Harmoni Alam:Jiwa Li Mei Yang Terangkat

Harmoni Alam:Jiwa Li Mei Yang Terangkat
Perjalanan pertama


__ADS_3

Di sela-sela pepohonan yang tinggi dan hijau di dalam hutan lebat, Li Mei berjalan dengan langkah yang mantap. Tas perjalanan yang dipersiapkan oleh Guru Dao Ming menggantung di bahunya, dan buku kultivasi kuno yang telah dia temukan tetap berada di dalam saku pakaiannya. Pada saat ini, dia sudah berada beberapa hari perjalanan dari kuil tempat dia dibesarkan.


Cuaca cerah dan langit biru memancarkan sinar matahari yang hangat di atasnya, membuat perasaannya semakin bersemangat. Ini adalah perjalanan pertamanya menuju tempat-tempat yang belum pernah dia lihat sebelumnya, dan dia merasa bahwa dia sedang mengikuti panggilan takdirnya. Kaki-kakinya yang kuat melangkah dengan percaya diri di antara akar-akar pohon yang menjulang dan rerumputan yang tinggi.


Namun, walaupun dia merasa bersemangat, Li Mei juga merasa rindu. Dia merindukan guru dan teman-teman sejawatnya di kuil. Mereka adalah satu-satunya keluarga yang dia kenal, dan perpisahan itu tidak mudah baginya. Tetapi dia tahu bahwa ini adalah langkah yang harus dia ambil untuk mencari kebenaran tentang keluarganya yang hilang dan untuk menguasai kekuatan kultivasi yang telah dia temukan.


Selama perjalanan, dia terus memikirkan ajaran-ajaran yang dia pelajari dari guru dan biksu-biksu lainnya di kuil. Mereka selalu menekankan pentingnya harmoni dengan alam semesta dan mengendalikan qi alam semesta. Itu adalah kunci untuk mencapai pencerahan dalam kultivasi. Li Mei merasa bahwa dia memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang konsep tersebut setelah membaca buku kultivasi kuno.

__ADS_1


Saat dia melanjutkan perjalanan, dia mendengar suara gemuruh air dari kejauhan. Dia tahu bahwa dia harus berada dekat sungai, dan mungkin dia bisa beristirahat sejenak dan mengisi ulang persediaan airnya. Setelah beberapa saat berjalan, dia tiba di tepi sungai yang lebar dan mengalir deras. Airnya jernih dan sejuk, mengundangnya untuk berhenti sejenak.


Li Mei menurunkan tas perjalanannya dan duduk di tepi sungai, merendam kaki-kakinya yang lelah dalam air yang menyegarkan. Dia merasa seperti dia sedang menghubungkan dirinya dengan alam semesta, merasakan aliran qi alam semesta yang mengalir melalui sungai dan memasuki dirinya. Dia merasa energi alam semesta itu hidup, berdenyut dengan irama yang lembut dan dalam.


Saat dia duduk di sana, dia teringat pada guru dan pelajaran-pelajaran yang diajarkan kepada-nya tentang meditasi. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan yang baik untuk berlatih meditasi dan menguatkan ikatan dengan qi alam semesta. Dengan tenang, dia menutup mata, duduk dengan sikap yang benar, dan mulai meresapi energi alam semesta yang ada di sekitarnya.


Waktu berlalu dengan cepat, dan Li Mei tidak tahu berapa lama dia telah bermeditasi. Ketika dia akhirnya membuka mata, matahari telah menurun lebih rendah di langit, dan bayangan panjang pohon-pohon menjulang menunjukkan bahwa sore telah tiba. Dia merasa segar, tenang, dan lebih kuat daripada sebelumnya. Meditasi ini telah memberikannya energi dan konsentrasi yang dia butuhkan untuk melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Setelah mengisi ulang persediaan airnya, Li Mei mengenakan tas perjalanannya kembali dan melanjutkan perjalanan ke arah yang belum pernah dia jelajahi. Dia merasa lebih siap daripada sebelumnya untuk menghadapi tantangan apa pun yang mungkin muncul di hadapannya.


Perjalanan ini hanya akan semakin berat dan penuh bahaya, tetapi dia tahu bahwa itu adalah bagian dari perjalanan kultivasi yang dia pilih untuk diteruskan. Dengan buku kultivasi kuno yang menyimpan rahasia di dalamnya dan pelajaran-pelajaran guru yang menginspirasinya, Li Mei berjalan maju dengan tekad yang kuat, siap untuk menghadapi apa pun yang akan dia temui di masa depan.


---


Ini adalah awal dari perjalanan Li Mei setelah perpisahan dengan guru kultivasinya, Dao Ming. Dalam perjalanan selanjutnya, dia akan menghadapi berbagai tantangan dan mengungkap rahasia kultivasi yang semakin mendalam.

__ADS_1


__ADS_2