Get To You

Get To You
Late


__ADS_3

Arana POV


Hari ini adalah hari kedua MOS. Aku bergegas untuk berangkat ke sekolah dengan buru-buru, Karena hari ini sedikit kesiangan.


"Eh tunggu kunciranku kok miring" ucapku saat menatap cermin, dan langsung memperbaikinya


"Ok udah selesai. Sekarang waktunya berangkat" timpalku lalu mengambil tas ranselku


"Loh kamu belum berangkat?" Tanya mama saat melihatku baru keluar kamar


"Hari ini bangun kesiangan ma, ini makanya buru-buru" jawabku


"Astaga, mama kira tuh kmu udah berangkat tp gak pamit. Yaudah sana berangkat. Ini udah jam setengah tujuh, adik kamu tadi udah berangkat. Kamu masih harus nunggu angkotnya" ucap mama


"Astaga!! Arana lupa, mama sih ngajak ngomong" protesku pada mama


"Kamu yang gak liat jam Ara. Udah sana sarapan terus berangkat" perintah mama


"Gak usah deh langsung berangkat aja. Dah ma" ucapku sambil mencium kedua pipi mama


"Ara ini bawa sarapan, astaga tuh anak!" Teriak mama namun tidak aku pedulikan


Halte


"Duh mana sih angkotnya. Nanti bisa telat nih" ucapku sambil melihat jam di pergelangan tanganku


Hingga berhenti sebuah angkot, yang aku tunggu dari tadi. Aku langsung masuk ke dalam angkot.


Sambil melihat jam dan sesekali meminta agar supir angkot menyetir lebih cepat.


"Pak bisa lebih cepet gak sih?" Tanyaku yang kebetulan duduk di belakang supir angkot


"Gak bisa neng, kasihan ibu-ibunya" jawab supir angkot itu


"Duuuh gimana nih" batinku gelisah


Sekolah


Tepat pukul 07.01 aku sampai di sekolah. Aku langsung berlari ke lapangan.


"Ya udah di mulai" ucapku dengan nafas tersengal-sengal


"Eh lo sini" ucap anggota osis yang ku tau namanya Kak Karyn


"Ada apa kak?" Tanyaku yang berada di hadapannya


"Masih nanya lagi, lo itu telat ya" jawab kak Karyn


"Tapi kak" ucapku


"Masih ngebela diri lagi. Setelah semua pergi, lo hormat bendera sampai gue bilang selesai" ucap kak Karyn

__ADS_1


"Ta...tapi kak..." Ucapku terpotong oleh kak Karyn


"Gak ada tapi-tapian. Apa lo mau gue tambah hukumannya?" Tanya kak Karyn


"Eeng..enggak kak" jawabku


"Bagus kalo gitu" ucap kak Karyn


Hingga beberapa saat kemudian seluruh siswa di minta pergi ke aula sekolah.


"Tuh mereka semua udah pergi. Sekarang lo lakuin hukumannya" ucap kak Karyn


Aku pun langsung menuju ke dekat tiang bendera dan hormat.


"Ini semua karena tadi gue gak liat waktu" protesku pada diriku sendiri


"Mana panas lagi" timpalku yang masih setia hormat pada bendera


Hingga sudah sekitar satu jam aku berdiri di sini. Namun, belum ada tanda kak Karyn menyuruhku berhenti.


"Duhh mana sih kak Karyn. Panas nih" ucapku


Hingga pandanganku mulai mengabur, seakan tiang bendera ada dua. Kupingku mulai terasa panas, sampai pandanganku menggelap.


UKS


Aku membuka mataku, melihat sekitar yang ku yakini aku berada di UKS.


"Lo keterlaluan Kar, harusnya lo gak ngasih hukuman segitunya sama dia" ucap seorang cowok yang tidak ku tahu siapa


"Tapi dia telat Ram, gue harus kasih dia hukuman kan?" Tanya seorang cewek yang ku tahu dari suaranya adalah kak Karyn


"Ram? apa dia kak Ramon?" Batinku bertanya


aku masih setia mendengarkan pembicaraan mereka.


"Tapi hormat bendera satu jam itu berlebihan" jawab cowok itu


"Lo kenapa sih bela tuh cewek? Lo gak pernah bela cewek segininya Ram" ucap kak Karyn


"Dia itu siswi baru dan kalo dia kenapa-napa, nama sekolah kita rusak. Udah lah mending lo pergi dan awasi peserta mos lainnya. Biar gue yang nungguin dia" ucap cowok itu


Saat aku mendengar pintu terbuka, aku berpura-pura masih belum sadar.


"Duhh masa gue bangun langsung liat wajahnya kak Ramon. Bisa jatuh pingsan lagi gue" batinku berkata


Hingga sebuah tangan menyentuh kepalaku.


"Lo kok belum sadar sih?" Tanya cowok yang ku yakin kak Ramon


"Sumpah demi apapun, jantung gue kok deg-degan kenceng banget" batinku

__ADS_1


"Eh Ram!" Panggil seorang cowok yang baru datang


"Apa?" Tanya kak Ramon


"Lo di cari bu Via" jawab cowok itu


"Yaudah bentar lagi gue temuin" ucap kak Ramon


"Ok deh gue duluan" ucap cowok itu yang sepertinya berlalu pergi


"Jagain dia" ucap kak Ramon ntah pada siapa


Setelah aku menyakini bahwa kak Ramon sudah pergi. Aku langsung membuka mataku.


"Ya ampun kak Ramon so sweet banget sih" ucapku sambil tersenyum membayangkan wajah kak Ramon


"Eh udah sadar?" Tanya seorang cewek yang tiba-tiba muncul


"Eh iya kak" jawabku


"Oh tadi Ramon suruh gue jagain lo. Katanya lo belum sadar. Gue anggota PMR disini" ucap cewek itu


"Hm makasih kak" ucapku


"Jangan makasih sama gue, ini tugas gue" ucap kakak PMR


"Hmm kak saya mau pamit kumpul sama peserta MOS lainnya" ucapku


"Emang yakin udah kuat?" Tanya kakak PMR


"Udah kok kak" jawabku


"Yaudah deh silakan" ucap kakak PMR


Aku pun beranjak pergi dari UKS, menuju ke Aula.


Aula


Aku melihat kak Ramon sedang berbicara dengan guru di depan pintu aula.


"Misi bu, kak" ucapku sambil menunduk


"Oo iya silakan" ucap guru itu


Aku melangkah masuk sambil tertunduk tapi sedikit melirik untuk melihat wajah kak Ramon yang menatapku dengan tatapan mengamati.


Holaaa πŸ€—πŸ€—


Don't forget to Comments and VoteπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


And Happy Reading πŸ“–πŸ“–πŸ“–

__ADS_1


__ADS_2