Hati Yang Terlalu Sakit

Hati Yang Terlalu Sakit
Halaman--> 3 morning where i found your face


__ADS_3

Aaaaaaaa....mamyyyy....abang ali kumat gilanyaaa...! elisa berteriak sambil menuruni anak tangga .


Bang Al, jangan kumat gilanya ...! tegur wanita paruh yang menoleh arah sumber suara .


Iya iyaaa...mom.......!dasar tukang ngadu 😠ucap ali pada elisa yang tengah berembunyi tepat dibelakang wanita .


Menit ke menit, jam kejam , tak terasa dimana waktuku harus tidur dan mulai berkelana didalam dunia mimpi.


sayup-sayup aku mulai bergerak mencari posisi nyaman, dan akhirnya aku mendapatkannya, dengan cepat aku meninggalkan dunia nyata untuk beberapa jam.


Momy, oh momy, elis mau berangkat dulu ya . Ucapnya sembari berjalan menuju pintu utama .


"Yaaa, dasar adik kualat"! sontak saja kata-kata itu membuat kaki ku berhenti dan memaksa memutar balik mencari sumber suara,


sudah sangat nyakin suara itu pasti milik Bang Ali dan


benar, seorang pria jangkung tengah berdiri tepat di depanku dengan handuk coklat kecil melingkar di lehernya.


Apaan sih Bang Ali , masih pagi abang nyebut gajak kelahi .


Haaaaaaa, lu dah sarapan mau asal nyelonong pergi ?


Iiih apaan sih abang suka-suka elisa kali !


Ooohhh gitu yaaa, jadi suka-suka elis gitu, wkwkwkw iya lah abang 😋suka-suka elis.

__ADS_1


Oh minta yaaa ,elisa berani ketawa😏.


Yaaa, abanggg....."Momyyyy"!! teriak elisa menggelegar saat Ali mulai berjalan mendekatinya .


"Abang All...." ! suara wanita paru itu menyambut teriakan elisa , lalu berjalan mendekati sumber suara .


Mom, Abang ali kumat lagi , adu elisa pada momy nya yg hanya menarik napas panjang.


haaaaaaah.... Ali, bisa gak jangan kumat gilannya momy bosen dengar adik mu elisa teriak-teriak.


Iya, Momy, tapi emang momy percaya Ali gila , eeemmm?


senyum mengembang di bibir wanita itu sembari tersenyum menatap Ali dan Elisa.


"Yah momy , kira elis momy tau nyatanya engak ,ya udah deh momy elis mau pamit ke sekolah dah telat nih".Lalu elisa mencium tangan momy nya lembut ,kemudian berlari keluar rumah menuju garasi dimana elisa biasa memarkirkan mobilnya.


Angin sepoy menyapa Elisa penuh cinta, matanya menelusuri setiap bangunan yg berdiri amat kokoh .


Pagi itu elisa berangkat lebih awal dari biasanya , kakinya muali berjalan memasuki bangunan besar itu.


Entah lah , tiba-tiba gadis itu tersenyum sumringah matanya amat berbinar, senyuman manis mulai mengembang diwajah cantiknya.


"Eeemmm, Pucuk di cinta ulang pun tiba, yapss benar sekali pagi ini elis tengah bertemu pangeran tampan yg menyebalkan, tanpa pikir panjang elisa cepat berlari menaiki anak tangga dan mempercepat langkahnya .


Pria tampan tengah duduk di kursi abu-abu koridor sekolah, dengan pandangan yg terfokus pada buku tebal yg membuat siapa saja tidak tahan , sebab isi buku itu dipenuhi rumus kimia yg tak pernah dimengerti oleh sembarang orang.

__ADS_1


"Good morning Aray" sapa elisa penuh semangat barunya.


"Eeemmm" hanya itu balasan Aray.


Yaaaaa, cuman "Eeemmm" tega amat Aray ke Elisa.


Hemmm , Morning, ulang aray dengan menambah satu kata lagi.


Alahhhh.....cuman dua kata , cek cek cek Aray pelit banget sihhh.


Kemudian Aray menatap Elisa yg berdiri tepat di sebelahnya dengan memasang wajah masam.


Emang mau elisa apa ?


Eeemmm , mau elisa Aray jangan dingin ke elisa, pokoknya Aray to boleh dingin, oke.


"Heemmm". sahut Aray yg kembali fokus pada buku kimia didepanya.


Tuh kan, dingin lagi ,eeemmm, dasar Aray ngeselin , oke yg sabar Elisa , haaaaaah.


Elisa menarik napas panjang dan mulai menatap pria didepanya lagi .


"Aray, boleh gk Elisa duduk disamping aray kasihan tuh kursinya nangis gak elisa duduki.


goda gadis itu pada pria dingin di depannya.

__ADS_1


__ADS_2