
Tulip menangis ditemani dengan derasnya hujan yang menjadi saksi dan penonton bisu atas kemalangan yang di deritanya, dadanya terasa sesak seakan-akan Tulip tak percaya dengan kejadian yang menimpanya. Tapi sayang, ini bukanlah mimpi tapi kenyataan
Tulip merasa Sakit bagai ditusuk timah panas. Sakit, sangat sakit rasanya di benci oleh orang yang seharusnya menyayangi kita.
Tulip bangkit dan mulai memunguti barang-barang nya. Tapi naas hanya sebagian saja yang dapat diselamatkan oleh-nya dan sebagiannya lagi rusak di akibatkan oleh hujan dan juga di lempar.
"sebenarnya kenapa kalian sangat membenci ku! apa salah ku kepada kalian?!". batin tulip menangis
"kenapa? kenapa?".batin tulip berteriak tanpa suara
"kakek, nenek. liat kan gimana aku tanpa kalian. kalian tega meninggalkan aku sendiri di dunia yang kejam ini".batin tulip mencurakan isi hatinya.
Tiba-tiba pintu rumah terbuka dan memperlihatkan mamanya dari balik pintu.
"saya lupa bilang ke kamu. jangan bawa barang yang bukan milik kamu".ucap Mamanya
"kunci mobil, ATM,dan semua fasilitas yang di berikan ke kamu kembalikan dulu baru kamu bisa pergi".ucap mamanya mengingat kan Tulip
Tulip hanya mendengar ucapan sang mama tanpa berniat melihat wajah dan membalas ucapan sang mama
"segitu tidak suka kah mama ke saya".batin tulip bertanya
Tulip kemudian berdiri dan mengambil barang yang di maksud oleh sang mama dan berjalan ke arah mamanya tanpa melihat. Tulip langsung memberikan barang tersebut dan berlalu pergi meninggalkan kediaman keluarga SATYA.
Tulip pergi dengan membawa kesedihan yang sangat dalam sampai-sampai Tulip merasa kalau dia bukalah anak dari keluarga SATYA.
"ya Allah. mengapa sangat sakit rasanya".!? tanya batin Tulip
"aku kangen kakek sama nenek".batin Tulip
__ADS_1
Tulip berjalan dengan membawa barangnya sampai ke pinggir jalan dan berniat naik taksi pergi ke mansion nya.
Tulip menunggu cukup lama dan akhirnya Tulip melihat sebuah taksi.
"taksi, taksi". panggil Tulip
Taksi tersebut menepi di dekat Tulip. Supir taksi itu turun dari mobil dan mengangkat koper dan barang Tulip dan menyimpannya di dalam bagasi mobil.
"pak ke jalan q**".ucap Tulip memberitahukan alamatnya
"iya non".ucap sang supir taksi
Tulip naik dan ingin menutup pintu taksi tapi tulip merasa tidak rela. Tulip melihat ke arah rumah yang dulu iya tinggali dan berdesah kecewa.
"hahhh". desahan kecewa Tulip
Tulip menutup pintu taksi dengan berat hati dan menyuruh supir menjalankan mobil yang iya tumpangi.
Tulip Duduk termenung di dalam taksi dengan wajah yang murung dan sedih. Sang supir taksi sesekali melirik kaca spionnya.
"pasti gadis perempuan itu menghadapi masalah yang rumit".batin sang supir
"kasian masih muda, sudah banyak masalah" .tambah batin sang supir taksi
Setelah taksi berjalan selama kurang-lebih 1jam. akhirnya Tulip Samapi di mansion nya.
"Non udah sampai".ucap sang supir taksi tapi tidak didengar oleh Tulip
"Non non".ucap supir taksi itu sekali lagi
__ADS_1
"ah. iya pak".ucap tulip kaget
"ini udah nyampai tempat tujuan non".ucap supir tersebut
"ah. udah nyampai ternyata". ucap Tulip terbangun dari lamunannya
"makasih pak".ucap tulip turun dari taksi
"berapa biaya nya pak?".tanya Tulip
"300k non".ucap sang supir taksi
Tulip mengambil dompetnya dari dalam tas dan membukanya.
"pak bisa pakai kartu kredit?".tanya tulip
"maaf non, nggak bisa".ucap sang supir taksi
"gimana yah pak? saya cuma punya".ucap tulip terpotong sambil menghitung uang cash yang ia miliki
"saya cuma punya 257k ajah pak. ini masih kurang".ucap Tulip
"kalau bapak mau nunggu saya, saya bisa ke ATM dulu ambil uang, gimana pak?".tanya Tulip
"nggak usah non. yang ada ajalah".ucap supir taksi
"tapi pak ".ucap Tulip terpotong dan merasa tidak enak
"nggak apa-apa".ucap sang supir meyakinkan
__ADS_1
"makasih kalau gitu pak". ucapan terimakasih Tulip
"iya non. sampai jumpa lagi".ucap sang supir berlalu pergi.