Harapan Cahaya

Harapan Cahaya
05


__ADS_3

05


sejak saat itu kiran tidak pernah berbicara dengan ibunya karna dia berfikir apapun yg dia bicarakan tidak akan merubah apapun.


ke esokan harinya seperti biasa setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dia bergegas pergi ke universitas untuk saat ini menurut kiran hanya universitas tempat terbaik untuk dia datangi,sesampainya di universitas kiran dikejutkan oleh maria


"kiran" sapa maria mengagetkan karin


"oh maria bisa tidak untuk tidak membuatku terkejut,bisa copot jantungku atau kau ingin membunuhku?"


"loh loh kau menyalahiku, kau aku panggil dari tadi tak menoleh sedikitpun,jadi itu salahmu pagi pagi sudah melamun ,apa sih yang sedang kau pikirkan sampai sampai mengabaikan seruan ku?" tanya maria


"tidak ada mungkin suara mu terlalu kecil hingga membuat ku tidak mendengar seruan mu itu"


"yooo, aku ini maria kiran mana pernah aku mengecilkan suara ku kau tau suara ku itu besar dan tidak bisa di kecilkan ,sudahlah mengaku saja ada apa,apa yg membuatmu pagi ini sudah melamun ,apa ada yg mengganggumu?"


"hmm menurutku suara besarmu itu yg menggangu ku maria" canda kiran


melihat kiran dan maria yang sedang asik berbincang pirsapun menghampiri mereka


"huh, pagi pagi begini sudah asik berbincang ,apa yg kalian bicarakan sampai mengabaikan kedatanganku"

__ADS_1


"rahasia" jawab kiran dan maria kompak


"kalian beritahu aku,jangan membuatku kesal karna rahasia itu ayolah"


"yang namanya rahasia itu tidak boleh diberi tahu siapapun ,kalo aku memberitahumu itu berarti bukan rahasia lagi betul tidak kiran?"


"betul, sudah sudah ayo masuk nanti kita bisa terlambat kelas,pagi ini pa bayu yg mengajar kalian tidak takut kah ?"


"kau betul juga dosen menyebalkan dan mesum itu selalu membuat kesal" timpal pirsa


mereka pun bergegas menuju kelas,


sesampainya dikelas


"hus,pirsa kau jangan bicara seperti itu nanti dia datang dan mendengarnya bagaimana?" tanya kiran


"baiklah"


beberapa jam kemudian


"akhirnya selesai juga ,membosankan sekali,

__ADS_1


aiiia sebentar lagi kita akan magang untuk bahan skripsi apa kalian sudah menentukan tempat untuk kalian magang?" tanya mariana


"aiii bertambah lah tugas tugas nanti yang harus dikerjakan" keluh mariana


"kita harus memikirkanya ,lebih cepat lebih baik bukan ,jangan mengeluh karna itu tidak akan menyelesaikanya" timpal parsha


"ia benar juga ,aku sudah mengajukan beberapa data untuk magang tapi belum ada respon satupun dari perusahaan yang aku ajukan ,membuatku putus asa" keluh kiran


"ayolah semangat dan bersabar pasti nanti ada hasilnya kok, semangatlah kiran" jawab mariana menyemangati kiran


" baiklah semangat, aku harus pulang dulu ya ada pekerjaan yang menantiku "


"baiklah ,aku juga harus ke salon untuk perawatan ku jadi aku juga duluan teman teman bye" sambung karin


"bye bye princes" jawab parsa


"huh karin membuatku iri ,hidupnya begitu mudah" timpal mariana


"hei apa yg kau iri kan ,buang jauh jauh rasa iri mu itu tidak baik tahu" jawab pirsha


"sudahlah apa kalian ingin menginap di universitas dan tidak ingin kembali ke rumah?" tanya maria

__ADS_1


"ya tidak seperti itu juga ,ayo kita pulang sama sama" ajak parsa


merekapun bergegas meninggalkan universitas


__ADS_2