
tuan Sanjaya dan istrinya orang telah berkumpul di ruang tamu rumah Hana, tinggal anak-anak mereka saja yang belum datang karna mereka berangkat beda mobil.
ayah Hana sedang berbincang-bincang dengan tuan Sanjaya. ya pembicaraan nya tak jauh dari bisnis mereka karna ayah Hana memimpin salah satu cabang perusahaan milik tuan Sanjaya.
saat semua sedang fokus pada pembicaraan dengan lawan bicara masing-masing, terdengar suara bel berbunyi.
"biar Hana aja mah" Hana pun berjalan mendekati pintu dan membukanya perlahan.
saat pintu terbuka lebar tampak lah seorang pria berkemeja kotak-kotak warna merah bergaris-garis hitam, Hana yang melihat pria itu pun langsung membelalakkan matanya.
ia kenal dengan pria itu yang tak lain adalah pria yang ia idam-idamkan selama ini.
"kak Langit" ucap Hana spontan dan dengan suara yang agak keras.
"eh kok Hana disini?" langit pun ikut kaget melihat Hana yang membukakan pintu.
"ini rumah Hana kak"
sebelum Langi bertanya lagi, tiba-tiba terdengar suara serak-serak basah berbicara kepada langit.
"ngapain kamu berdiri disitu Lang?"
"eh ini bang ada temen Langit"
__ADS_1
"Hana ayo segera masuk" ucap mama Hana.
"iya ma..." saut Hana dan menyuruh kedua pria itu untuk masuk kedalam rumahnya dan duduk di sofa di sebelah Ningrum istri Sanjaya.
"kamu kok lama banget sih bang, ngapain dulu tadi" Ucap Ningrum istri Sanjaya.
"tanya aja Langit yang kelamaan di kamar mandi" Angkasa hanya menjawab santai sambil memperhatikan wajah kedua kakak beradik di hadapannya yaitu Hana dan Sania.
"eh tadi sakit perut ma" langit memberi alasan.
"gimana acaranya sudah mulai" tanya Angkasa.
"ya belom lah, orang yang jadi tokoh utama nya belum datang" saut Sanjaya.
Sanjaya pun akhirnya memulai pembicaraan perjodohan itu.
"jadi niat kita berkumpul disini adalah ingin menjodohkan anak papa dengan anak teman lama papa yaitu om Andreas"
"Angkasa sudah kenalkan dengan beliau"
tanya Sanjaya dan mendapati anggukan dari angkasa.
"maka dari itu papa berniat menjodohkan Hana dengan Angkasa" ucap sanjayay yang langsung dapat teriakan kaget dari Langit dan juga Hana.
__ADS_1
"APA" teriak Langit dan Hana secara bersamaan dan itu sukses membuat yang lain pun ikut bingung.
"loh kenapa Langit Hana?" tanya Sanjaya.
"ini yang mau dijodohin bukan nya namanya Sania ya.. pa bukan Hana?" tanya langit.
"Sania sudah punya pasangan Lang jadi yang dijodohkan dengan kakak mu, si Hana adik Sania" saut ayah Hana.
"papah kenapa nggak bilang kalau yang mau dijodohkan sama Hana kakak nya bang Langit?" Hana ikut menimpali.
"kamu kenal Langit Han?" tanya Ningrum.
"emm... kenal Tante" jawab Hana ragu-ragu.
"jadi gimana semua setuju kan.." sela Sanjaya.
ya ampun gua kira bang Langit yang di jodohkan sama gua, ternyata malah Abang nya yang muka datar itu , batin Hana.
"setuju kan sayang" tanya Gita kepada Hana.
Hana pun terdiam sebentar, lalu ia memikirkan ayah nya yang tadi memohon-mohon kepadanya, jadi sekarang ini ia terpaksa mensetujui perjodohan ini. dengan hati yang sedih karena ternyata bukan Langit yang dijodohkan dengan.
Langit pun sama dengan Hana merasa sedih di hati nya, tapi apalah daya nya jika memang itu yang terbaik dia mengihklas kan. sebenarnya ia sudah sangat-sangat suka dengan Hana, ia juga sudah menaruh hati kepada Hana, namu jika sudah begini sebaiknya ia mundur saja.
__ADS_1
sedangkan Angkasa yang sedang duduk tenang itu pun berpikir kenapa gadis ini yang di jodohkan dengan nya, ia masih terlihat seperti anak SMA, tapi Angkasa pun tetap bersikap biasa saja seolah-olah ia menerima semua itu.