HANASA

HANASA
WAWANCARA DENGAN DIA


__ADS_3

Saat ini aku sudah berdiri di sebuah rumah dua lantai yang elegan ber cat putih tulang dengan palnk di depan rumah nya yang bertuliskan Notaris PPAT ANDRE WIJAYA DZIKRI SH., MKn., MH


"Aduh deg-deg an nih gimana ya huwahh"gumam ku karna merasa grogi


"Ayok Ara semangat"ucap ku menyemangati diri ku sendiri


Aku memutuskan memencet bel rumah ber cat putih tulang itu dan terdengar suara pintu terbuka dari situ keluarlah seorang wanita paruh baya


"Permisi Bu saya mau cari Bapak Andre nya ada saya mau wawancara"


"Oh ada Mbak silahkan tunggu di depan kantor itu dulu Mbak"jawab ibu-ibu itu sambil menunjuk kan kantor kecil yang berada tak jauh dari pintu tempat ku berdiri


"Iya Bu terimakasih" ucap ku sambil melengkungkan bibir


"Sama-sama Mbak , di tunggu dulu Mbak saya panggil kan bapak"


"Iya Bu" jawab ku


Setelah ibu itu menutup pintu aku mulai melangkahkan kaki ke arah kantor kecil dan berakhir mendudukan pantat ku di kursi yang berada di teras kantor kecil ini



Tak lama aku menunggu terdengar suara tarik kan pintu dari kantor kecil itu aku sontak menoleh dan kaget setelah melihat siapa yang keluar dari pintu itu



"Hah kok bapak bisa disini sih"tanya ku dengan suara yang tinggi karna kaget bertemu dengan manusia menjengkelkan yang telah menyerempet ku kemarin pagi



"Saya yang seharusnya tanya sama kamu kenapa bisa di depan kantor saya ibu berdaster?"jawab pria itu dengan nyolot sambil mengatai aku ibu berdaster what the .... Batin ku



"Haha... Masak sih ini kantor bapak?"tanya ku tak percaya masak aku ngelamar kerja sama si bapak bar-bar menjengkelkan ini



"Iya memang benar ini kantor saya ibu berdaster" jawab nya dengan menjengkelkan aku di katain lagi ibu berdaster ceilah malas kali aku ini



"Apaan sih pak ibu berdaster muluk saya ini masih single ya haishhh"keluh ku dengan menggunakan panggilan formal "saya" karna biar terkesan agak sopan dikit hehe



"Jadi bener kamu yang di bilang si Arin mau daftar di kantor saya?"tanya bapak itu dan tak menggubris keluhan ku karna di panggil ibu berdaster



"Iya bener tapi kayak nya saya mundur saja deh saya nggak mau bertemu bapak terhormat yang sangat menjengkelkan seperti bapak"jawab ku dengan cepat

__ADS_1



"Yakin nggak jadi daftar kata si Arin kamu butuh pekerjaan karna MENGANGGUR di rumah"tawar bapak itu dengan menekan kan kata menganggur



Haish sebenarnya aku ogah banget kerja sama si bapak menjengkelkan ini tapi aku juga mau kerja punya duit sendiri dan tak tergantung terus sama orang tua ku



Walaupun aku anak tunggal tapi aku tidak boleh merepotkan orang tua ku jadi mau tak mau aku harus menerima semua ini berkerja dengan bapak menjengkelkan ini



"Huhhh....okai kita langsung wawancara saja saya nggak jadi mundur"jawab ku sambil masuk mendahului si bapak yang masih berdiri di depan pintu terbengong karna kelakuan ku



Memang tidak sopan langsung nyelonong masuk tapi aku terlanjur malu fren mending nyelonong ajah kan... Jamet aku ini



"Haaa nggak ada sopan-sopan nya ni anak"gumam sang bapak yang masih bisa ku dengar



Aku langsung mendudukan diri di sofa yang berada di ruangan itu sambil melihat lihat nuansa kantor kecil milik bapak Andre itu setelah puas melihat lihat aku menoleh ke arah bapak Andre yang masih berdiri di pintu




"Haa.... a... ayo ayo"jawab nya dengan tergagap aku tertawa pelan melihat wajah nya yang sangat cute itu hihihi eh ada apa dengan ku Kenapa aku tertawa karena si bapak galak ini haduh-haduh



Di perjalanan pulang berbagai sumpah serapah ku lontarkan untuk bapak galak itu , karna saat wawancara tadi pertanyaan yang tak jelas ia lontar kan kepada ku seperti kenapa kamu suka pakai daster ? Kamu beneran masih single? Dan pertanyaan yang melenceng dari wawancara ku untuk jadi asisten notaris


ni bapak kepo amat sama kehidupan ku sih bikin bete aja untung di terima kalau enggak udah ku berantakin kantor nya hehe


Sekarang tugas ku adalah berbangga ria dan menceritakan pengalaman ku ini kepada orang tua ku di rumah tak sabar nya pengen cepat cepat sampai ke istana ku alias rumahku




"Yuhuuuu Mama Ara pulang" teriak ku saat membuka pintu



Dengan tergopoh-gopoh mama berjalan dari dapur menuju pintu depan "gimana Ra keterima nggak ha..?"tanya mama dengan semangat

__ADS_1



"Aku keterima mama huwahh"jawab ku sambil menangis Bombay dan langsung menubruk kan badan ku ke mama



"Syukurlah mama seneng banget denger nya" ucap mama sambil mengelus ngelus punggung ku dan membawa ku untuk duduk di sofa ruang tamu



dari dalam kamar papa langsung keluar dengan muka kaget nya "beneran anak papa keterima nih" ucap nya dengan tak percaya



"Iya beneran papa"saut ku sambil melepaskan pelukan ku dengan mama dan mulai menghambur ke pelukan papa



"Anak papa udah mandiri ya sekarang udah kerja sendiri" ucap nya dengan nada sedih sambil mencium-cium i kening ku



"Iya dong aku harus mandiri btw nih pah aku kerja juga ngga setiap waktu kok jadi tenang aku nggak akan ninggalin kalian terus"



"Lah emang kamu kerja apa sih Ra?"tanya Mama yang masih duduk di sofa



"Loh emang aku belum bilang ya?"tanya ku heran



"Belum lah kemaren cuma ngomong dapet loker"sungut mama



"Hehe mama sih nggak tanya kemaren , aku kerja jadi asisten notaris pa...ma.." jawab ku sambil melepaskan pelukan papa dan menuju ke dispenser yang berada di dekat ruang tamu untuk mengambil minum karna aku haus seharian berbicara terus



Sambil membawa minum di gelas aku menuju sofa single yang berada di samping sofa tempat orang tua ku duduk



"semoga betah dan lancar ya Ra"ucap papa mendoakan ku



"Aamiin"jawab ku dan mama secara bersamaan

__ADS_1


__ADS_2