
Puncak gunung tempat mereka berada adalah arena pertarungan antara kekuatan spiritual yang tak tertandingi dan tekad yang tidak tergoyahkan. Li Mei dan Zhang Wei merasa tekanan spiritual yang menghantam mereka seperti ombak yang menghantam batu karang. Maestro Kultivasi, lawan yang kuat, terus mengeluarkan serangan-serangan spiritual yang mematikan.
Li Mei merasa seakan-akan dia tenggelam dalam kekuatan spiritual yang begitu besar. Dia mengumpulkan seluruh keterampilan kultivasinya untuk menciptakan perisai angin yang melindunginya. Namun, perisai itu hampir hancur oleh serangan-serangan Maestro Kultivasi yang menghantamnya.
Zhang Wei juga berjuang keras. Dia menciptakan dinding-dinding api yang melindungi mereka dari serangan-serangan musuh. Dinding-dinding api tersebut berapi-api dan membara, menciptakan pelindung yang kuat. Namun, bahkan dinding-dinding api tersebut mulai melemah di bawah tekanan yang tak terbayangkan.
Mereka berdua berusaha untuk menemukan celah dalam pertahanan Maestro Kultivasi. Li Mei merencanakan serangan angin yang mematikan, mencoba untuk mengalihkan perhatian musuh agar Zhang Wei dapat menciptakan serangan-api yang memukau.
Namun, Maestro Kultivasi adalah lawan yang sangat berpengalaman. Dia dengan mudah menghindari serangan-serangan mereka dan terus mengeluarkan serangan spiritual yang mematikan. Mereka merasa terpojok dan kesulitan untuk mengatasi kekuatan spiritual yang begitu besar.
Selama pertarungan yang panjang ini, Li Mei dan Zhang Wei saling memberi dukungan. Mereka tahu bahwa mereka hanya memiliki satu sama lain untuk mengandalkan, dan mereka bertekad untuk tidak menyerah. Mereka saling melindungi dan membantu satu sama lain, mencari cara untuk mengalahkan musuh yang sangat kuat ini.
__ADS_1
Namun, semakin lama pertarungan berlangsung, semakin jelas bahwa Maestro Kultivasi memiliki keunggulan yang besar dalam hal kekuatan spiritual. Kekuatan spiritualnya begitu besar sehingga mereka merasa seperti terjebak dalam pusaran kekuatan yang tidak bisa mereka kendalikan.
Li Mei mencoba untuk menciptakan serangan angin yang lebih besar dan lebih kuat, mengumpulkan energi kultivasinya dengan tekad yang kuat. Dia merasa kekuatan spiritualnya meningkat, dan serangan angin yang dia lancarkan menjadi lebih mematikan.
Zhang Wei juga tidak mau kalah. Dia mengeluarkan kekuatan elemen api dengan lebih besar lagi, menciptakan lingkaran api yang mengelilingi mereka. Api itu berkobar dengan semangat yang membara, menciptakan perlindungan tambahan.
Pertarungan semakin sengit, dengan serangan-serangan yang saling berlawanan antara Li Mei, Zhang Wei, dan Maestro Kultivasi. Mereka bergerak dengan cepat, menghindari serangan musuh dan mencoba untuk menghancurkan pertahanan Maestro Kultivasi.
Namun, semakin lama pertarungan berlangsung, semakin jelas bahwa Li Mei dan Zhang Wei mulai lelah. Kekuatan spiritual Maestro Kultivasi tidak pernah habis, sementara mereka merasa semakin terkuras.
Zhang Wei juga merasakan kelelahan yang sama. Dia terus menciptakan serangan-api yang memukau, tetapi api itu tidak lagi memiliki kekuatan seperti sebelumnya. Dia berjuang untuk terus melindungi diri mereka.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba, Li Mei mendapatkan penglihatan yang misterius. Dia melihat gambaran seorang kultivator wanita yang bijaksana, dengan mata yang bersinar penuh kebijaksanaan. Kultivator itu memberikan petunjuk tentang cara mengatasi kekuatan spiritual Maestro Kultivasi.
Dengan cepat, Li Mei membagikan petunjuk tersebut kepada Zhang Wei. Mereka merencanakan serangan terakhir mereka dengan hati-hati, menggunakan keterampilan kultivasi baru yang mereka pelajari dari visi Li Mei.
Ketika serangan terakhir mereka diluncurkan, mereka merasakan kekuatan spiritual yang besar memenuhi mereka. Serangan itu melanda Maestro Kultivasi dengan kekuatan yang luar biasa, menghantamnya dengan keras.
Maestro Kultivasi terkejut oleh serangan itu dan terhuyung-huyung mundur. Dia merasa terluka oleh kekuatan spiritual yang begitu besar. Li Mei dan Zhang Wei terus melancarkan serangan mereka dengan tekad yang kuat.
Akhirnya, dengan serangan terakhir yang mematikan, mereka berhasil mengalahkan Maestro Kultivasi. Dia terjatuh lemah, kehilangan kekuatan spiritualnya yang begitu besar.
Li Mei dan Zhang Wei, meskipun kelelahan, merasa lega dan puas. Mereka telah berhasil mengalahkan salah satu kultivator terkuat dalam dunia kultivasi dan merebut kembali buku kultivasi terlarang.
__ADS_1
Mereka menyegel buku tersebut dengan hati-hati dan merasa bahwa mereka telah memenuhi tugas mereka dengan baik. Namun, mereka juga tahu bahwa petualangan mereka belum berakhir, dan masih banyak rahasia yang harus diungkapkan tentang buku kultivasi tersebut dan artefak kuno lainnya.
Dengan tekad yang kuat dan persahabatan yang erat, Li Mei dan Zhang Wei melanjutkan petualangan mereka dalam dunia kultivasi yang penuh misteri dan bahaya. Mereka tahu bahwa mereka memiliki banyak hal yang harus dicapai, tetapi mereka siap untuk menghadapinya dengan semangat yang tinggi dan keberanian yang tak tergoyahkan.