
malam ini adalah saat dimana Hana, di jodohkan dengan anak atasan yang memiliki perusahaan tempat ayah nya bekerja.
Seharusnya yang mangalami perjodohan ini adalah kakak nya, namun kakak nya itu menolak karna ia memiliki pacar yang ia cinta.
Dan berakhir Hana lah yang di tumbalkan mengikuti perjodohan itu, padahal Hana masih berada di bangku kelas 12 SMA namun orang tua nya memaksanya untuk mengikuti perjodohan itu.
Perjodohan disepakati oleh ayah Hana dan tuan Sanjaya Wijaya, karna sebenarnya mereka adalah teman lama dan mereka memiliki janji untuk menikahkan salah satu dari anak-anak mereka.
Dan berakhir lah Hana Sania atau yang biasa di panggil Hana, di jodohkan dengan Anak tuan Sanjaya yaitu Angkasa Adi Wijaya yang biasa di panggil Angkasa, pria dengan pahatan wajah yang tampan, bertubuh tinggi berbadan kekar, tetapi memiliki gengsi yang sangat tinggi, bergaya cool, tak mau mengalah, sangat berambisi terhadap apapun dan jangan lupakan mulut pedasnya dalam berkata-kata.
"ayah Hana nggak mau di jodoh kan" Hana protes terhadap ayah nya karna ia
akan bertemu dengan calon nya malam ini.
Hana didandani dengan dandanan yang bukan mencerminkan diri Hana, ia di rombak habis-habisan oleh kakak nya, dengan pakaian yang sangat aneh menurut nya.
__ADS_1
biasanya Hana memakai celana jeans panjang serta Hoodie atau kemeja, kini ia dipaksa memakai dress panjang semata kaki dengan lengan panjang, serta polesan make up yang pas dengan muka Hana.
alay itulah yang terlintas di benak Hana saat menatap tubuhnya di cermin.
"ayolah sayang, ayah terlanjur janji dulu sama Sanjaya. Lagian ayah juga nggak enak sama dia karna dia juga atasan ayah di kantor" ucap Andreas ayah Hana, dengan wajah yang terlihat memohon.
"kenapa enggak kak Sania aja sih yah.., Hana kan juga masih sekolah" ucap Hana dengan kesal kepada orang tuanya dan Sania sang kakak.
"adek... kakak kan punya bang Reno, kamu tega sama kakak" Sania mengiba kepada Hana.
"aaah Hana nggak mau dijodohin" Hana merengek sambil menggerak-gerakkan badan nya Kekanan dan kekiri.
"beneran ya ma...., tapi kenapa enggak di batalkan sekarang aja" Hana menatap mamanya.
"dengerin mama kamu bisa kan nyoba dulu?, nanti kalau tidak cocok kita bisa bicarakan baik-baik dengan Sanjaya"
__ADS_1
"yaudah iya" putus Hana terpaksa dengan muka ditekuk.
pasalnya ia juga punya lelaki idaman yang ia suka, anak kuliahan semester 4 yang ia temukan di warteg depan kampus, mereka juga sekarang lagi dekat.
tapi sepertinya takdir berkata lain, tapi semoga perjodohan ini batal dan ia bisa menjalin hubungan dengan lelaki idaman nya, batin Hana.
"nah gitu dong ini baru adek nya kakak" Sania senyum sumringah setelah adik nya menyetujui perjodohan itu.
"awas ya kak ini nggak gratis" Hana menatap tajam kakak nya.
"iya-iya apapun kemauan kamu kakak turutin deh dek"
Ting tong~~~
suara bel rumah Hana berbunyi.
__ADS_1
"nah itu kayak nya mereka udah datang" ucap Ayah Hana.
"iya yah.., yaudah yuk kita keluar" putus mama Hana.