Tanya Germilang.
"Aku ingin menjemput anak ku pulang sekolah." Jawab Cahaya.
"Alula dan Aluna?"
"Iya lah, siapa lagi? Memang anak ku banyak?" Ujar Cahaya yang kesal dengan Ucapan Germilang.
Germilang Tertawa kecil.
"Aku hanya memastikan, jangan marah." Ucap nya.
Cahaya memutar bola matanya malas.
"Intinya boleh tidak?" Tanya Cahaya.
"Boleh"
"Asal aku ikut"
"Mau ikut?" Ucap Cahaya.
"Iya" Balas Gemilang.
Cahaya berpikir.
"Baiklah, kau boleh ikut." Ujar Cahaya.
Keputusan Cahaya mengijinkan bos nya untuk ikut menjemput anak kembarnya.
Jika di tolak bisa-bisa gaji nya dipotong.
-
Germilang dan Cahaya sudah sampai di depan SD N 2 Sukajaya, Sekolah Alula dan Aluna.
"Kita tunggu di dalam mobil?" Tanya Germilang.
"Tidak, Aku akan tunggu di depan gerbang nya langsung." Jawab Cahaya.
Cahaya melepaskan sabuk pengaman dan keluar dari mobil.
Ia berjalan ke arah gerbang sekolah.
3 menit berlalu.
"MAMAAA" Teriak Alula dan Aluna bersamaan ketika menyadari keberadaan Cahaya.
Cahaya menoleh kearah Anak-anaknya.
Alula dan Aluna berlari menghampiri Mama nya.
"Gimana belajar nya?" Tanya Cahaya sambil mengelus kedua rambut anak kembar nya.
"Luna tadi nangis, ma." Adu Alula pada Cahaya.
Mendengar aduan Alula, Cahaya menatap ke arah Aluna.
Ia menangkup kedua pipi Aluna.
"Luna Kenapa nangis?" Tanya Cahaya dengan lembut.
Aluna menundukkan kepalanya.
Gadis kecil itu diam, tak menjawab ucapan mama nya.
Seperti nya Aluna takut untuk berbicara jujur, Takut Terkena marah.
"Ayo cerita, kalo Aluna jujur mama engga akan marah." Bujuk Cahaya.
"Tadi aku rebutan Ayunan di Taman sama Mika pas istirahat." Jawab Aluna jujur.
"Luna gamau gantian." Ucap Alula.
Cahaya tersenyum.
"Luna kan udah main jadi harus gantian sama Mika. Luna ga boleh gitu, Harus berbagi sama orang lain. Lula juga dengerin ya apa kata mama." Nasehat Cahaya pada kedua anak kembar nya.
Alula dan Aluna mengangguk nurut.
-
Disisi lain.
Germilang melihat Cahaya dan Kembar.
Ia pun turun dari mobil, lalu menyusul Cahaya.
"Om Germilang." Ucap girang Alula yang melihat Gemilang datang.
"Iya, ini om gemilang." Ujar Germilang sambil tersenyum ke arah kedua anak kembar itu.
Alula dan Aluna tersenyum lebar.
"Nanti kita pulang nya naik mobil om Germilang, Ma?" Tanya Alula pada Cahaya.
"Iya" balas Cahaya sambil mengangguk.
"ASIKK" Ucap kedua bocah itu dengan ceria.
Germilang dan Cahaya hanya tersenyum melihat nya.
"Yaudah ayo kita pulang." Ajak Cahaya.
"Om Germilang." Panggil Alula.
__ADS_1
"Iya lula?"
"Om, aku mau minta gendong." Ucap Alula.
Cahaya yang mendengar nya pun mencegah.
"Lula, ga boleh gitu Nanti om nya keberatan." Cegah Cahaya.
"Gapapa"
"Sini om gendong." Lanjut Germilang sambil mengangkat tubuh mungil Alula ke dalam gendongan nya.
Melihat kakak nya di gendong, Aluna ingin ikut di gendong juga.
"Luna juga mau." Ujar Aluna.
"Aduhhh, milang maafkan anak-anak ku."
Ucap Cahaya meminta maaf, karena ia merasa tidak enak dengan Germilang.
"Sudahlah tak usah meminta maaf, Malahan aku merasa senang." Balas Germilang.
Lalu Germilang mengangkat Aluna juga dalam gendongan nya.
-
Didalam mobil.
Mereka saat ini sedang dalam perjalanan pulang.
"Kalian pengen beli apa? Pumpung masih jauh." Tawar Germilang sambil ia terus fokus menyetir mobil.
Cahaya menengok ke arah Germilang.
Ia menatap kesal pria di sampingnya itu.
"Heh!"
"Kau kira duit ku banyak?!" Ujar kesal Cahaya.
Germilang terkekeh melihat respon Cahaya.
Yang lagi-lagi salah paham dengan ucapan nya.
"Hahaha"
"Kau salah paham lagi"
"Aku yang akan membayar nya, jika kau dan kembar ingin membeli sesuatu." Ucap Gemilang.
Cahaya memandang jengah Germilang.
"Kenapa pria ini selalu saja menyombongkan diri?" Ujar Cahaya membatin.
"Tidak perlu." Balas Cahaya menolak mentah-mentah.
"Kalo Lula sama Luna pengen beli apa?" Tanya Germilang
Mendengar nama nya di panggil, Alula dan Aluna mendongakkan kepalanya
Kembar yang tadinya sibuk memainkan Boneka, itu menghentikan kegiatannya.
"Es krim mau? Tanya Germilang lagi.
"Oke, kita mampir ke kedai es krim yang dekat dengan taman kota." Ucap Germilang.
Cahaya hanya bisa menghembuskan nafas nya.
Ia merasa tidak enak dengan bos nya.
Cahaya tidak habis pikir, bos baru nya itu begitu baik pada kedua anak kembar nya.
Setelah menempuh perjalanan 10 menitan.
Sampailah mereka di kedai es krim yang dimaksud Germilang.
"Lula sama Luna mau es krim rasa apa?" Tanya Germilang.
"Aku rasa coklat om." Ucap Alula.
"Aku rasa stroberi." Ucap Aluna.
"Oke"
"Kalo kau, rasa apa?" Tanya Germilang pada Cahaya.
"Aku?" Ucap Cahaya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya"
"Cepatlah Cahaya, Kau ingin rasa apa?" Ujar Germilang.
"Aku rasa Vanila saja." Balas Cahaya.
"Om pesenin dulu ya, kalian sama mama tunggu di bangku taman yang di bawa pohon itu. Nanti kalo udah jadi om samperin." Pinta Germilang sambil menunjuk bangku yang ia maksud.
-
Cahaya dan kedua anaknya duduk di bangku bawah pohon sesuai yang Germilang tunjuk.
5 menit menunggu.
Akhirnya Germilang datang dengan membawa 4 cup es krim.
"Ini punya Lula, Ini punya Luna dan ini punya om sama mama." Ucap Germilang sambil memberikan 3 Cup es krim pada Cahaya, Alula dan Aluna.
Mereka menerima nya.
Cahaya melihat Germilang tidak kebagian tempat duduk, karena sudah pas di duduki dirinya dan kembar.
"Milang, duduk lah. Biar aku saja yang berdiri." Ucap Cahaya seraya ia mengubah posisi nya menjadi berdiri.
"Tidak usah"
"Duduk lah kembali." Suruh Germilang pada Cahaya.
"Tapi kau gimana?" Ucap Cahaya.
Germilang menatap bangku tersebut, lalu tiba-tiba ia mendapatkan ide.
__ADS_1
Ia mengangkat tubuh Alula yang sedang asik memakan es krim.
Germilang duduk dan memangku Alula.
"Lakukan seperti ini, pangku Aluna. Biar kita sama-sama duduk." Ujar Germilang
Cahaya pun melakukan hal yang sama.
Ia memangku Aluna.
Lihat lah mereka, seperti pasangan suami istri yg sedang mengasuh anak.
Mereka pun menikmati es krim.
"Cahaya, bibir mu belepotan." Ucap Germilang memberitahu.
Ia melihat ada sisa es krim yang menempel di pinggir bibir Cahaya.
Cahaya menghentikan menjilati es krim nya.
"Dimana?" Tanya Cahaya sambil tangan nya berusaha untuk mengelap tapi ia tidak tahu dimana letak nya.
Melihat Cahaya yang kesusahan, Germilang berniat untuk membantu nya.
"Mendekat lah, biar ku bantu." Pinta Germilang.
Cahaya mendekatkan wajah nya.
Wajah mereka menjadi lebih dekat.
Deg...deg...deg
Jantung Cahaya berdetak kencang.
"Udah"
"Jadi bersih" Ujar Germilang setelah mengelap nya.
Sisa Es krim itu sudah menghilang.
Cahaya menjauhkan wajah nya.
"Ma-makasih" Ucapnya agak tergugup.
Pipi nya menjadi merah.
Bisa di tebak, saat ini ia sedang salting.
-Di Kontrakan Cahaya
Setelah menikmati es krim di taman, germilang mengantarkan cahaya dan si kembar pulang.
"Lula sama Luna masuk dulu ya." Suruh Cahaya pada kedua anak nya.
Mereka mengangguk nurut.
"Om ganteng, kita masuk dulu." Pamit Alula.
Kedua anak itu lalu masuk ke dalam rumah.
Tersisa Germilang dan Cahaya.
"Tidak ingin mampir sebentar?" Tawar Cahaya pada Germilang.
Belum sempat menjawab.
Tiba-tiba hujan turun begitu deras.
"Tidak ada pilihan lain." Balas Gemilang sambil Tersenyum tipis.
"Ayo masuk." Ajak Cahaya.
Mereka pun memasuki rumah.
"Maafkanlah keadaan rumah ku begini, pasti orang kaya seperti mu sangat anti." Ucap Cahaya.
"Tidak masalah, Cahaya."
"Duduk lah." Pinta Cahaya.
Saat ini Germilang dan Cahaya duduk di kursi kayu ruang tamu sekaligus ruang keluarga karena ada sebuah tv tabung kecil yang terpajang.
"Mau minum apa? Aku hanya bisa menyajikan air putih, teh dan kopi saja." Tanya Cahaya.
"Aku tidak minum kopi, Jadi teh hangat saja." Jawab Germilang.
"Baik lah, tunggu sebentar akan ku buat kan." Ucap Cahaya sembari bangkit dari kursi.
Tiba-tiba Si kembar datang.
Mereka sudah ganti baju.
"Mama mau buatin minum om dulu, kalian temenin om dulu ya." Ucap Cahaya.
Kedua anak itu mengangguk.
Setelah itu, Cahaya berjalan melangkah menuju ke arah dapur.
"Sini duduk samping om." Suruh Germilang.
Alula dan Aluna menurut, mereka duduk disamping Germilang.
"Om kok belum pulang?" Tanya Alula.
"Om Germilang, mau nginep?" Tanya Aluna.
Germilang terkekeh kecil.
"Om numpang neduh disini dulu soalnya lagi ujan deres, nanti kalo udah reda hujan nya baru deh om pulang." Jawab Germilang sambil mengelus rambut kedua bocah kembar itu bersamaan.
"Kenapa ga nginep? Kan bisa nemenin kita om, bisa main main." Ujar Alula.
"Ga bisa sayang, besok om harus kerja." Balas Cahaya.
"Om Germilang mau ga jadi Papa Lula sama Luna? Soalnya Kita ga punya Papa."
Ucap Alula.
Germilang Terkejut.
__ADS_1
Bibir terapat sendiri, ia tak harus menjawab apa pertanyaan anak kecil sepolos ini.
See you❤️