Get To You

Get To You
Bekal


__ADS_3

Arana POV


Rumah


Pagi hari ini aku bangun lebih awal. Bersiap diri dan menuju ke dapur.


"Okay, hari ini aku bakal kasih bekal buat kak Ramon" ucapku yang mulai memotong bahan-bahan untuk memasak nasi goreng.


Suara berisik itu pun, membuat mama bangun.


"Loh kamu ngapain masak sepagi ini?" Tanya mama


"Buat bekal" jawabku


"Kenapa gak bilang sama mama. Kan mama bisa buatin" ucap mama


"Gak ah, hari ini Ara mau bekalnya. Ara sendiri yang buat" ucapku


"Yaudah, terserah kamu deh" ucap mama


"Ma, cobain dong. Ara takut gak enak" ucapku meminta mama untuk mencicipi nasi gorengku


Mama pun mengambil sendok dan mencobanya.


"Gimana?" Tanyaku


"Enak" jawab mama


"Serius?" Tanyaku dengan antusias


"Iya Arana sayang" jawab mama


"Yaudah, Ara taruh di kotak bekal dulu" ucapku sambil memasukkan nasi goreng itu ke dalam kotak bekal


"Pagi-pagi kok berisik sih? Gak tau orang ganteng lagi tidur ya" ucap Jordan Brian Tirmatius, ya dia adik laki-lakiku. Usianya 2 tahun lebih muda dariku


"Nih kakak kamu lagi masak" ucap mama


"Hah? Kesambet apaan? Tumben masak?" Tanya Jordan


"Anak kecil gak boleh ikut campur" jawabku


"Udah, selesai ma, Ara berangkat dulu ya" timpalku


"Ini masih pagi Ara" ucap mama


"Dia mau bantuin tukang kebun sekolahnya ma" ucap Jordan


"Enak aja" ucapku sambil menatap kesal Jordan


"Kan nanti Ara gak dapet angkot kalo kesiangan" ucapku pada mama


"Yaudah, hati-hati" ucap mama


Aku pun mencium kedua pipi mama.


"Gue gak di cium nih?" Tanya Jordan


"Makanya punya pacar biar di cium. Jomblo sih" jawabku yang kemudian berlalu pergi


"Gak sadar diri" teriak Jordan yang masih ku dengar


Sekolah


Sesampai di sekolah, ternyata suasana di sekolah cukup sepi. Hanya ada beberapa orang.


"Aku terlalu semangat ya hari ini. Sekolah masih kayak kuburan gini" ucapku yang duduk di depan bangku yang ada di depan kelas


"Masih jam 06.20, biasanya sekolah ramai jam 06.45. Masih lama, mending main hp deh" ucapku yang memutuskan memainkan hpku


Hingga pukul 06.39, aku melihat kak Ramon baru saja datang.


"Kak Ramon!" Panggilku yang membuat sang empu menghentikan langkahnya


Aku pun menghampirinya, yang menatapku seakan bertanya.

__ADS_1


"Aku mau kasih ini buat kak Ramon" ucapku sambil memberikan sebuah kotak bekal


"Dalam rangka apa?" Tanya kak Ramon dengan wajah bertanyanya


"Engga ada rangka apa-apa, emang sengaja buatin aja" Jawabku sambil tersenyum


"Gue udah sarapan tadi. Buat lo aja. Kayaknya lo belum sarapan" tolak kak Ramon


"Aku udah sarapan kok kak" ucapku berbohong


"Tolong di terima ya kak" timpalku sambil memohon


"Ok, makasih" ucap kak Ramon yang akhirnya menerima bekal yang ku berikan


Aku pun tersenyum menatapnya.


"Gue boleh pergi kan?" Tanya kak Ramon


"Bo..boleh kok kak" jawabku


Kak Ramon pun berlalu pergi ke kelasnya. Sedangkan, aku berjalan dengan senyum yang tidak pudar di wajah.


Kelas


Bahkan sampai di kelas pun, aku masih tersenyum mengingat hal tadi. Hal itu tidak lepas dari perhatian Elicia dan membuatku di sambut pertanyaan oleh Elicia yang sudah menampilkan wajah keponya.


"Lo kenapa dah? Kayak orang dapet undian" Tanya Elicia


"Iya, gue lebih dari sekedar undian" jawabku yang masih setia tersenyum


"Hah? Serius? Terus apa? Mobil? Rumah? Tiket liburan? Atau apa?" Tanya Elicia antusias


"Iiih bukan itu, kak Ramon nerima bekal yang gue buat" jawabku


"Lo mau tau respon gue?" Tanya Elicia


"Apaan?" Tanyaku balik


"B aja tau gak sih" jawab Elicia


"Ini lebih dari biasa aja. Ini luar biasa Elicia ku" ucapku


"Gue rasa iya deh El. Gak tau kenapa tapi gue ngerasa kayak setiap hal atau apapun yang gue lakuin di sana ada kaitannya sama kak Ramon. Awal liat dia, gue gak bisa berhenti mikirin dia" jawabku


"Kalo kayak gitu, gue akan bantu lo sebisa gue. Buat bisa deket sama kak Ramon" ucap Elicia


"Serius?" Tanyaku


"Iyalah, gue usahain" jawab Elicia


"Thank you Elicia ku" ucapku sambil memeluk Elicia


Tet...teet....


Aku pun melepas pelukanku dari Elicia dan melihat pak Firman sudah datang. Saat itu pun pelajaran di mulai.


Semua siswa pun mengeluarkan buku dan alat tulis masing-masing


Pukul 08.30 bel istirahat berbunyi, membuat tanda pelajaran berakhir. Pak Firman pun sudah berlalu pergi.


"El kantin yuk gue laper nih" ajakku


"Ayo" ucap Elicia


Aku dan Elicia pun berlalu pergi ke kantin.


Kantin


Saat sampai di kantin, suasana sudah ramai. Aku dan Elicia pun kebingungan mencari tempat duduk.


"Kita beli makanan dulu deh" usul Elicia


"Yaudah deh, yuk" ucapku


Kami pun pergi membeli makanan terlebih dahulu. Setelah itu kembali mencari tempat duduk yang masih kosong.

__ADS_1


"Eh di sana tuh" ucapku sambil menunjuk tempat yang masih kosong


Aku dan Elicia pun langsung menuju tempat itu.


"Enak gak baksonya El?" Tanyaku pada Elicia


"Enak, lo coba deh" jawab Elicia sambil menyodorkanku bakso


"Iya enak" ucapku sesudah mencicipi bakso itu


"Kalo punya lo enak gak mienya?" Tanya Elicia


"Enak, nih coba aja" jawabku


Elicia pun mencicipinya, setelah itu menganggukan kepalanya.


Hingga aku mendengar suara obrolan dari meja sebelahku.


"Eh Ram! Enak juga Nasi gorengnya. Fans lo yang kasih?" tanya seorang cowok


"Siapa lagi" jawab Seorang cowok yang ku yakin dari suaranya adalah kak Ramon


"Tapi selama gue temenan sama lo gak pernah tuh ada yang kasih bekal. Paling coklat, bunga, minuman. Ini pertama sih Ram. Siapa ceweknya?" Tanya cowok itu lagi


"Adik kelas" jawab Ramon


"Eh tapi tumben lo nerima, biasanya lo kan suka nolak. Jangan-jangan dia cantik ya? Sampai lo nerima?" Tanya cowok itu lagi


"Gue gak mau buat impressionnya sama gue ancur. Ya gue terima aja" jawab Ramon


"Jadi, cuma gak mau ngerusak kesan gue sama dia doang" batinku setelah mendengar semua itu


"Ara! Arana! Lo kenapa?" Tanya Elicia yang menyadarkanku dari lamunanku


"Gak kok gue gak papa" jawabku


"Yakin? Kalo perlu gue samperin aja. Biar gak sok jadi orang" Ucap Elicia yang ku balas anggukan


"Udah biarin aja, namanya juga usaha" Ucapku


Kami pun melanjutkan aktivitas makan kami.


Sepulang sekolah


"Ara gue balik dulu ya" pamit Elicia saat angkotnya sudah datang


"Yaudah, bye" ucapku sambil melambaikan tanganku


Setelah angkot yang Elicia tumpangi berlalu pergi. Aku hanya diam menunggu angkotku.


Beberapa menit kemudian, angkotku datang. Aku langsung menaikinya dan berlalu pulang.


Rumah


Sesampai aku di rumah, aku melihat mama sedang menonton tv.


"Udah pulang?" Tanya mama


"Udah" jawabku


"Yaudah, ganti baju, terus makan siang" ucap mama yang masih setia menonton tv


Aku pun berlalu menuju kamarku.


Kamar


Aku langsung merebahkan diriku di kasurku, sambil menatap langit-langit kamarku.


"Gimana cara gue bikin kak Ramon ngeliat gue dan suka sama gue?" Tanyaku sambil berpikir


"Aaahh, tau ah ngeselin" ucapku yang memutuskan berganti baju


Setelah itu aku turun untuk makan siang dan setelah itu aku memutuskan tidur siang.


HolaaaaπŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Happy Reading πŸ”₯


Don't forget to Comments and VoteπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2