
Sejak Li Mei meninggalkan kuil, perjalanannya telah membawanya lebih jauh ke dalam hutan yang semakin lebat. Daun-daun pohon menutupi langit di atasnya, menciptakan semacam keteduhan dalam kegelapan yang lembut. Tetapi kegelapan hutan ini juga mengandung misteri dan bahaya yang tak terduga.
Li Mei melangkah dengan hati-hati di antara akar-akar pohon yang menjulang dan bebatuan yang licin. Dia merasa seolah-olah hutan ini memiliki kekuatan sendiri, sebagai penghuni alam yang mengawasinya. Hutan itu sunyi, kecuali untuk suara-suara alam seperti hewan-hewan hutan yang bersiul dan dedaunan yang berdesis.
Ketika matahari mulai merunduk di langit, Li Mei memutuskan untuk berhenti dan membangun perkemahan sederhana. Dia merasa perlu istirahat sejenak dan mempersiapkan diri untuk malam yang akan datang. Dengan cekatan, dia membuat api unggun yang kecil dan menyiapkan makanan dari persediaan yang dia bawa.
Saat dia duduk di depan api unggun, dia merenungkan perjalanan ini dan keputusannya untuk pergi mencari kebenaran tentang keluarganya yang hilang. Dia merasa bahwa dia semakin dekat dengan jawaban, tetapi juga semakin tahu bahwa rahasia ini akan menguji semua kemampuannya dan tekadnya.
Tiba-tiba, suara langkah kaki yang halus muncul dari dalam hutan. Li Mei memicingkan mata dan segera bersiap. Seorang pria muncul dari balik pepohonan, mengenakan pakaian serba hitam dengan lambang yang tidak dikenal di dada-nya. Dia memiliki mata tajam dan wajah yang dingin.
"Siapa kamu?" tanya Li Mei dengan suara yang tegas, tangannya siap untuk mengambil senjata yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Pria itu tersenyum tipis. "Aku adalah Zhang Wei, seorang kultivator yang mencari sesuatu di hutan ini. Apakah kamu juga seorang kultivator?"
Li Mei mencermati pria itu dengan hati-hati. Dia tahu bahwa pertemuan di hutan bisa menjadi berbahaya, dan dia harus berhati-hati. "Ya, aku adalah seorang kultivator yang sedang dalam perjalanan. Tapi aku tidak tahu apa yang kamu cari di sini."
Zhang Wei mengangguk. "Saya mencari artefak kuno yang konon tersembunyi di hutan ini. Artefak ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan sangat berharga."
Li Mei mempertimbangkan kata-kata Zhang Wei. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak biasa tentang pria ini, dan dia merasa hatinya berdebar dengan peringatan yang lembut. Namun, dia juga tahu bahwa dia tidak bisa menghindari pertempuran jika pria ini adalah ancaman.
Pertempuran pun dimulai. Li Mei dan Zhang Wei saling berhadapan, keduanya menggunakan keterampilan kultivasi mereka. Zhang Wei memiliki kekuatan yang luar biasa dan keterampilan pedang yang mematikan, sementara Li Mei mengandalkan kultivasi alam dan ketangkasannya yang cepat.
Serangan dan blokiran terjadi dengan cepat, dan dedaunan dan ranting hutan terbang saat pertempuran mereka mengguncang alam. Zhang Wei adalah lawan yang tangguh, tetapi Li Mei tidak akan menyerah begitu saja. Dia menggali kedalam dirinya sendiri dan meresapi energi alam semesta, menggabungkannya dengan gerakan-gerakan seni bela dirinya.
__ADS_1
Setelah pertempuran yang sengit yang berlangsung selama beberapa saat, Li Mei mampu mengecoh Zhang Wei dan melancarkan serangan balasan yang mematikan. Dia mengarahkan energi alam ke pedangnya dan mengayunkannya dengan kecepatan yang luar biasa, menghantam pria itu dengan keras.
Zhang Wei terhuyung-huyung mundur beberapa langkah sebelum akhirnya jatuh ke tanah dengan napas yang terengah-engah. Dia melihat Li Mei dengan tatapan yang penuh kagum sebelum kehilangan kesadaran.
Li Mei menatap pria itu dengan hati-hati, masih siap untuk bertindak jika dia mencoba melakukan sesuatu yang berbahaya. Namun, Zhang Wei tampaknya tidak berdaya. Dia merasa lega bahwa dia berhasil melindungi dirinya sendiri dalam pertempuran ini.
Dia mendekati tubuh Zhang Wei yang tak berdaya dan mencari tanda-tanda kehidupan. Dia merasa napasnya yang lemah dan bersih, dan dia tahu bahwa dia harus mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
---
Pertempuran pertama dalam perjalanan Li Mei telah berakhir, dan dia harus membuat keputusan penting tentang nasib Zhang Wei. Dalam bab-bab selanjutnya, cerita akan mengungkap lebih banyak tentang rahasia yang terkandung dalam buku kultivasi dan perjalanan Li Mei yang penuh bahaya.
__ADS_1