
mereka segera beristirahat dikamar,yang sudah disiapkan Tantenya danu, mereka memutuskan untuk tidur, karena, mereka baru saja melakukan perjalan yang cukup jauh.
sore menjelang danu dan bu ladira terbangun dari tidur nya, mereka segera berkegas mencuci muka, dan berniat untuk, jalan jalan disekitar, kampung, setelah puas berkeliling
kammpung, mereka segera kembali kerumah sang nenek, setelah sampai dirumah danu dan bu ladira, disuruh untuk sarapan bersama dengan, sang nenek, beserta paman, tante dan juga para kerabat nya danu.
mereka, sarapan dengan masakan khas daerah Kalsel, seperti, pais patin, kuah asam, dan juga ikan haruan, garih baubar dll.
setelah makan bersama mereka memutuskan untuk, sholat, berjamaah dimushola yang tidak jauh dari rumah sang nenek, pertempatan dengan, malam hari ini adalah pengajian dan juga belajar mendobit kitab kuning ,( belajar membarisi kitab dan juga maknanya) kitab yang di pelajari adalah kitab ilmu fikih.
setelah selesai, bertempatan jam 9.40 mereka bergegas pulang dan memutuskan langsung pergi, tidur.
pagi menjelang, danu, terbangun dari tidur nya, iya melihat, sang istri yang masih terlelap, dalam mimpi, danu memutuskan, untuk membangunkan, sang istri untuk melakukan sholat subuh berjamaah.
setelah selesai dan juga hari juga mulai akan siangan, mereka memutuskan, untuk melakukan joging keliling kampung, untuk menghirup, udara segar.
disiang hari nya danu dan bu ladira, memutuskan untuk pergi berziarah keliling kota Martapura,
setelah itu mereka pergi kemasjid alkaromah Martapura.
__ADS_1
selain menjadi tempat ibadah masjid ini juga menjadi objek wisata ziarah religi, dikarenakan para peziarah ingin mengambil berkah dari pada tiang utama masjid ini yang dimerupakan
diletakan oleh datu landak( syekh Muhammad Afif).
riwayat hidup beliau
datu landak yang nama ,asli beliau adalah syekh Muhammad Afif,lahir di desa dalam pagar kota martapura kabupaten banjar, kalsel
silsilah beliau syekh Muhammad Afif bin anang mahmud bin Jamaluddin bin kyai di pasunda, bin pardi( pangeran Diponegoro), sedari kecil beliau,diasuh oleh orangtuanya,yang berlimpah dengan ilmu ilmu agama, hingga beliau terkenal karena kealihannya dan juga ketaatannya dalam menjalankan ibadah sesuai agama.
karena itu Allah SWT banyak memberikan beliau karomah dan kesaktian dalam satu riwayat,kenapa beliau diberi gelar datu landak, adalah karena, pada waktu berzikir seluruh badan juga ikut berzikir, dan segenap bulu bulu yang ada dibadan beliau memancarkan cahaya hinga tegak seperti, bulu binatang landak.
pada tahun 1897, masyarakat Martapura menginginkan, mendirikan sebuah masjid, jami yang kemudian para pengurus nya memiliki, masyarakat, adalah H,m. nasir, H,m.thohir( datu kaya) dan H,m. afif ( datu landak) yang di dukung oleh, Raden temenggung kesuma yuda.
kemudian mereka meminta ijin kepada masyarakat dayak untuk mengambil kayu ulin,yang terdapat di daerah tersebut, pemimpin
adat, memperoleh beliau mengambil kayu Ulin tersebut dengan syarat, beliau harus mengalahkan, mereka, karena kepala suku ini ingin, menguji ilmu dan kesaktian beliau.
sampai akhirnya, beliau berhasil, mengalahkan mereka, dan menemukan kayu Ulin tersebut,
dan sangat besar, menurut satu riwayat, kayu ulin tersebut bukan ditepang seperti biasanya,
__ADS_1
tetapi cuma dicabut, begitu saja dengan tangannya.
kemudian ditarik beliau dengan kedua belah tangannya, sampai kesungai Barito, setelah ditarik di ikat kayu ulin itu pun dihanyutkan, disungai Barito.
konon bekas geseran batang pohon yang beliau tarik atau seret itu menjadi sungai kecil yang mengeluarkan intan yang sangat banyak.
sekali oleh beliau intan intan itu tersebut dikumpulkan,dan ditanam kembali kedalam tanah,dan disekelilingnya beliau pagar degan rumpun bamban, setelah itu beliau, bersama teman teman nya kembali kedalam pagar
Martapura.
pada hari yang sudah disepakati, yaitu tepat pada hari minggu diputuskan, untuk menancapkan atau mendirikan empat tiang utama namun, yang menjadi masalahnya, bagaimana, caranya mendirikan keempat tiang guru masjid yang besar dan panjangnya, sama dengan, tiang masjid Sultan Suriansyah dikuin banjarmasin tersebut.
karena pada saat itu belum ada alat canggih seperti,sekarang " tidak usah bingung biar saya
yang akan mengangkatnya.
kata datu landak, semua orang yang hadir menjadi terdiam, ingin tahu bagaimana yang, akan diperbuat oleh datu landak.
... puk... puk beliau menepukkan tangannya ketantai, dan keempat tiang utama, kayu Ulin, yg besar tersebut, serentak berdiri dengan sendirinya, sesuai, yang diinginkan, menyaksikan hal tersebut, masyarakat yang hadir pada saat itu serentak mengucapkan" kalimat allahu akbar.
begitulah sekelumit perjalanan seorang wali allah yang makamnya terletak di sekitaran makam syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari,didesa kelampaian tengah kecamatan Astambul, kalsel.
__ADS_1
takbir Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
mohon maaf dari penulisan ada salah salah kata 🙏🙏🙏