
"Tik, tik, tik". Bunyi alarm
Tulip memasang alarm dengan suara tenang dan mendayu-dayu di ikuti bunyi tetes air yang mengalir. Suara yang tenang dan menghanyutkan
Mendengar suara alarm itu, membuat Tulip membuka matanya secara perlahan-lahan.
Tulip bangun dengan penampilan yang acak-acakan. Matanya bengkak,rambut berantakan dan pakaian yang di kenakannya agak kotor.
"huffftt". Tulip menghembuskan nafas kasar.
"sekarang aku benar-benar sendirian".ucap Tulip sedih.
Tulip bangun dari tempat tidurnya, lalu berdiri. Tulip kemudian melangkah kan kaki ke arah cermin kaca besar dan menatap dirinya di kaca.
"kamu sangat menyedihkan".ucap Tulip menatap dirinya di hadapan cermin
"buat apa kamu sedih Tulip, bukannya kamu memang tau kalau kamu tidak pernah dianggap anak oleh ayah dan ibu mu".ucap Tulip kepada dirinya sendiri
"Kenapa harus sedih, bukannya dari dulu kamu itu sendirian".ucap nya lagi
"Bukan kah lebih baik hidup sendiri, jadi ayo bangkit Tulip dan tunjukkan bahwa kamu itu anak yang kuat".ucap Tulip menyemangati dirinya sendiri
Mulut memang berkata kuat, tapi hati tidak akan pernah bisa di bohongi. Pasalnya dada Tulip terasa sesak dan terasa kosong bagaikan ruangan yang tak ada oksigen dan sepi.
"tapi kenapa dadaku terasa se sesak ini".batin Tulip sambil memegang dadanya
Setelah sibuk berkelahi dengan batin sendiri , Tulip akhirnya kembali menyemangati dirinya.
"ayo bangkit. kamu jangan mau terpuruk terus. kamu pasti bisa melewatinya".ucap Tulip menyemangati dirinya
Tulip berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai Tulip sarapan lalu bersiap ke tempat latihan nya.
Tulip menggunakan Tank top crop dipadukan dengan lagging
Terlihat memamerkan kulit bersih Tulip.
Tulip lalu mengambil salah satu sweter
__ADS_1
setelah selesai dengan penampilannya Tulip lalu pergi ke Jim yang khusus wanita yang berada di tengah kota Jakarta.
"akhirnya".ucap Tulip memperhatikan penampilannya
"saatnya berangkat".tambah Tulip antusias
Saat ingin berangkat tiba-tiba hp Tulip berbunyi .
"Hana dul set!
Niga neomu joha
ottoke ottoke ~
niga neomu yeppeo
ottoke ottoke ~
narang manna bollae
janmal malgo malhae
jeohdago jeohdago ~".
Dering hp Tulip memang lagu yang di cover oleh Eunha Gfriend yang berjudul ottoke song dengan suara imut dan khas anak kecil yang sangat cocok dengan irama lagu ottoke song.
"memang lagu favorit gue banget". ucap Tulip mendengar dering hpnya.
"assalamu'alaikum".ucap Tulip
"wa'alaikumsalam salam".jawab sang penelepon
"ini dengan siapa yah".ucap sang penelepon
"Apa tidak salah yah? seharusnya saya yang bilang begitu loe".ucap Tulip risih
"ahh. kebalik ternyata".ucap sang penelepon
__ADS_1
"kalau begitu silahkan bertanya".tambah sang penelepon jail
"Anda sedang mempermainkan saya yah?".tanya Tulip agak kesel
"saya bertanya sekali lagi, ini dengan siapa?".tanya Tulip berusaha bersikap sopan
"saya? Anda benar-benar tidak tau siapa saya?".tanya sang penelepon
"ya iyalah. kalau saya tau nggapain saya bertanya".jawab Tulip agak kesal tapi berusaha bersikap sopan
"kita baru tidak bertemu beberapa tahun kamu sudah lupa dengan ku ternyata".kata sang penelepon
"siapa sih, nggak jelas banget".ucap Tulip menjauhkan hpnya dari telinganya dan mematikan panggil tersebut.
"astaghfirullah. masih pagi udah ada aja yang bikin kesel". ucap Tulip menenangkan dirinya.
Tulip meletakkan hp di tas dan tiba-tiba berbunyi lagi dan tanpa melihat sang penelepon Tulip menjawab telepon itu dengan suara tinggi.
"kamu siapa sih. kok ganggu banget". ucap Tulip kepada sang penelepon
"dan saya tekankan sekali lagi. saya tidak tau siapa anda". ucap Tulip tanpa jeda
"ini gue. Rose teman kamu Tulip". ucap sang penelepon yang tak lain adalah Rose teman sekolah Tulip
"sorry sorry. gue kira si penelepon yang nggak jelas itu lagi". ucap Tulip merasa sangat bersalah
"it's okay. Nope".ucap Rose mengerti
"emang dia apain kamu Tulip, kok marah banget". tanya Rose penasaran
"nggak di apa-apain sih , tapi dia nelpon gue tiba-tiba dan gue tanyain siapa ehh dia balik nanya lagi, kan gue jadi kesel". ucap Tulip memberitahukan Rose detail percakapan dengan sang penelepon tadi
"mungkin itu orang lagi kuker kali, makanya ngerjain orang".ucap Rose meredakan emosi Tulip
"udah. nggak usah dibahas".ucap Tulip
"kamu ada apa nelpon".tanya Tulip ke Rose
"iya yah, gue hampir lupa keperluan gue lagi".ucap Rose mengingat tujuannya menelpon Tulip
__ADS_1