
Lembar demi lembar buku di balik matanya terfokus pada setiap halaman ,seakan semua huruf dan kata tak terlewatkan olehnya.
Entah lah, apa yang membuatku semakin tak waras saat melihat kehadirannya , aku semakin gila saat ia terus dingin bersikap , aku semakin bersemangat tuk mendapatkan secuil hatinya .
Kaki ini melangkah maju mendekatinya, seakan jiwa itu terus memanggil ku , semuanya terpusat pada dirinya .
"Aray......." aku menyapa untuk ke sekian kalinya
" Emmm..." dan itu lah jawaban yg keluar dari bibirnya ,
Aray, boleh gk Elisa belajar sama Aray?
Emmm....tentu .
Siang itu, Seorang elisa pertama kalinya meminta belajar dengan seorang pria dingin disekolahnya , dan begitu pula dengan Aray , pertama kalinya ia mengizinkan seorang gadis cerewet duduk di dekatnya dan mengajarinya.
βππππββ
Asssyyhhhhh.......
Ahhhhu.....Aray , elisa menyerah dengan mata pelajaran fisika , ganti aja Arayyy elisa bisa botak tr kepalanya.
Emmm.......mau ganti mapel , tapi semua mapel km gk bisa dan terakhir yg ini,
ucap aray yg memandang polos elisa ," Ahhhhh.....iya juga yaa Aray, elisa baru sadar hehehehehehhe......."
gadis itu tersenyum lebar ke arah Aray, menatap penuh dengan kekaguman ,
Treeeeetttrrrrr.........π±π¬ bertanda sebuah pesan masuk .
Wooyyy.......pulang mamy di RS......
Pesan mulai dibuka, matanya cepat mencerna setiap huruf yang tertera di layar ponselnya,
matanya membelalak seakan tak percaya jika pesan itu untuknya yang dikirim oleh Abangnya Ali.
Hatinya gaduh, jantungnya berdetak kencang , memori kenangan seakan terulang kembali dimana seorang lelaki yang lebih awal meninggalkan mereka .
Matanya mulai berair , tatapan nya kini sangat berbeda dari yang tadi, wajahnya pun mulai pucat seakan rasa takut kehilangan terus merusak pikirannya .
Tanpa berpikir dua kali, dan tanpa menatap Aray yang sekan- akan ingin melontar kan sebuah pertannyaan kepada dirinya.
Gadia itu beranjak pergi dari kursinya ,berlari meninggalkan aray di meja perpus, kakinya tk pernah berhenti , sesekali ia menghapus air matanya yang sedari tadi telah tumpah , keringat dingin mulai keluar dari sela-sela pelipis dan rambut panjang nya.
__ADS_1
Sepanjang koridor sekolah , pertanyaan demi pertanyaan menyambut setiap langkah - langkah kaki nya, "Yaaa....elisa kenapa? .....gue tadi lihat baik aja dia.....dia nangis kah?
jir***serius dia nangis cuyy....! kenapa elisa wehhh? Pacar gue kenapa? ..........elisa km kenapa "
Pertanyaan -pertanyaan itu terus datang menyambutnya, semua sorot mata siswa tertuju pada dirinya tak biasanya seorang elisa yang dikenal riang bersikap seperti itu.
Sekian lama gadis itu berlari, melewati panjangnya koridor sekolah dan puluhan anak tangga, tibalah kaki gadis itu berhenti tepat disebuah mobil merah yang terparkir rapi.
Napasnya masih berhamburan tak terkendali , bibirnya memucat pasif, tangannya gemetar tak mampuh mengendalikan berat tangannya sendiri.
Suara tangis masih terdengar di sela-sela
napas nya yang masih berantakan .
Tanpa memperdulikan semuanya , gadis itu memaksa menggerakkan tangannya merogoh saku bajunya dia mana tempat ia selalu menaruh kunci mobilnya.
"Ahhhhh........Asayyyaaaahhhh........"
"Hah gimana ini......aaaaaaaah".......!!!hiks hiks hiks hiks....
Gadis itu mengambil napas dalam, lalu berteriak dengan sisa tenaganya yang sekarat,tubuh nya lemas sehingga ia menjatuhkan tubuhnya di tanah.
Air mata yang ia selalu usap kini ia biarkan membasahi pipinya , tangannya menarik kuat rambut panjangnya , berharap rasa sakit yang ia rasakan dapat membantu ingatannya dimana ia menaruh kunci mobilnya.
Suara motor khas butut milik Aray berhenti tepat di hadapannya ,
" Buru-buru.......bisa antar kok" ucap Aray dengan wajah datar yang selalu menyelimuti setiap ekspresi.
"Aray....antar elisa ke RS "!pinta gadis itu dengan mendongak keatas menatap wajah dingin Aray.
"Elisa.....hahhhh....elisa...km Kenapa, ?RS siapa yang masuk RS?..." tanya yeni dengan napas yang terputus -putus yang ternyata yeni ikut berlari mengejar elisa saat di koridor.
"Momy.....jawabnya lesu sembari berdiri dengan napas yang mulai se dikit stabil.
"buruan naik" ujar aray yang memotong percakapan elisa dan yeni ."Emmm "
"Arayy....hati-hati bawa motor nya , apa lagi km bawa teman aku Elisa " .
pesan yeni yang tak direspon oleh Aray , yang kemudian Aray meninggalkan gerbang sekolah , membawa motor butut nya melaju dan bersaing dijalan raya .
Di samping itu, Bang Ali yang duduk gelisah di kursi RS sembari menatap pintu UGD dimana wanita lemah itu berbaring.
pikiran yang sama selalu menghantui kedua kakak beradik itu , takut akan kehilangan orang yg selalu menjaga dan menemani mereka.
__ADS_1
tok tik tok tik tok tik tok tik jam terus berputar , begitu pula menit yang terus berganti ganti........
Dari ujung koridor RS , seorang gadis yang berlari dengan tangis yang mendampingi "Abang "
teriak gadis itu .
"Abang, gimana momy? apa momy baik aja kan ? Abanggg........hiks hiks hiks .......
"Belum tau Elisa, dokter juga belum keluar kasih tau "
berdoa aja buat momy.!!
Ia Abang, elisa doa yang terbaik buat momy......!
gadis itu mengusap air matanya , sesekali dibantu oleh Abangnya ali.
"Aray.....makasih udah antar elisa?"
"Emmm....." jawabnya singkat
"Makasih udah antar adik gue " ucap Ali yang turut berterimakasih pada Aray .
"Tidak masalah , kalau gitu saya pamit " "Assalamualaikum.......
waalaikumsalam wr wb.......makasih Arayyy", elisa mengulang perkataannya lagi,
sedangkan Aray hanya menoleh dan menyapa dengan wajah khasnya.
"Elisa , itu manusia kn bukan setan atau jin atau dedemit"?
Pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari bibir
Ali yang memang asal bicara.
"Bukan Abang itu manusia asli, sembarangan dibilang setan , jin, dedemit, Bang Ali tuh yang kayanya setan , jin alias dedemit".
Yaaa......buka gitu , soalanya dia kaya gk punya rohh, sok cool banget.....ucap ali .
"Aahhh.....Abang Ali gk boleh gitu !."
Aray itu baik, ganteng, paling pintar, dan paling laris di sekolah, jadi bang ali gk usah bilang aray itu sok cool lah, setan, jin, atau dedemit lagi."
"Yaaa serah....."
__ADS_1