
02
sepulang sekolah
"aku pulang" sambil mengetuk pintu
" berisiknya ,buka saja sendiri pintunya tidak dikunci" jawab nenek kiran
nenekku sangat membenci kakakku dan aku yang aku tahu alasan nenekku membenci kami karna ayah ku bukan orang kaya nenek ki ini sangat matrealistis dia hanya menyayangi sonia dan bagas sepupuku dan bisa di bilan ayahnya lumayan mampu dibandingkan dengan ayahku itu salah satu alasanya nenekku menyayangi mereka
" haduh, perutku lapar sekali coba ke dapur ah lihat apa yg bisa kita makan"
sesaimpainya di dapur tidak menemukan makanan sama sekali ibu pulang kerja masih lama juga ,kiran pun mencoba bertanya kepada neneknya
"nenek apa tidak ada makanan ,aku sangat lapar"
"kamu lapar dan ingin makan ya ?" tanya nenek
"iya, apakah ada makanan yang bisa aku makan nenek? "
"ada tenang saja tapi kamu tahukan peraturanya ,apapun yg ingin kamu lakukan dan dapatkan kamu harus membereskan perkerjaan rumah terlebih dahulu setelah itu mau makan atau bermain terserah kamu"
"baiklah" jawab kiran
__ADS_1
setelah semua pekerjaan selesai kiranpun menghampirineneknya
" aku sudah selesai ,bisakah aku makan sekarang"
"Di meja ada nasi dan juga telur kamu bisa makan itu dan cuci bersih piring dan gelas aku tidak mau lihat cucian piring menumpuk"
setelah makan aku keluar bermain dengan teman- teman yg sebaya dengan ku ,karna teman teman sebaya ku tidak ada aku pergi ke rumah sepupuku
aku tidak tahu kenapa keluarga ibu ku sangat membenci aku
"permisi sonia apa kau dirumah"
sonia keluar dengan muka kesal
"kalau mau main aja sendiri aku sedang menonton tv "
"hmmm kalau main sendiri tidak seru ,boleh aku ikut menonton tv"
"boleh tapi menontonya dari balik jendela ya, jangan masuk nanti rumahku kotor"
"baiklah"
akhirnya aku ikut menonton televisi hanya saja aku menonton dari balik jendela rumah sonia
__ADS_1
aku tidak tahu kenapa sonia tidak menyukaiku tiba tiba dia menutup jendela dan aku tidak bisa melihat televisi akupun bergegas pulang karna sudah jam pulang kerja ibu
sesaipainya dirumah aku melihat ibu sudah pulang bekerja
"ibu sudah pulang?"
ibu hanya diam dan tidak menjawab
"bu, tau tidak tadi aku menonton televisi di rumah sonia ,hanya saja aku menontonya dari luar jendela jadi tidak terlalu jelas mendengar ceritanya ,ibu jika ibu sudah medapat gaji bisakah ibu belikan aku televisi agar aku bisa menonton dengan jelas"
ibu hanya diam tidak menjawab apapun
keesokan harinya ibu pulang bekerja membawa sebuah televisi
"ini televisi yang kamu mau, tidak besar memang tapi lebih baik dari pada ibu harus melihat kamu menontontelevisi dari luar jendela itu menyakitkan"
begitulah kehidupanku selama aku kecil
tidak ada kebahagiaan hanya ada kesediahan yg aku rasakan
beberapa tahun kemudian aku sudah lulus dan sekarang aku masuk universitas negri di kota ku dan tentunya masih bersama rumi hanya saja kami berbeda jurusan sehingga jarang sekali bertemu dan membuat hubungan kami tidak sedekat dulu tetapi sesekali kami menghabiskan waktu seharian untuk bersenang senang
semakin lama aku dan rumi semakin jarang bertemu bahkan membuat Aku merasa seperti kami tidak pernah dekat sama sekali, namun ketika rumi semakin jauh aku bertemu dengan pisra, maria,karin, mariana dan parsha mereka teman terdekatku di universitas selain satu jurusan kami menamai persahabatan kita dengan nama "MAMA PAPI AKAR" itu singkatan dari nama kami masing-masing
__ADS_1